Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sering Overthinking? 6 Buku Ini Bisa Bikin Kamu Lebih Tenang
ilustrasi seorang wanita yang sedang membaca buku (pexels.com/cottonbro studio)
  • Artikel membahas fenomena overthinking yang membuat pikiran terasa penuh dan menawarkan enam buku self help untuk membantu pembaca menemukan ketenangan batin.
  • Setiap buku memberikan pendekatan berbeda, mulai dari mindfulness, refleksi diri, hingga cara melepaskan masa lalu agar pikiran lebih tenang dan fokus.
  • Buku-buku karya Nick Trenton, Renuka Gavrani, Joseph Nguyen, serta S.J. Scott & Barrie Davenport menekankan pentingnya memahami pikiran dan menciptakan rutinitas mental yang lebih sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Overthinking sering datang tanpa disadari. Awalnya cuma memikirkan satu hal kecil, lalu tiba-tiba kepala terasa penuh dengan berbagai kemungkinan, kekhawatiran, dan skenario yang belum tentu terjadi. Akibatnya, kita jadi sulit tenang, susah fokus, bahkan kelelahan secara emosional karena pikiran tidak pernah benar-benar berhenti bekerja.

Kalau kamu sedang berada di fase seperti itu, ada enam rekomendasi buku self help untuk mengatasi overthinking ini. Lewat bahasa yang ringan dan relatable, setiap buku menawarkan cara berbeda untuk menghadapi pikiran yang terlalu ramai. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

1. Stop Overthinking — Nick Trenton

cover buku Stop Overthinking (amazon.com)

Buku ini membahas kebiasaan overthinking dari akar masalahnya mulai dari kecemasan, self-doubt, sampai kebiasaan memikirkan hal yang belum tentu terjadi. Nick Trenton menjelaskan bagaimana pola pikir negatif bisa membuat seseorang terus terjebak dalam siklus khawatir yang melelahkan.

Yang menarik, buku ini tidak hanya menjelaskan teori, tapi juga memberikan teknik praktis untuk menenangkan pikiran. Mulai dari mindfulness, manajemen emosi, sampai cara menghentikan pikiran berulang yang tidak produktif. Bahasanya ringan dan langsung ke inti masalah, cocok untuk pembaca yang ingin bantuan praktis tanpa penjelasan yang terlalu rumit.

2. The Art of Being Alone — Renuka Gavrani

cover buku The Art of Being Alone (amazon.com)

Buku ini mengajak pembaca melihat kesendirian dari sudut pandang yang berbeda. Banyak orang takut sendirian karena merasa kesepian, padahal waktu sendiri sebenarnya bisa menjadi ruang untuk memahami diri dan menemukan ketenangan batin.

Renuka Gavrani menulis dengan gaya yang lembut dan reflektif, membuat pembaca merasa ditemani. Buku ini cocok untuk overthinker yang sering merasa gelisah saat sendiri, karena perlahan mengajarkan bahwa menikmati kesendirian bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan bagian penting dari proses mengenal diri sendiri.

3. The Art of Self-Therapy — Nick Trenton

cover buku The Art of Self-Therapy (amazon.com)

Buku ini terasa seperti panduan sederhana untuk memahami dan mengobrol dengan diri sendiri. Nick Trenton menjelaskan bagaimana pikiran, emosi, dan pengalaman masa lalu bisa memengaruhi cara kita bereaksi terhadap kehidupan sehari-hari.

Melalui berbagai latihan refleksi dan teknik sederhana, pembaca diajak belajar mengenali pola pikir yang merusak diri sendiri. Buku ini tidak menggantikan terapi profesional, tetapi bisa membantu pembaca lebih sadar terhadap kondisi emosinya dan mulai membangun kebiasaan mental yang lebih sehat.

4. The Art of Letting Go — Nick Trenton

cover buku The Art of Letting Go (amazon.com)

Kadang overthinking muncul karena kita sulit melepaskan sesuatu, entah masa lalu, penyesalan, ekspektasi, atau rasa sakit tertentu. Buku ini membahas bagaimana keterikatan emosional bisa membuat pikiran terus sibuk dan sulit merasa damai.

Nick Trenton mengajak pembaca memahami bahwa melepaskan bukan berarti menyerah, tetapi memberi ruang untuk diri sendiri agar bisa bergerak maju. Dengan pendekatan yang sederhana dan realistis, buku ini cocok untuk siapa saja yang sedang belajar berdamai dengan hal-hal yang tidak bisa dikendalikan.

5. Don’t Believe Everything You Think — Joseph Nguyen

cover buku Don't Believe Everything You Think (amazon.com)

Buku ini punya pesan dimana tidak semua pikiran kita adalah fakta. Joseph Nguyen menjelaskan bahwa banyak penderitaan emosional sebenarnya muncul karena kita terlalu percaya pada isi kepala sendiri tanpa mempertanyakannya.

Dengan gaya penulisan yang tenang dan mudah dipahami, buku ini membantu pembaca melihat pikiran dari jarak tertentu. Alih-alih terus melawan overthinking, pembaca diajak memahami bahwa pikiran hanyalah bagian dari pengalaman manusia dan tidak semuanya harus dipercaya atau diikuti.

6. Declutter Your Mind — S.J. Scott & Barrie Davenport

cover buku Declutter Your Mind (amazon.com)

Sesuai judulnya, buku ini membahas cara membersihkan pikiran dari kekacauan mental yang bikin stres dan sulit fokus. Penulis menjelaskan bagaimana kebiasaan multitasking, kecemasan, dan informasi berlebihan bisa membuat otak terasa penuh.

Buku ini menawarkan langkah-langkah praktis untuk menyederhanakan hidup dan mengurangi beban mental, mulai dari mengatur prioritas hingga menciptakan rutinitas yang lebih tenang. Cocok untuk pembaca yang merasa pikirannya terlalu ramai dan ingin hidup dengan lebih ringan.

Semoga enam rekomendasi buku self help untuk mengatasi overthinking ini bisa menjadi teman yang membantu kamu merasa sedikit lebih tenang. Siapa tahu, dari satu halaman yang kamu baca, ada sudut pandang baru yang membuat hidup terasa lebih ringan dan kepala tidak lagi terlalu ramai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team