Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Tips Berburu Takjil Tanpa Nyampah, Lebih Ramah Lingkungan dan Bijak
ilustrasi membeli takjil gorengan (vecteezy.com/Dani Iksan)
  • Artikel ini membahas cara berburu takjil saat Ramadan agar tetap seru tanpa menambah sampah plastik, dengan fokus pada kebiasaan ramah lingkungan dan pengurangan limbah.
  • Ditekankan pentingnya membawa wadah sendiri, membeli secukupnya, serta menolak kantong atau alat makan plastik dari penjual untuk mengurangi jejak sampah.
  • Pembaca diajak memilih penjual yang memakai kemasan ramah lingkungan seperti kertas atau daun pisang guna mendukung perubahan positif bagi kelestarian bumi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bulan Ramadan memang identik dengan kegiatan berburu takjil dan buka puasa bersama. Setiap sore, deretan pedagang yang menjual takjil akan ramai dikunjungi orang-orang yang ingin berbuka dengan camilan gurih, manis, dan segar. Namun kalau gak hati-hati, kegiatan seru ini bisa bikin sampah plastik menggunug dan membuat lingkungan menjadi kotor, lho.

Tenang, dalam artikel ini akan dibagikan empat cara yang bisa kamu lakukan saat berburu takjil agar tidak meninggalkan jejak sampah plastik berlebih dan tetap menyenangkan. Penasaran dengan caranya? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini dan segera praktikkan di hari pertama puasa nanti, ya!

1. Bawa wadah dan tumbler sendiri untuk membungkus takjil

ilustrasi tepak makan pribadi untuk takjil (pexels.com/Katerina Holmes)

Langkah pertama yang wajib dilakukan saat berburu takjil tanpa nyampah adalah dengan membawa wadah dan tumbler sendiri dari rumah. Meski terlihat sederhana, langkah kecil ini bisa berdampak besar bagi lingkungan sekitar jika dilakukan selama 30 hari penuh di bulan Ramadan.

Cukup siapkan kotak makan kedap udara berukuran sedang sebagai tempat untuk aneka gorengan atau camilan yang kamu beli. Jika berencana memberi kolak, kamu bisa menempatkannya pada toples kecil yang terbuat dari kaca dengan tutup yang rapat. Untuk minuman segar, kamu bisa meletakkannya dalam tumbler agar sensasi dinginnya lebih tahan lama. Dengan cara ini kamu juga bisa lebih hemat karena tidak perlu terus-menerus bergantung pada kemasan plastik setiap kali membeli takjil.

2. Beli takjil secukupnya saja dan usahakan jangan kalap

ilustrasi aneka takjil (vecteezy.com/Dani Iksan)

Saat berburu takjil, kamu memang akan melihat beragam camilan mulai dari gorengan, jajanan pasar, hingga aneka kue basah. Semuanya memang tampak lezat karena tubuh kita sedang dalam kondisi lapar dan menahan haus. Untuk mengurangi potensi makanan terbuang, kamu bisa merencanakan terlebih dahulu apa yang ingin dibeli sebelumnya.

Misalnya, kamu hari ini berencana membeli satu gorengan, satu kue basah, satu nasi, dan satu minuman. Dengan menentukan pilihan sejak awal, kamu bisa tetap menikmati takjil favoritmu tanpa harus kalap dan mencemari lingkungan karena sisa takjil yang tak habis dimakan.

3. Tolak pemberian kantong atau peralatan makan plastik dari penjual

ilustrasi sendok plastik pada puding (pexels.com/SAULO LEITE)

Menolak pemberian kantong atau peralatan makan plastik dari penjual adalah cara sederhana yang sangat efektif untuk mengurangi sampah plastik di sekitar kita. Saat membeli takjil, bawa tas kain atau kotak makan sendiri sejak awal dan katakan dengan sopan kepada penjual bahwa kamu tidak memerlukan kantong atau sendok plastik darinya.

Banyak penjual yang kini sudah mulai memahami permintaan seperti ini, sehingga kamu tidak perlu merasa takut atau sungkan. Langkah ini juga bisa mengurangi akumulasi sampah plastik yang sulit terurai dan mencemari lingkungan. Dengan melakukan kebiasaan sederhana yang konsisten, kamu bisa memberikan contoh positif bagi orang yang ada di sekitarmu sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih.

4. Pilih penjual yang menggunakan kemasan ramah lingkungan

ilustrasi kue yang dibungkus daun pisang (vecteezy.com/Hussain Khan)

Selain membawa wadah atau tumbler sendiri, tak ada salahnya juga kamu membeli takjil dari penjual yang menggunakan kemasan ramah lingkungan. Ini bisa menjadi salah satu cara bijak untuk mendukung upaya dan praktik pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Utamakan untuk membeli dari penjual yang membungkus barang jualannya dengan kertas, daun pisang, atau wadah berbahan biodegradable yang mudah terurai. Selain lebih estetis, kemasan alami ini juga bisa mengurangi beban sampah plastik yang sulit diurai. Dengan membeli dari penjual seperti ini, secara tidak langsung kamu juga sedang mendorong perubahan positif di pasar, sehingga lebih banyak pedagang lain yang beralih ke kemasan ramah lingkungan.

Dengan mengikuti beberapa cara di atas, berburu takjil saat Ramadan tidak hanya menjadi kegiatan yang seru untuk dilakukan tetapi juga menjadi kesempatan setiap orang untuk saling menjaga lingkungan. Jika cara-cara di atas dilakukan secara konsisten, maka penurunan jumlah penumpukan sampah plastik bukan sekadar dongeng belaka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team