ilustrasi pikiran yang terdistraksi (pexels.com/Ron Lach)
Meski terdistraksi sering dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu produktivitas, mind-wandering tidak selalu memiliki dampak negatif. Penelitian menunjukkan bahwa pikiran yang mengembara dapat memiliki fungsi tertentu, misalnya berkaitan dengan pemikiran tentang masa lalu, masa depan, diri sendiri, dan berbagai proses mental lainnya.
Masalahnya lebih terasa ketika perhatian terus-menerus beralih pada saat kita membutuhkan konsentrasi. Karena itu, tujuan menjaga fokus bukan berarti memaksa pikiran agar tidak pernah melayang. Yang lebih realistis adalah menyadari ketika perhatian mulai berpindah dan mengembalikannya secara perlahan kepada hal yang sedang dikerjakan.
Konsentrasi bukan sekadar persoalan kemauan. Perhatian manusia dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari rangsangan di sekitar, pikiran yang muncul secara spontan, karakteristik tugas, hingga kemampuan otak mengatur perhatian. Jadi, ketika baru beberapa menit bekerja lalu menyadari pikiran sudah ke mana-mana, tidak perlu langsung menganggap diri sendiri malas atau tidak disiplin.
Yang penting adalah menyadarinya. Setelah itu, kita bisa mengurangi gangguan yang tidak perlu, menjauhkan pemicu distraksi, mengambil jeda ketika memang sudah lelah, lalu kembali mengarahkan perhatian pada satu hal yang ingin diselesaikan. Sebab, mungkin fokus bukan tentang tidak pernah terdistraksi, melainkan tentang seberapa cepat kita menyadari bahwa perhatian telah pergi dan memilih untuk membawanya kembali.