Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Rekomendasi Novel dengan Karakter Autistik yang Sangat Relate
ilustrasi orang baca buku (pixabay.com/terski-5330276)
  • Lima novel direkomendasikan karena menampilkan karakter autistik dengan representasi yang akurat dan empatik, hasil riset mendalam atau pengalaman pribadi penulisnya.
  • Setiap tokoh utama menunjukkan cara unik menghadapi dunia—mulai dari pekerjaan, hubungan sosial, hingga situasi ekstrem—dengan perspektif neurodivergen yang kuat.
  • Artikel juga memberi tips sederhana untuk pembaca agar menjaga kenyamanan sensorik saat membaca cerita intens, seperti beristirahat dan menciptakan suasana tenang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Membaca karya fiksi sering kali menjadi cara yang lebih menyenangkan untuk memahami dinamika sosial dan emosional yang dialami oleh individu di spektrum autisme. Melalui narasi yang kuat, kita bisa melihat bagaimana karakter-karakter ini menavigasi dunia, memecahkan misteri, hingga menghadapi tantangan di lingkungan kerja dengan cara pandang yang unik.

Banyak dari penulis buku ini melakukan riset mendalam atau bahkan menulis berdasarkan pengalaman pribadi agar representasi yang ditampilkan tetap akurat dan tidak terjebak pada stereotip belaka.

1. The Maid oleh Nita Prose

The Maid oleh Nita Prose (amazon.com)

Novel ini mengikuti kisah Molly Gray, seorang pelayan hotel yang sangat mencintai keteraturan dan tata krama, namun sering kali salah menangkap isyarat sosial dari orang lain. Meskipun autisme tidak disebutkan secara eksplisit, karakter Molly memberikan gambaran yang sangat akurat tentang bagaimana seseorang dengan fokus detail yang luar biasa bisa menyelesaikan masalah besar di tempat kerjanya.

2. The Curious Incident of the Dog in the Night-Time oleh Mark Haddon

The Curious Incident of the Dog in the Night-Time oleh Mark Haddon (amazon.com)

Buku ini merupakan salah satu fiksi paling populer yang menggunakan sudut pandang Christopher John Francis Boone, seorang remaja yang sangat jenius dalam matematika namun kewalahan dengan interaksi manusia. Melalui cara bercerita yang unik, pembaca diajak masuk ke dalam pikiran Christopher yang sangat logis dan melihat bagaimana dia memproses stimulasi sensorik yang berlebihan di sekitarnya.

3. Convenient Store Woman oleh Sayaka Murata

Convenience Store Woman karya Sayaka Murata (dok. Amazon/Sayaka Murata)

Keiko Furukura, sang tokoh utama, merasa paling aman dan berfungsi dengan baik ketika berada di dalam sistem minimarket yang memiliki aturan kerja sangat jelas. Novel asal Jepang ini sangat relevan bagi pekerja autistik yang merasa bahwa struktur dan rutinitas kerja adalah penyelamat mereka dari kebingungan ekspektasi sosial yang tidak tertulis di luar sana.

4. On the Edge of Gone oleh Corinne Duyvis

On the Edge of Gone oleh Corinne Duyvis (amazon.com)

Ditulis oleh penulis yang juga autistik, novel bergenre fiksi ilmiah ini menampilkan Denise yang harus bertahan hidup di tengah ancaman kiamat. Ceritanya sangat luar biasa dalam menggambarkan bagaimana kecemasan dan kebutuhan sensorik Denise tetap ada bahkan di situasi darurat, memberikan representasi yang sangat jujur tentang ketangguhan individu neurodivergen.

5. Get a Life, Chloe Brown oleh Talia Hibbert

Get a Life, Chloe Brown oleh Talia Hibbert (amazon.com)

Dalam novel romansa kontemporer ini, Chloe Brown adalah seorang desainer web yang mengidap penyakit kronis dan menunjukkan banyak ciri kepribadian neurodivergen yang sangat teratur. Penulisan Talia Hibbert yang cerdas menunjukkan bagaimana seorang profesional yang sangat teliti dan kaku dalam jadwalnya tetap bisa menjalin hubungan dan berkarier dengan sukses sesuai caranya sendiri.

Jika kamu merasa mulai overstimulated setelah tenggelam dalam alur cerita yang intens atau tumpukan teks yang panjang, segera tutup bukumu dan biarkan matamu beristirahat dari segala fokus visual. Carilah sudut ruangan yang tenang dan gunakan teknik kompresi ringan pada tangan atau bahu untuk membantu memberikan rasa aman pada tubuhmu.

Menghirup aroma terapi yang menenangkan atau sekadar mendengarkan suara alam tanpa musik bisa membantu meredakan ketegangan saraf setelah memproses imajinasi yang kompleks. Jangan memaksa untuk menyelesaikan bacaan dalam satu waktu; memberikan jeda adalah cara terbaik agar pesan dalam cerita tersebut bisa terserap dengan lebih mendalam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team