5 Tips Memangkas Tanaman Indoor Tanpa Mengurangi Estetika

- Kualitas alat pangkas berpengaruh besar saat melakukan pruning. Pastikan alat selalu steril dan tajam untuk mencegah luka pada tanaman.
- Pemangkasan pembersihan, penjarangan, dan titik tumbuh memiliki teknik potong yang berbeda sesuai tujuannya.
- Memotong dengan sudut 45 derajat melindungi tanaman dari pembusukan dan mempercepat regenerasi.
Memangkas tanaman hias indoor sering kali muncul dilema, di satu sisi kita ingin tanaman tetap sehat dan di sisi lain takut memangkas bisa menghilangkan estetika tanaman. Namun, kunci keberhasilan pemangkasan atau pruning adalah memahami struktur alami tanaman dan mengikuti pertumbuhannya.
Agar estetika tetap terjaga, kamu perlu tahu teknik memotong yang benar dan tepat. Karena salah dalam angle atau teknik pemotongan, gak hanya merusak estetika, tetapi juga memengaruhi kesehatan tanaman. Berikut beberapa tips memangkas tanaman indoor dengan tetap mempertahankan estetika.
1. Pastikan alat pemangkas memadai

Kualitas alat pangkas sering disepelekan, padahal sangat berpengaruh besar saat melakukan pruning. Alat pemotong yang terlalu tumpul atau berkarat bisa meninggalkan luka dan bakteri pada tanaman yang bisa jadi pintu pembawa penyakit.
Pastikan alat pemotong tanaman selalu dalam keadaan steril dan tajam. Kamu bisa mengelap mata pisau dengan alkohol atau cairan disinfektan sebelum melakukan pemotongan. Ini memastikan agar area potong tetap bersih dan mencegah bagian tanaman mengalami pembusukan atau luka pasca-pruning.
2. Kenali jenis pemangkasan

Mengenali jenis pemangkasan jadi proses penting untuk mengetahui tujuanmu memotong bagian tanaman tersebut untuk apa? Berikut beberapa teknik dan jenis pemangkasan yang paling sering digunakan.
Pemangkasan pembersihan: Fokus untuk membuang bagian yang mati agar nutrisi dari akar tertuju pada bagian tanaman yang sehat. Bagian tanaman yang dipotong adalah daun yang menguning atau kecokelatan dan batang yang sudah kering. Teknik memotong yang benar untuk tujuan pemangkasan ini adalah potong sedekat mungkin dengan batang utama agar semua bagian yang rusak bisa terpotong sempurna.
Pemangkasan penjarangan: Dilakukan untuk tanaman yang pertumbuhannya cepat dan tanaman terlihat rimbun. Sehingga bagian dalam tanaman cenderung gak terkena sinar matahari yang menyebabkan sirkulasi udara buruk. Cara pemangkasan penjarangan adalah dengan memotong beberapa cabang hingga ke pangkalnya untuk memberi ruang bernapas pada tanaman.
Pemangkasan titik tumbuh: Pemangkasan ini bertujuan supaya tanaman tumbuh rimbun ke samping, bukan sekadar tumbuh ke atas. Cara pemotongannya adalah dengan memangkas batang tepat pada titik tempat daun tumbuh. Ini akan memicu tumbuhnya dua tunas baru di bagian cabang daun.
3. Potong dengan sudut 45 derajat

Memotong tanaman dengan sudut 45 derajat dapat melindungi tanaman dari pembusukan dan mempercepat regenerasi. Permukaan porong yang miring memungkinkan air atau getah langsung jatuh ke tanah. Jika pemangkasan dilakukan rata, air akan menggenang di atas bekas bagian tanaman yang dipotong. Ini menciptakan lingkungan lembab yang ideal bagi jamur dan bakteri berkembang biak.
Sudut 45 derajat memberikan luka yang miring yang cenderung menutup lebih efisien dibandingkan dengan luka yang terpapar secara horizontal. Pemangkasan dengan teknik ini bisa mengarahkan getah dari batang atau daun menyentuh tunas baru yang cenderung sensitif.
4. Cukup pangkas seperempat dari total keseluruhan tanaman

Daun punya peran penting dalam proses fotosintesis untuk menghasilkan energi. Jika kamu memangkas terlalu banyak daun, maka tanaman akan kehilangan sebagian energinya. Hal ini membuat tanaman sulit tumbuh, memunculkan tunas baru, atau menyembuhkan luka dari bekas potongan.
Pemangkasan juga merupakan proses yang memicu stres pada tanaman. Walaupun hanya bersifat sementara, dengan hanya memangkas seperempat atau 25% bagian tanaman, akan menjaga keseimbangan hormon pertumbuhan. Namun, aturan memangkas seperempat bagian dari total keseluruhan tanaman bisa kamu langgar bila tanaman terserang hama atau penyakit secara masif.
5. Kenali waktu terbaik memangkas tanaman indoor

Kenali waktu terbaik memangkas tanaman agar tanaman tetap tumbuh dengan maksimal. Bagi sebagian besar tanaman indoor, waktu terbaik memangkas tanaman indoor adalah sekitar awal hingga pertengahan musim hujan. Pada waktu ini, intensitas cahaya mulai meningkat dan tanaman siap untuk bertumbuh.
Hindari memangkas tanaman di musim kemarau terik atau saat tanaman berbunga. Tunggu sampai bunga layu agar energi tanaman gak terbuang sia-sia. Lakukan pemangkasan di pagi hari, karena waktu ini tanaman sedang berada di kondisi optimal dan tanaman punya waktu sepanjang hari untuk recover dari luka.
Jangan lupa untuk mengecek dan mengobservasi tanaman pasca-pruning. Karena tanaman rentan terhadap hama. Hindari pemberian pupuk terlebih dahulu, berikan waktu pada tanaman untuk fokus dari penyembuhan luka.



















