Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Perbedaan Rukun Haji dan Umroh, Muslim Wajib Tahu!

5 Perbedaan Rukun Haji dan Umroh, Muslim Wajib Tahu!
ilustrasi ibadah haji dan umrah (pixabay.com/Konevi)
Intinya Sih

  • Haji wajib dilakukan sekali seumur hidup bagi Muslim yang mampu, sedangkan umrah bersifat sunah dan bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun.
  • Rukun haji mencakup ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sa’i, mencukur rambut, dan tertib; sementara rukun umrah hanya terdiri dari ihram, tawaf, sa’i, serta mencukur rambut.
  • Waktu pelaksanaan haji terbatas pada bulan Zulhijah selama beberapa hari, sedangkan umrah lebih fleksibel dan dapat dilakukan sepanjang tahun kecuali pada waktu tertentu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sebagai umat Islam, kita pasti sering mendengar tentang ibadah haji dan umrah. Keduanya merupakan perjalanan spiritual yang penting dalam kehidupan seorang Muslim, namun seringkali ada kebingungan tentang perbedaan di antara keduanya. Mari kita bahas bersama!

Rukun haji adalah serangkaian ibadah yang dilakukan dalam waktu tertentu, terutama pada bulan Zulhijah. Ibadah ini wajib dilakukan sekali seumur hidup bagi yang mampu. 

Dalam hadist HR Muslim, Rasulullah SAW bersabda, 

 “Wahai manusia! Sungguh Allah telah mewajibkan haji atas kamu sekalian, maka kerjakanlah haji” (HR Muslim).

Sementara itu, Umrah adalah ibadah yang dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun kecuali pada waktu-waktu tertentu, terutama selama pelaksanaan haji. Umrah itu gak wajib dilakukan, tetapi sangat dianjurkan sebagai bentuk ibadah tambahan. Untuk lebih jelasnya, kita bisa menyimak perbedaan rukun haji dan umrah berikut!

Table of Content

1. Tujuan ibadah haji dan umrah

1. Tujuan ibadah haji dan umrah

ilustrasi ka'bah (pixabay.com/Abdullah_Shakoor)
ilustrasi ka'bah (pixabay.com/Abdullah_Shakoor)

Rukun haji merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilakukan sekali seumur hidup oleh setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Tujuan dari rukun Haji adalah untuk melaksanakan serangkaian ibadah di Mekah selama periode waktu tertentu, yang meliputi Tawaf, Sa'i, Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah, dan melempar Jumrah. Tujuan utama lainnya adalah tanda takwa pada Allah SWT, mengharap rida-Nya, dan wujud syukur pada-Nya. 

Sementara itu, tujuan Umrah adalah untuk melakukan Tawaf di sekitar Ka'bah dan Sa'i antara bukit Safa dan Marwah di Masjidil Haram. Umrah dapat dilakukan kapan saja selama tahun, tidak terikat waktu tertentu, dan dapat dilakukan secara mandiri atau bersamaan dengan ibadah Haji.

Tujuan ibadah Haji dan Umrah tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 189,

“Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syi‘ar (agama) Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa‘i antara keduanya. Dan barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.”

2. Perbedaan hukum haji dan umrah

ilustrasi jemaah Umrah yang ada di Mekkah (pixabay.com/Abdullah_Shakoor)
ilustrasi jemaah Umrah yang ada di Mekkah (pixabay.com/Abdullah_Shakoor)

Haji adalah ibadah yang hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial. Artinya, jika kamu memenuhi syarat-syarat tersebut, kamu wajib melaksanakan Haji setidaknya sekali seumur hidup. Haji menjadi salah satu dari lima rukun Islam yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim yang mampu, jadi penting banget untuk kita laksanakan.

Hal ini tertuang dalam surat Ali Imran ayat 97, 

“Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”

Di sisi lain, Umrah adalah ibadah yang hukumnya sunah, yang berarti sangat dianjurkan tapi gak wajib. Umrah bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun dan menjadi kesempatan bagus untuk mendapatkan pahala dan mendekatkan diri kepada Allah. Meskipun tidak wajib, banyak orang yang berusaha melakukan umrah karena manfaat spiritual dan kebahagiaan yang didapatkan dari pengalaman tersebut.

3. Perbedaan rukun haji dan umrah

ilustrasi jemaah haji (pixabay.com/rahimgmz)
ilustrasi jemaah haji (pixabay.com/rahimgmz)

Menukil dari buku Tuntunan Praktis Manasik Haji dan Umrah karya Rochmat Annasih, terdapat perbedaan rukun haji dan umrah. Rukun haji terdiri dari enam perkara penting yang harus kita lakukan. Dimulai dengan niat ihram, yaitu niat memulai ibadah haji dengan mengenakan pakaian ihram. Kedua, wukuf di Arafah, yang berarti berdiam di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah. Ketiga, tawaf, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali. Keempat, sa'i, yakni berjalan di antara bukit Shafa dan Marwah. Kelima, mencukur atau memotong sebagian rambut sebagai tanda kita menyelesaikan ibadah. Terakhir, tertib, yaitu melaksanakan semua rukun tersebut secara berurutan.

Sementara itu, rukun umrah lebih sederhana. Rukun umrah terdiri dari niat ihram, tawaf, sa'i, dan mencukur atau memotong rambut. Jadi, yang membedakan antara haji dan Umrah adalah adanya wukuf di Arafah dan tertib dalam rukun Haji, sedangkan umrah tidak memerlukan wukuf di Arafah dan bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun.

4. Perbedaan kewajiban haji dan umrah

ilustrasi ibadah umrah (unsplash.com/Sam Riz)
ilustrasi ibadah umrah (unsplash.com/Sam Riz)

Menjalankan kewajiban secara runut dalam ibadah haji dan umrah merupakan bagian penting dari ritual manasik. Meski meninggalkan kewajiban ini gak membatalkan ibadah Haji atau Umrah, namun harus membayar denda sebagai ganti rugi. Itulah mengapa kita harus memperhatikannya dengan saksama. 

Dalam ibadah haji, terdapat lima kewajiban yang harus dilakukan. Pertama, mengucapkan niat ihram dari miqat. Kedua, mabit atau menginap di Muzdalifah pada malam tanggal 10 Zulhijah. Ketiga, mabit atau menginap di Mina pada malam tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Keempat, melempar jumrah. Dan kelima, tawaf wada' atau perpisahan sebelum meninggalkan tanah suci Mekah.

Sementara dalam ibadah Umrah, kewajiban hanya terdiri dari dua aktivitas. Pertama, ihram dari miqat. Dan kedua, menjauhi semua larangan ihram.

5. Perbedaan waktu pelaksanaan haji dan umrah

ilustrasi ibadah haji dan umrah (pexels.com/GLady)
ilustrasi ibadah haji dan umrah (pexels.com/GLady)

Haji hanya dapat dilakukan pada bulan Zulhijah, tepatnya mulai tanggal 9 sampai 13 Zulhijah. Ini adalah periode khusus di kalender Islam di mana umat Muslim dari seluruh dunia berkumpul di Makkah untuk melaksanakan ibadah haji. Prosesnya memakan waktu yang cukup lama, biasanya sekitar 4 sampai 5 hari, karena melibatkan berbagai ritual seperti wukuf di Arafah, melempar jumrah, dan lainnya.

Di sisi lain, umrah lebih fleksibel dalam hal waktu. Kamu bisa melakukan umrah kapan saja sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari tertentu yang dimakruhkan seperti hari Arafah, hari nahar, dan tiga hari tasyrik menurut Abu Hanifah. Umrah juga relatif lebih singkat, hanya membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam untuk menyelesaikan semua rukun, mulai dari ihram, tawaf, sa'i, hingga mencukur atau memotong rambut.

Meskipun ada perbedaan dalam rukun-rukunnya, baik haji maupun umrah sama-sama memiliki tujuan yang mulia, yaitu mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan keimanan kita. Jadi, sekarang sudah lebih paham kan, perbedaan antara rukun haji dan umrah?

FAQ Seputar Perbedaan Rukun Haji dan Umroh

Apa saja rukun-rukun yang wajib dipenuhi dalam ibadah haji?

Rukun haji terdiri dari 6 hal, yaitu: Niat ihram, Wukuf di Arafah, Tawaf Ifadhah, Sa'i, Tahallul (mencukur rambut), dan tertib (dilakukan secara berurutan).

Apa saja rukun yang wajib dipenuhi dalam ibadah umrah?

Rukun umrah hanya terdiri dari 5 hal, yaitu: Niat ihram, Tawaf, Sa'i, Tahallul, dan tertib. Rukun umrah sama sekali tidak melibatkan prosesi wukuf di Arafah.

Jadi, apa satu rukun tunggal yang menjadi pembeda utama antara haji dan umrah?

Pembeda utamanya adalah Wukuf di Arafah. Wukuf merupakan jantungnya ibadah haji (al-hajju 'arafah), sementara dalam ibadah umrah tidak ada ritual wukuf. Jemaah umrah langsung menuju Masjidil Haram untuk tawaf setelah mengambil miqat.

Apa konsekuensi hukumnya jika salah satu rukun tersebut ditinggalkan oleh jemaah?

Baik dalam haji maupun umrah, jika ada salah satu rukun yang terlewat atau tidak dikerjakan, maka ibadahnya menjadi tidak sah. Rukun tidak bisa diganti atau ditebus dengan membayar denda (dam), sehingga jemaah wajib mengulanginya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Eddy Rusmanto
Delvia Y Oktaviani
3+
Eddy Rusmanto
EditorEddy Rusmanto

Related Articles

See More