Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Penyebab Sering Capek Padahal Gak Ngapa-ngapain, Pernah Alami?

ilustrasi kelelahan di pagi hari (unsplash.com/all_who_wander)
ilustrasi kelelahan di pagi hari (unsplash.com/all_who_wander)
Intinya sih...
  • Kurang tidur berkualitas bisa membuat tubuh tetap lelah meski sudah tidur lama
  • Terlalu lama duduk dan minim gerak dapat memicu rasa pegal dan lemas
  • Pola makan kurang seimbang dapat membuat energi naik cepat lalu turun drastis
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah gak sih kamu ngerasa capek seharian, padahal lagi gak melakukan aktivitas fisik berat? Bangun tidur badan rasanya gak segar, siang sudah lelah, malam malah makin drop. Kalau dipikir-pikir, kamu paling cuma duduk, scrolling, atau rebahan.

Faktanya, banyak anak muda merasakan hal ini, terutama di tengah gaya hidup modern yang serba cepat tapi minim gerak. Rasa capek yang muncul tanpa aktivitas berat sering dianggap sepele. Kalau dibiarkan, kelelahan ini bisa mengganggu produktivitas, mood, bahkan kesehatan mental. Ini dia lima sebab yang harus kamu perhatikan!

1. Kurang tidur berkualitas, bukan sekadar kurang jam

ilustrasi tidur (pexels.com/ Ivan Oboleninov)
ilustrasi tidur (pexels.com/ Ivan Oboleninov)

Tidur delapan jam tapi tetap bangun dalam kondisi lelah, bisa jadi kualitas tidur kamu bermasalah. Tidur berkualitas itu bukan cuma soal durasi aja, tapi juga soal seberapa dalam dan nyenyak kamu tidur. Kebiasaan main ponsel sebelum tidur, tidur dengan lampu menyala, atau jam tidur yang gak konsisten bisa ganggu kualitas tidur.

Akibatnya, tubuh tidak punya cukup waktu untuk memulihkan energi. Otak kamu pun jadi tetap capek, meski secara teknis kamu sudah tidur lama. Kalau kamu sering terbangun di malam hari atau bangun dengan perasaan tidak segar, ini bisa jadi alasan kenapa kamu gampang lelah meski tidak banyak aktivitas.

2. Terlalu lama duduk dan minim gerak

ilustrasi bekerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
ilustrasi bekerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Fakta yang sedikit diketahui orang, terlalu sedikit bergerak justru bisa bikin tubuh lebih cepat lelah. Duduk terlalu lama, entah saat kerja, kuliah, atau rebahan sambil nonton, bikin sirkulasi darah jadi kurang optimal. Otot-otot tubuh jadi kaku dan tidak aktif, yang akhirnya memicu rasa pegal dan lemas.

Nah, tubuh manusia sebenarnya dirancang untuk bergerak. Saat kamu jarang bergerak, metabolisme melambat dan pasokan oksigen ke otot serta otak jadi berkurang. Itulah sebabnya kamu bisa merasa capek meski seharian hanya kebanyakan duduk saja.

3. Pola makan kurang seimbang

ilustrasi paket makan hemat (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
ilustrasi paket makan hemat (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Apa yang kamu makan sangat berpengaruh pada energi harian. Kalau kamu terlalu sering makan makanan tinggi gula, karbohidrat olahan, atau makanan instan, bisa bikin energi naik cepat lalu turun drastis. Efeknya, kamu gampang merasa lemas, ngantuk, dan sulit fokus meski gak melakukan aktivitas berat.

Kurangnya asupan protein, serat, dan mikronutrien juga bisa jadi pemicu. Tubuh butuh bahan bakar yang tepat agar bisa berfungsi optimal. Kalau kamu sering skip makan, makan tidak teratur, atau bergantung pada kopi, jangan heran kalau tubuh cepat merasa capek tanpa alasan yang jelas.

4. Kelelahan mental dan overthinking

ilustrasi overthinking (pexels.com/mart-production)
ilustrasi overthinking (pexels.com/mart-production)

Capek bukan cuma soal fisik. Pikiran yang terus bekerja tanpa henti juga bisa menguras energi. Overthinking, stres, cemas berlebihan, atau tekanan pekerjaan dan sosial membuat otak selalu dalam mode siaga. Meski tubuh diam, pikiran kamu sebenarnya sedang bekerja keras.

Kelelahan mental sering ditandai dengan sulit fokus, cepat emosi, dan rasa capek yang tak hilang meski sudah istirahat. Scrolling media sosial tanpa henti juga bisa memperparah kondisi ini karena otak terus menerima stimulus baru. Tanpa disadari, energi mental kamu habis bahkan sebelum melakukan aktivitas apa pun.

5. Kurang terhidrasi dan terlalu banyak kafein

ilustrasi minum kopi (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi minum kopi (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Dehidrasi ringan saja sudah cukup bikin tubuh terasa lemas dan gak bertenaga. Banyak yang merasa sudah cukup minum karena sering ngopi atau minum teh, padahal tubuh tetap kekurangan air putih. Kurang cairan membuat volume darah menurun, sehingga oksigen dan nutrisi tidak tersalurkan optimal ke seluruh tubuh.

Di sisi lain, konsumsi kafein berlebihan juga harus diperhatikan. Awalnya memang bikin melek, tapi efek turunannya justru membuat tubuh lebih cepat lelah. Ketika efek kafein hilang, energi turun drastis dan kamu jadi makin lesu. Kalau begini terus, rasa lelah akan datang meski kamu merasa tak melakukan apa-apa.

Dengan lebih peka terhadap kebutuhan tubuh, kamu bisa pelan-pelan mengembalikan energi yang hilang. Mulailah dari tidur lebih teratur, minum air cukup, bergerak lebih sering, dan memberi jeda untuk pikiran. Jadi, kamu gak akan mudah capek lagi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

9 Inspirasi Dress dan Makeup Lamaran Indah Nada Puspita, Putih Anggun!

12 Jan 2026, 22:37 WIBLife