ilustrasi berdoa (unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan)
Para Dai Muda diharapkan mampu menjawab isu-isu seperti radikalisme, intoleransi, dan disinformasi dengan bijak. Dakwah saat ini bukan hanya soal menyampaikan, tetapi juga mendengarkan dan merespons kebutuhan umat secara kontekstual.
“Ini menjadi langkah strategis dalam menjaga harmoni dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah perubahan sosial yang cepat. Semoga para dai muda yang terpilih dapat menjadi inspirasi dan agen perubahan yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara,” tutupnya.
Zayadi juga menegaskan bahwa hasil seleksi ini mencerminkan transformasi dakwah ke arah yang digital dan inklusif. Ia berharap para dai muda terpilih dapat menjadi agen perubahan yang memperkuat nilai keagamaan di tengah dinamika zaman.
Link Pengumuman Hasil Seleksi Calon Dai Muda 2025 sudah dapat diakses oleh seluruh peserta. Kemenag mendorong transformasi dakwah yang lebih digital, inklusif, dan relevan agar mampu menjawab tantangan zaman secara bijak dan efektif.
Penulis: Angel Rinella