Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Jurusan Kuliah yang Kerap Disalahpahami Anak SMA
ilustrasi mahasiswa jurusan Sastra (pexels.com/Yazid N)
  • Banyak jurusan kuliah ternyata jauh berbeda dari bayangan anak SMA.

  • Teknik Informatika, Psikologi, dan Desain punya tantangan yang sering diremehkan.

  • Memahami isi jurusan sejak awal bisa mengurangi risiko salah ekspektasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memilih jurusan kuliah sering jadi salah satu keputusan paling membingungkan bagi banyak anak SMA. Masalahnya, banyak jurusan yang kelihatannya “wah” dari luar, tapi ternyata isinya jauh berbeda dari bayangan. Ada yang dikira selama kuliah hanya belajar hafalan, ternyata penuh hitungan. Ada juga yang dianggap gampang karena terlihat santai, padahal tugasnya bikin bergadang tiap minggu.

Fenomena ini cukup sering terjadi. Banyak mahasiswa baru akhirnya kaget setelah masuk kuliah karena ekspektasi mereka terbentuk dari stereotip, omongan orang, atau konten media sosial yang tidak selalu akurat. Akibatnya, tidak sedikit yang merasa salah jurusan sejak semester awal. Nah, berikut beberapa jurusan kuliah yang paling sering disalahpahami anak SMA.

1. Psikologi dikira belajar membaca pikiran orang

ilustrasi mahasiswa sedang kuliah (unsplash.com/Timur Shakerzianov)

Banyak anak SMA masuk jurusan Psikologi karena merasa suka mendengarkan curhat teman. Ada juga yang berpikir kuliah psikologi akan mengajarkan cara membaca kepribadian orang dengan mudah. Kenyataannya, psikologi itu cukup ilmiah dan banyak teori. Mahasiswanya juga belajar statistik, penelitian, sampai metode eksperimen. Bahkan, beberapa orang kaget karena ada mata kuliah hitungan dan analisis data. Selain itu, psikologi tidak selalu berhubungan dengan terapi atau kesehatan mental. Ada cabang psikologi industri, pendidikan, dan sosial yang punya fokus berbeda.

2. Ilmu Komunikasi dianggap hanya belajar ngomong

ilustrasi menjadi presenter (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Karena namanya komunikasi, banyak yang mengira jurusan ini isinya hanya public speaking atau jadi MC. Padahal, cakupannya luas sekali. Dalam jurusan Komunikasi, mahasiswa bisa belajar media, branding, periklanan, jurnalistik, produksi konten, strategi komunikasi perusahaan, bahkan teori sosial. Tugas presentasi memang ada, tapi bukan berarti kuliahnya santai tanpa teori.

Anak SMA juga sering salah paham karena mengira jurusan ini mudah. Faktanya, tenggat tugas kreatif dan proyek kelompok bisa sangat melelahkan. Jadi, kalau kamu ingin kuliah di jurusan ini karena merasa senang ngomong, lebih baik pikir-pikir lagi, ya.

3. Teknik Informatika bukan sekadar main komputer

ilustrasi mahasiswa sedang kuliah (pexels.com/Yan Krukau)

Ini salah satu jurusan yang paling sering membuat syok mahasiswa baru. Banyak yang masuk karena suka game atau merasa sering utak-atik komputer. Padahal, Teknik Informatika lebih banyak berisi logika, pemrograman, algoritma, dan matematika. Jadi, ini bukan sekadar belajar menggunakan laptop atau mengedit sesuatu. Beberapa mahasiswa baru bahkan kaget karena ternyata mereka harus sering koding berjam-jam sambil debugging yang bikin pusing sendiri.

4. Desain bukan hanya belajar gambar

ilustrasi mahasiswa desain (pexels.com/Sóc Năng Động)

Jurusan Desain sering dianggap cocok untuk orang yang hobi gambar. Padahal, desain juga membutuhkan kemampuan berpikir konsep, riset, komunikasi visual, dan revisi berkali-kali. Banyak mahasiswa desain justru stres karena tugas mereka banyak sekali dan sering harus bergadang demi revisi karya. Kreativitas memang penting, tapi disiplin juga sangat dibutuhkan. Apalagi, sekarang dunia desain juga berkaitan dengan software, branding, dan kebutuhan industri digital.

5. Kuliah Sastra bukan hanya membaca novel dan puisi

ilustrasi mahasiswa jurusan Sastra (pexels.com/Yazid N)

Banyak yang menganggap jurusan Sastra itu mudah karena mengira kuliahnya hanya membaca cerita atau puisi. Padahal, mahasiswa sastra belajar linguistik, budaya, sejarah bahasa, hingga analisis teks yang cukup mendalam. Di beberapa kampus, mahasiswa sastra juga harus memahami teori-teori akademik yang cukup berat. Jadi, kuliahnya tidak sesantai yang dibayangkan banyak orang. Selain itu, prospek kerja lulusan sastra juga sebenarnya luas, tidak melulu jadi penulis atau guru.

Pada akhirnya, tidak ada jurusan yang benar-benar mudah atau sempurna. Setiap jurusan punya tantangan dan tekanan masing-masing yang sering tidak terlihat dari luar. Karena itu, penting sekali memahami realitas jurusan sebelum masuk agar ekspektasi dan kenyataannya tidak terlalu jauh berbeda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article