Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Rediscovered Classics dalam Tren Penerbitan 2026, Sudah Tahu?
rekomendasi buku Rediscovered Classics dari beragam penerbit (dok. Virago/Great Granny Webster | dok. NYRB/Abigail)
  • Rediscovered Classics adalah penerbitan ulang buku lawas terlupakan yang tetap relevan, terutama karya penulis perempuan dan kelompok minoritas yang menyorot isu sosial-kultural.
  • Tren ini dipopulerkan New York Review Books dan Virago, sementara Penguin turut mengarsipkan karya lama melalui seri klasik yang mencakup cerpen, novela, dan novel.
  • Meski banyak terbit dalam paperback, akses pembaca Indonesia masih rendah: impor Rediscovered Classics sekitar Rp260–350 ribu, lebih mahal dibanding klasik impor biasa dan edisi lokal atau bekas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buku klasik belum kehilangan pesonanya di mata pecinta buku. Selain novel-novel klasik populer, muncul lagi tren baru bernama “Rediscovered Classics”. Ia merujuk pada buku-buku lawas terlupakan yang diterbitkan ulang karena masih relevan dengan fenomena masa kini. Rediscovered Classics biasanya punya ciri tersendiri. Salah satunya dominasi penulis perempuan dan kelompok minoritas dalam daftarnya.

Ini terjadi karena manusia terutama pembaca mengalami evolusi berpikir yang membuat kita butuh bacaan-bacaan alternatif yang lebih segar. Buku-buku klasik terlupakan itulah jawabannya. Mengkritisi dan menyorot fenomena kultural dan sosial yang dulu dianggap angin lalu, dan sampai sekarang tak kunjung berubah, gak heran novel-novel ini dilabeli visioner. Apa saja sih bukunya? Penulis mana lagi nih yang perlu kamu kenal?

1. Diinisiasi New York Review Books dan Virago Press

novel Rediscovered Classics terbitan NYRB (dok. NYRB/Blood Money | dok. NYRB/The Vet's Daughter | dok. NYRB/Crazy Genie)

Penasaran siapa pencetus tren Rediscovered Classics? Ada dua penerbit yang pertama kali mempopulerkannya, yakni New York Review Books (NYRB) dan Virago. NYRB adalah penerbit independen, sementara Virago adalah anak perusahaan dari Hachette Group yang masuk 5 besar perusahaan penerbitan global terbesar. Namun, yang sama dari keduanya adalah kurasi mereka yang brilian dan gak pasaran.

Sama-sama punya cabang khusus buku klasik, NYRB Classics dan Virago Modern Classics cukup jeli melihat penulis-penulis lawas yang bukunya masih jarang diketahui publik. Misalnya saja, Stefan Zweig, Barbara Pym, Magda Szabó, Elizabeth Taylor, Vasily Grossman, Barbara Comyn, dan Caroline Blackwood. Bedanya Virago fokus ke penulis perempuan saja, nih. Bukan berarti penerbit mayor tak ambil bagian, kok. Penguin juga sedang melakukannya lewat seri Penguin Modern Classics dan Penguin Archive. Dalam dua seri itu, mereka juga mengumpulkan tulisan-tulisan lawas yang terlupakan, baik cerpen, novela, maupun novel reguler.

2. Mengapa penulis perempuan mendominasi kategori Rediscovered Classics?

buku Rediscovered Classics terbitan Virago (dok. Virago/The Tortoise And The Hare | dok. Virago/The Fate of Mary Rose | dok. Virago/Corregidora)

Secara umum, buku-buku tulisan perempuan memang sedang dicari pembaca. Ini karena kita sudah mengalami pergeseran pola pikir dan selera. Harus diakui suara perempuan yang dahulu sempat termarginalisasi jadi terasa segar sekarang. Ini bikin Rediscovered Classics terasa unik dan memang menarik buat pembaca global yang secara demografi didominasi perempuan. Ini memang fenomena yang unik mengingat salah satu industri paling dekat dengan penerbitan seperti film misalnya, baik target pasar dan pegiatnya masih didominasi pria.

Selain masalah selera, tentu keberadaan literatur klasik itu sendiri. Kalau kamu perhatikan, kebanyakan novel klasik yang masuk kategori rediscovered ini tergolong modern classics. Artinya, mereka terbit setelah Perang Dunia II atau pertengahan abad ke-20, tepatnya tahun 1940—1980-an. Pada saat itulah, gerakan feminisme gelombang kedua sedang berkembang pesat. Isu-isu yang mereka suarakan sudah berkembang dari yang dulunya hak politik dan ekonomi dasar ke isu reproduksi, hak dan perlindungan di ranah publik dan domestik, dan diskursus peran gender.

Meski belum diperbarui seperti feminisme gelombang ketiga yang menambah isu ras dan interseksionalitas lainnya, topik dan trope yang dipilih para penulis klasik perempuan pada masa itu masih relevan dan jadi perdebatan sengit saat ini. Apalagi di tengah bangkitnya ideologi sayap kanan yang justru mempromosikan peran gender dan standar kecantikan tradisional (tradwife dan thinspiration).

3. Dirilis dalam format paperback, tapi apakah benar aksesibel?

buku Rediscovered Classics terbitan Penguin (dok. Penguin/The Notebook Trilogy | dok. Penguin/Pomegranate Seed | dok. Penguin/Beware of Pity)

Dibalik kurasi jempolan Rediscovered Classics, ada masalah akses yang masih jadi hambatan. Sebagai penduduk negara berkembang yang tidak dapat subsidi dan pembebasan pajak atas buku — mengingat pembebasan pajak buku hanya berlaku untuk kategori tertentu saja— sebenarnya format paperback yang katanya lebih merakyat itu tidak banyak berdampak. Diperparah dengan nilai tukar rupiah yang sedang terpuruk, aksesibilitas buku-buku Rediscovered Classics di kalangan pembaca Indonesia pun bisa dibilang rendah.

Sebagai perbandingan, buku klasik impor biasa di pasaran Indonesia kini ada di kisaran harga Rp150-250 ribu, sementara Rediscovered Classics bisa mencapai Rp260-350 ribu. Pilihan buku klasik terbitan lokal dan bekas memang ada dan cukup miring secara harga, yakni bisa di bawah Rp100 ribu. Namun, koleksinya gak bisa disamakan dengan penerbit global, bukan?

Bagaimana denganmu? Apakah kamu salah satu peminat buku Rediscovered Classics yang terhalang kemampuan kantong? Coba bagikan pendapatmu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article