5 Rekomendasi Buku Self Help di Awal Tahun Terbaik dari Maudy Ayunda

- Better Than Before: Mastering The Habits Of Our Everyday Lives
- Build The Live You Want
- Glucose Revolution
Di awal tahun semangat memperbaiki diri biasanya masih sangat menggebu-gebu. Kamu ingin menurunkan berat badan, berhenti merokok, hingga mewujudkan mimpi-mimpi yang tertunda. Untuk itu, kamu perlu mengenal self-help, upaya seseorang menolong dirinya sendiri dalam mengatasi masalah, mengembangkan diri, atau meningkatkan kesejahteraan.
Upaya self-help ini dapat dilakukan sendiri menggunakan literatur panduan. Salah satunya, dengan membaca deretan buku non fiksi yang secara sistematis memberimu peta jalan menuju hidup yang lebih baik. Untungnya, Maudy Ayunda, aktris berprestasi yang dikenal pintar akademis dan hobi baca, sudah punya nih, rekomendasinya untukmu!
1. Better Than Before: Mastering The Habits Of Our Everyday Lives

Salah satu kunci penting dalam membangun diri yang lebih baik adalah dengan membangun banyak kebiasaan baik di keseharian. Buku karya penulis asal Amerika ini membedah cara paling ideal bagi setiap individu dalam membangun kebiasaan baik. Pertama-tama, pembaca diajak untuk terlebih dahulu menganalisis pola kebiasaan masing-masing individu melalui The Fourth Tendencies Framework.
Menurut Gretchen Rubin, kamu bisa mulai dari mengganti kata ‘mengubah’ menjadi ‘membangun’ kebiasaan. Sebab, mengubah lebih identik dengan sesuatu yang bersifat drastis. Padahal, membangun kebiasaan bisa dimulai dari langkah kecil, tapi konsisten. Selain itu, buku ini juga menjelaskan, mengubah kebiasaan memang tidak mudah, butuh kerja keras, self-control, dan konsistensi.
2. Build The Live You Want

Jika salah satu resolusi kamu di tahun baru adalah menemukan makna kebahagiaan, buku berjudul Build Live You Want ini wajib masuk daftar bacaan. Duo penulis buku ini mengangkat konsep pendekatan intensional untuk mencapai kebahagiaan. Mereka percaya bahwa sebenarnya kebahagiaan itu bisa kita ciptakan dan kita sendiri yang memiliki kontrolnya.
Pelajaran pertama, kebahagiaan itu arah bukan tujuan. Kebahagiaan datang saat kita menerima hal-hal buruk yang terjadi merupakan bagian dari hidup. Kedua, kebahagiaan adalah sebuah hasil dari membangun kebiasaan yang meaningfull, meliputi nilai yang kita percaya, keluarga, teman, dan pekerjaan (tidak harus jabatan, tapi perasaan menjadi bermanfaat). Ketiga, lihatlah emosi kamu sebagai sinyal.
3. Glucose Revolution

Buku rekomendasi dari Maudy Ayunda satu ini cocok jadi panduan self-help untuk kamu yang ingin diet atau benar-benar memulai gaya hidup sehat. Buku satu ini membahas musuh bagi kebanyakan orang, yakni gula, serta tips untuk menjaga keseimbangan gula darah. Bocoran dari buku ini ternyata kita tidak harus mencegah makan gula sepenuhnya.
Saat terus ingin makan manis, bukan berarti tekadmu lemah, tapi gula darahmu bisa jadi memang menurun drastis. Tubuh sering kali kasih sinyal, setelah makan karbo, terjadi lonjakan gula darah, dan insulin terkadang menyerapnya secara berlebihan. Di sisi lain, lonjakan gula darah tetap bisa kamu kontrol. Kamu harus makan dengan gizi seimbang (tidak hanya karbo) dan makan berdasarkan urutan dianjurkan.
4. Filosofi Teras

Buku yang berkaitan dengan self-help lainnya yang Maudy bahas adalah Filosofi Teras. Ilmu filsafat ini juga dikenal sebagai Filosofi Stoa, sebuah filsafat klasik dari zaman Yunani Kuno yang masih sangat relevan untuk kehidupan kita sekarang. Menurut Maudy, buku ini bisa jadi pedoman untuk membentuk mental yang tangguh dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan.
Salah satu insight menarik dari Maudy yang ada di buku ini, mengenai kekuatan positive thinking. Sedikit bertentangan, di Filosofi Teras dijelaskan positive thinking itu bisa menipu pikiran, seolah sudah mencapai tujuan. Pola pikir ini bisa melemahkan diri mencapai tujuan. Jadi, seimbangkan positive thinking dan konsekuensi negatif dengan menerapkan mental-contrasting.
5. The Let Them Theory

Menurut Maudy, melalui buku ini kamu akan diberi tahu bahwa ada banyak hal dalam hidup yang tidak perlu diperbaiki, dijelaskan, atau pertahankan sekuat tenaga. Kamu bisa belajar untuk berpikir seperti, “biarkan saja mereka pergi” atau “biarkan saja mereka tidak menyukaimu” dan “biarkanlah mereka berpikir seperti apa yang mereka mau”.
Jadi, kalau kamu sedang berjuang untuk mengatasi cara menetapkan batasan diri, overthinking, atau rasa ingin dikontrol maupun mengontrol. Buku ini bisa jadi penolong kamu untuk bisa merasa lebih tenang melepaskan. Ada tiga poin penting yang Maudy garis bawahi di buku ini, pertama bersahabat dengan perbandingan.
Kedua, biarkan orang lain pergi dan jangan dilihat sebagai sebuah penolakan. Bukan artinya kamu gagal dalam mempertahankan mereka, justru karena kamu menghargai perjalanan masing-masing. Poin terakhir yang tak kalah penting adalah biarkan orang lain menghakimi, karena hidup bukan ajang persetujuan.
Deretan rekomendasi buku dari Maudy Ayunda di atas bisa kamu pertimbangkan sebagai panduan untuk menjalankan self-help menuju hidup yang lebih baik. Mulai dari belajar membangun kebiasaan baik harian yang efektif, mendefinisikan kembali bahwa kebahagiaan bukan dari berhasil tidaknya sebuah pencapaian, dan bertemanlah dengan masalah dengan lebih bijak. Selain itu, juga belajar merelakan hal-hal yang hanya akan membuang waktu untuk menjadi versi terbaik diri.











.jpg)






