Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Trik Menghindari Kelelahan Emosional di Tempat Kerja

ilustrasi orang bekerja
ilustrasi orang bekerja (pexels.com/ Tima Miroshnichenko)
Intinya sih...
  • Punya batasan kerja yang jelas.
  • Manfaatkan waktu istirahat dengan baik.
  • Jangan lupa merawat diri.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jadwal kerja yang padat dan tugas yang tidak ada habisnya bisa membuat badan maupun pikiran jadi cepat merasa capek. Meski begitu, kamu tetap harus menjalani hari seperti biasa, tetap mengerjakan pekerjaan, dan rutinitas harian tetap berjalan dari pagi sampai selesai. 

Kelelahan emosional biasanya muncul secara perlahan dan tidak langsung terasa karena aktivitas harian tetap harus berjalan seperti biasanya. Pekerjaan tetap selesai, tapi prosesnya terasa lebih berat, respons terhadap tugas jadi lebih lambat, dan pikiran lebih sering penuh meski jumlah kerjaan sebenarnya tidak bertambah. 

Berikut beberapa cara sederhana yang bisa kamu gunakan untuk membantu mengurangi kelelahan emosional di tempat kerja dan membuat rutinitas harian lebih tertata. 

1. Punya batasan kerja yang jelas

Orang memeriksa pekerjaan di atas meja
Orang memeriksa pekerjaan di atas meja (pexels.com/ Mikhail Nilov)

Sekarang ini, urusan kerja sangat mudah bercampur dengan waktu pribadi. Mulai dari chat kantor yang masuk di luar jam kerja, baca email sebelum tidur, bahkan masih urus pekerjaan yang muncul di akhir pekan. 

Kalau dibiarkan, setiap hari rasanya tidak pernah benar-benar selesai. Selain itu, hal ini juga membuat kamu merasa selalu siap kerja meski jam kerja sudah selesai. Sebenarnya untuk punya batasan kerja caranya cukup sederhana, seperti mematikan notifikasi setelah jam kerja, tidak membuka email kantor di malam hari, atau memisahkan akun pribadi dan untuk pekerjaan. 

Dengan menetapkan batasan yang jelas, kamu tidak perlu lagi cepat merasa lelah. Waktu bekerja dan istirahat sudah punya jadwalnya masing-masing.

2. Manfaatkan waktu istirahat dengan baik

Buku catatan di atas meja
Buku catatan di atas meja (pexels.com/ Nataliya Vaitkevich)

Gunakan waktu istirahat yang ada untuk benar-benar sepenuhnya rehat dari pekerjaan. Seperti hindari membuka chat kerjaan saat waktu makan atau tetap berada di depan layar meski sedang istirahat. 

Jika kamu tidak memanfaatkan waktu istirahat dengan benar, maka rasanya hanya pindah posisi bukan berhenti. Manfaatkan waktu istirahat dengan baik, seperti benar-benar tidak melihat layar meski hanya sebentar, pindah ruangan, atau hanya duduk tanpa mengurus pekerjaan. 

3. Jangan lupa merawat diri

Orang memegang pen
Orang memegang pen (pexels.com/ lil artsy)

Saat pekerjaan lagi padat, biasanya orang lebih banyak mengorbankan waktu tidur, makan, dan me time. Hasilnya, waktu tidur jadi berubah, makan seadanya, dan seharian lebih banyak duduk. 

Kondisi ini bikin tenaga cepat habis tanpa kamu sadari. Dengan tidur lebih teratur, tidak makan sembarangan, dan melakukan aktivitas fisik meski sebentar juga membantu mengembalikan energi. 

Jenis aktivitas fisik yang dilakukan tidak harus berat, bisa berupa jalan kaki sebentar, peregangan, atau sekadar berdiri dari kursi sudah cukup membantu. Saat kondisi badan jadi lebih terjaga, beban kerja biasanya akan terasa lebih ringan dan kamu tidak gampang lelah. 

4. Luangkan waktu untuk hobi

Orang menggambar
Orang menggambar (pexels.com/ Pavel Danilyuk)

Kalau hari-hari hanya diisi kerja dan istirahat singkat, kamu pasti akan cepat merasa bosan. Dengan melakukan hobi, hidup kamu jadi tidak lagi membosankan. Berbagai aktivitas sederhana bisa kamu lakukan, seperti membaca buku, memasak, menulis, berkebun, atau merawat tanaman. 

Aktivitas ini tidak perlu punya target tertentu. Dengan begitu, waktu berjalan lebih santai karena kamu tidak perlu memikirkan pekerjaan terus. 

5. Atur jadwal untuk relaksasi singkat

Orang berdiri samping meja
Orang berdiri samping meja (pexels.com/ MART PRODUCTION)

Kerja seharian bisa bikin badan jadi tegang tanpa disadari. Mulai dari duduk dalam waktu lama hingga posisi duduk yang tidak berubah. Kalau dibiarkan, tubuh lama-lama akan merasa tegang. 

Luangkan waktu sebentar untuk berhenti sejenak dan lakukan relaksasi. Tarik napas lebih pelan atau dengarkan musik tanpa gangguan. Untuk melakukan ini tidak perlu waktu lama, cukup lakukan aktivitas singkat untuk membantu agar kamu tidak lagi tegang. 

6. Buat lingkungan kerja yang nyaman

Orang mengetik di laptop
Orang mengetik di laptop (pexels.com/ Mikhail Nilov)

Lingkungan kerja juga berpengaruh ke kondisi sehari-hari. Meja kerja yang berantakan, ruangan pengap, dan kurang pencahayaan bisa bikin kerja jadi terasa lebih berat. Untuk mengatasi ini, kamu bisa mulai dari hal kecil. 

Seperti merapikan meja kerja, menyingkirkan barang yang tidak terpakai, atau menambah tanaman kecil. Dengan cara itu, ruangan kerja jadi lebih rapi dan nyaman. Hasilnya, bikin waktu kerja terasa lebih tertata dan tidak terlalu melelahkan.  

7. Buat prioritas tugas

Orang bekerja menggunakan laptop
Orang bekerja menggunakan laptop (pexels.com/ Ivan S)

Saat mendapatkan banyak tugas, semuanya terasa penting dan mendesak. Hasilnya, pikiran jadi cepat penuh karena harus memikirkan semuanya sekaligus. Akibatnya, kerja terasa berantakan dan cepat membuat lelah. 

Dengan membuat daftar tugas yang jelas dan sederhana, kamu akan merasa terbantu. Cara ini membantu agar kamu mengetahui tugas yang perlu dikerjakan terlebih dulu dan mana yang masih bisa nanti. Kamu bisa lebih fokus ke satu tugas dalam satu waktu dengan alur kerja yang jelas. 

Itulah beberapa trik yang bisa kamu gunakan agar terhindar dari kelelahan saat bekerja. Dengan menjaga ritme harian, aktivitas kerja tidak terasa terlalu berat karena pola sudah tertata baik. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Bukti Menafkahi Saja Belum Cukup untuk Jadi Orangtua yang Baik

07 Jan 2026, 23:33 WIBLife