Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Sebagian Orang Lebih Cepat Tamat Baca Buku di Kindle?

Kindle (pixabay.com/perfecto_capucine-9573466)
Kindle (pixabay.com/perfecto_capucine-9573466)
Intinya sih...
  • Tampilan halaman yang terasa “pendek” secara psikologis
  • Tidak melihat “ketebalan” buku secara fisik
  • Lingkungan baca yang minim distraksi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak pengguna Kindle merasa satu hal yang agak mengejutkan: buku yang biasanya terasa berat saat dibaca versi cetak, justru lebih cepat tamat saat dibaca di Kindle. Padahal isi bukunya sama, jumlah halamannya juga nggak berubah secara signifikan.

Perbedaannya bukan soal kecerdasan atau niat baca yang tiba-tiba meningkat, tapi soal bagaimana pengalaman membaca itu disajikan. Kindle secara desain memang membentuk kebiasaan baca yang terasa lebih ringan dan mengalir. Dari sini, wajar kalau sebagian orang merasa progres membaca jadi lebih cepat.

1. Tampilan halaman yang terasa “pendek” secara psikologis

Kindle (pixabay.com/sticks65-17055153)
Kindle (pixabay.com/sticks65-17055153)

Di Kindle, satu halaman hanya memuat sedikit teks dibanding halaman buku fisik. Ini menciptakan ilusi progres yang cepat karena halaman sering berganti. Otak merespons pergantian halaman sebagai pencapaian kecil yang berulang. Rasa “baru sebentar baca, kok sudah ganti halaman” bikin motivasi tetap terjaga. Secara tidak sadar, pembaca terdorong untuk terus lanjut tanpa merasa terbebani.

2. Tidak melihat “ketebalan” buku secara fisik

Kindle (dok Reddit/SleepyWiseCat)
Kindle (dok Reddit/SleepyWiseCat)

Buku fisik sering memberi tekanan mental lewat ketebalannya. Melihat ratusan halaman tersisa bisa bikin pembaca malas melanjutkan, terutama di buku nonfiksi atau novel panjang. Di Kindle, ketebalan itu disamarkan dalam bentuk persentase atau progress bar yang lebih netral. Angka persentase terasa lebih ringan dibanding tumpukan kertas. Ini membuat target membaca terasa lebih realistis dan mudah dicapai.

3. Lingkungan baca yang minim distraksi

Kindle (dok Reddit/Sad_Instance_3831)
Kindle (dok Reddit/Sad_Instance_3831)

Kindle dirancang untuk satu fungsi: membaca. Tanpa notifikasi media sosial atau aplikasi lain, fokus pembaca jadi lebih stabil. Ketika fokus terjaga, waktu membaca jadi lebih efektif dan tidak terputus-putus. Walau durasinya mungkin sama, kualitas fokusnya lebih tinggi. Inilah yang membuat bacaan terasa lebih cepat selesai.

4. Navigasi yang memudahkan pembaca “nyantol”

Kindle (pexels/İrem Karakaş)
Kindle (pexels/İrem Karakaş)

Fitur seperti bookmark, highlight, dan search membantu pembaca merasa lebih menguasai teks. Saat menemui bagian sulit, pembaca bisa berhenti sejenak tanpa kehilangan arah. Tidak ada rasa takut “kehilangan halaman” atau lupa posisi terakhir. Rasa aman ini bikin pembaca lebih berani lanjut membaca, bahkan di bagian yang berat. Alhasil, ritme baca jadi lebih konsisten.

5. Membaca terasa seperti aktivitas ringan, bukan komitmen besar

Kindle (pexels/freestocks.org)
Kindle (pexels/freestocks.org)

Mengambil Kindle dan lanjut membaca terasa jauh lebih sederhana dibanding membuka buku fisik. Tidak perlu mencari posisi nyaman, membuka halaman tertentu, atau menjaga buku tetap terbuka. Kesederhanaan ini menurunkan hambatan psikologis untuk mulai membaca. Saat membaca terasa ringan, pembaca lebih sering memulainya. Frekuensi yang tinggi inilah yang akhirnya mempercepat tamat buku.

Lebih cepat tamat buku di Kindle bukan soal membaca lebih cepat, tapi soal membaca lebih konsisten. Desain Kindle membantu mengurangi beban mental yang sering muncul saat membaca buku fisik. Dengan progres yang terasa ringan, fokus yang stabil, dan hambatan awal yang rendah, membaca jadi kebiasaan yang mengalir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

4 Kesalahan Kecil di Corporate yang Bisa Fatal Buat Karier

01 Feb 2026, 22:32 WIBLife