Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Hal yang Harus Segera Dilakukan setelah Lebaran, Jangan Lengah!
ilustrasi termenung (pexels.com/Rizky Motion)

Dengan datangnya hari kemenangan pada 1 Syawal, artinya Ramadan telah pergi. Umat Islam tentu merasa antara lega sekaligus sedih. Lega karena sudah berusaha beribadah sebaik mungkin selama Ramadan.

Tak hanya dengan kamu menjalankan ibadah puasa. Namun, juga lebih disiplin menunaikan salat wajib maupun sunah, mengaji, dan berbagi. Semoga amal ibadahmu selama Ramadan diterima Allah SWT. Akan tetapi, sedihnya juga ada.

Dirimu harus menunggu sebelas bulan lagi untuk tiba di Ramadan berikutnya. Di tengah hiruk pikuk perayaan Idulfitri, jangan lengah. Ada banyak hal yang mesti segera dilakukan. Mulai dari sisi spiritual hingga finansial. Berikut poin-poinnya.

1. Menghitung total utang puasa dan sebisa mungkin segera menggantinya

ilustrasi terpejam (pexels.com/Ferdy Jayadi)

Bulan puasa memang telah berlalu. Akan tetapi, jika ada utang puasa maka tetap membayangimu. Sudah kewajibanmu untuk mengganti puasa yang ditinggalkan itu di bulan-bulan lainnya.

Memang Ramadan tahun depan masih lama. Akan tetapi, lebih cepat dirimu membayar utang puasa akan lebih baik. Kamu gak tahu kondisi kesehatan bahkan umurmu sedetik saja dari sekarang. Bukan berarti harus terburu-buru.

Lihat juga kondisi kesehatanmu yang terkadang drop selepas Idulfitri karena kecapekan serta makan yang tak terkontrol. Nanti begitu tubuh bugar kembali, jangan lupa buat mengganti utang puasamu satu per satu. Bila seluruh utang puasa sudah diganti, kamu gak ada beban lagi.

2. Puasa 6 hari di bulan Syawal

ilustrasi duduk merenung (pexels.com/Mulya Has)

Mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan hukumnya wajib. Namun, ada pula puasa selain Ramadan yang amat dianjurkan. Yaitu, puasa enam hari di bulan Syawal seusai Lebaran. Berpuasa enam hari di bulan ini akan diganjar dengan pahala seakan-akan dirimu berpuasa setahun penuh.

Puasa dapat dilakukan secara berturut-turut seperti Senin hingga Sabtu. Atau, tidak berurutan dan menyesuaikan dengan kemampuanmu. Kamu juga dapat memanfaatkan bulan Syawal untuk mengganti puasa wajib Ramadan yang ditinggalkan.

Atau, puasa sunah Senin Kamis. Pokoknya, total kamu berpuasa enam hari di bulan Syawal untuk mendapatkan keutamaannya. Seperti bulan lain, bulan Syawal juga panjang. Dengan pengaturan yang baik, ada waktu lebih dari cukup untukmu berpuasa enam hari saja.

3. Menata keuangan kembali

ilustrasi berhitung (pexels.com/olia danilevich)

Bukan rahasia lagi bahwa Lebaran sering kali bikin pengeluaran membengkak. Gak tanggung-tanggung. Gaji sebulan plus THR saja kadang masih kurang. Sampai tabungan yang dikumpulkan susah payah ikut digunakan buat keperluan mudik dan sebagainya.

Keadaan seperti ini harus cepat disadari, direm, serta diatur kembali. Jangan biarkan uang terus mengalir seakan-akan simpananmu tak terbatas. Nanti tahu-tahu saldo tinggal minimal dan kamu kebingungan.

Walaupun bulan depan dirimu gajian lagi, sadari bahwa untuk mengembalikan seluruh tabungan yang telanjur terpakai butuh waktu panjang. Lebih cepat kamu kembali ke pengaturan keuangan seperti bulan-bulan biasa lebih baik. Contohnya, Lebaran 2026 jatuh pada 21 Maret.

Kamu kembali ke rantau tanggal 24. Tanggal 25 dirimu sudah belanja seperti biasa. Jangan malah kamu masih kepikiran untuk membeli aneka pakaian baru buat berbagai acara halalbihalal non keluarga. Itu sama dengan terus membuka keran air, padahal tandon hampir kosong.

4. Menyiapkan diri untuk kembali ke rutinitas

Ilustrasi pria merenung di tempat kerja (freepik.com/freepik)

Selama-lamanya libur Lebaran bakal berakhir juga. Kerap kali malah libur selama apa pun gak terasa. Tahu-tahu saja sudah waktumu untuk kembali ke rantau dan bekerja. Ini lantaran dirimu sangat menikmati suasana kumpul keluarga.

Bahkan kamu sampai bersilaturahmi ke rumah saudara-saudara yang sebenarnya cukup jauh. Menyambung tali silaturahmi memang bagus. Namun, ingat bahwa begitu tanggal masuk kerja gak ada toleransi buat keterlambatan apalagi sampai bolos.

Jangan habiskan energimu di hari libur panjang Idulfitri. Apalagi mendekati waktumu kembali ke rantau dan beraktivitas normal. Nanti sampai di rumah justru dirimu kelelahan bahkan sakit. Sebaiknya waktu balik ke rantau gak terlalu mepet dengan jadwal masuk kerja.

5. Jaga ibadah dan perilaku terpuji seperti saat Ramadan

ilustrasi beribadah (pexels.com/Ragnala kamera)

Ini gak boleh terlupakan begitu saja mentang-mentang Ramadan sudah berlalu. Penting untukmu konsisten dalam beribadah serta melakukan berbagai kebaikan. Bukan sifatnya hanya musiman atau tepatnya satu bulan saja dalam setahun.

Apa-apa yang sudah coba dibiasakan selama Ramadan perlu dilanjutkan. Puasa wajib dapat diteruskan dengan puasa sunah selama gak ada halangan. Salat wajib tepat waktu dan salat sunah juga tetap dikerjakan.

Emosi diatur supaya tidak meledak-ledak. Kesabaran dipertahankan di tengah berbagai ujian hidup. Berbuat baik pada sesama pun dilakukan dengan keikhlasan. Kalau sebelas bulan selanjutnya semua amalan terjaga, di Ramadan tahun depan semoga dirimu akan menjadi lebih baik lagi sebagai hamba Allah SWT maupun pribadi dalam keseharian.

6. Merawat hubungan setelah bermaaf-maafan

ilustrasi pertemanan (pexels.com/Muhammad Dzaki Zaidan)

Ada satu kesalahan yang jamak dilakukan orang setiap usai Lebaran sehingga tali silaturahmi seperti putus nyambung. Itu adalah aksi saling bermaaf-maafan, berkunjung, atau berkomunikasi cuma dilakukan di hari Idulfitri. Habis itu kalian seakan-akan saling melupakan.

Kelak tahun depan hal yang sama kembali dilakukan. Tidak ada interaksi yang terjaga sepanjang tahun. Semuanya sifatnya hanya seremonial. Bermaaf-maafan di hari raya penting dan lebih baik daripada sama sekali tak dilakukan.

Namun, merawat hubungan di hari-hari selanjutnya tidak bisa diabaikan. Jangan ragu buatmu sesekali menghubungi saudara-saudara dan para kenalan. Sekadar tanya kabar serta mengobrol. Bila rumah kalian dekat juga bisa saling main.

Idulfitri bukan akhir dari segalanya. Seolah-olah segala yang berkaitan dengan Ramadan seperti buku tulis yang halamannya sudah habis. Buku itu tinggal ditutup dan diganti dengan buku baru. Ramadan serta Lebaran hanya satu bagian dari perjalananmu selama setahun. PR-mu masih banyak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy