Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Hal yang Bisa Kamu Persiapkan Saat Akan Menjadi Ibu Muda
ilustrasi ibu muda (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Artikel menyoroti tantangan menjadi ibu muda, termasuk rasa khawatir dan kurang percaya diri dalam merawat bayi serta menjalankan peran baru di rumah tangga.
  • Ditekankan pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan finansial agar ibu muda lebih tenang, sabar, serta mampu mengatur pengeluaran dengan bijak untuk kebutuhan keluarga kecilnya.
  • Penulis menyarankan belajar dari pengalaman orang lain dan mencari dukungan teman agar ibu muda lebih siap menghadapi berbagai situasi saat merawat buah hati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjadi seorang ibu muda tentu bukan sesuatu yang mudah. Pastinya, banyak hal yang belum diketahui saat buah hati baru lahir. Belum lagi, aktivitas rumah tangga yang harus tetap berjalan dengan baik. Biasanya, ada kekhawatiran tersendiri yang dialami para ibu muda, mulai dari tidak percaya diri dalam merawat buah hati hingga merasa insecure atas kemampuan diri sendiri.

Ada-ada saja pikiran buruk yang muncul. Pengalaman yang belum cukup, menambah rasa khawatir sehingga muncul pikiran yang tidak-tidak. Seperti khawatir tidak bisa memandikan bayi, atau takut kalau-kalau bayi demam misalnya.

Meskipun tidak mudah, bukan berarti peran sebagai ibu tidak bisa dijalankan dengan baik. Percayalah bahwa tidak ada masalah tanpa solusi. Hanya dengan kemauan untuk belajar, yakinlah kamu bisa menjadi ibu muda terbaik bagi keluarga kecilmu. Tenangkan pikiran, hapus rasa khawatir. Berikut ini hal-hal yang bisa kamu persiapkan untuk memudahkan peranmu sebagai ibu muda.

1. Siapkan diri, siapkan mental

ilustrasi anak mencium ibu (pexels.com/RDNE Stock project)

Persiapkan mental sebelum menjadi seorang ibu yang seutuhnya. Sebelum buah hati hadir dalam keluarga kecilmu, tanamkan pada dirimu hal-hal yang sifatnya positif, salah satunya adalah kata-kata yang memotivasi seperti “orang lain bisa melakukannya dengan baik, aku pun pasti juga bisa”. 

Kata-kata motivasi yang positif akan mempengaruhi mentalmu menjadi lebih kuat sehingga kamu jauh lebih siap menghadapi tantangan menjadi seorang ibu muda. Dengan begitu, kamu tidak akan mudah kecil hati atau bahkan emosional ketika menghadapi masalah saat menjadi seorang ibu muda. Selain itu, kamu akan menjadi lebih percaya diri dalam melakukan apapun ketika menjalankan peranmu.

2. Kesiapan spiritual juga perlu dipertimbangkan

ilustrasi ibu mencium anak (pexels.com/Анастасия Триббиани)

Tantangan spiritual bagi ibu muda biasanya meliputi pergolakan batin antara lelah fisik dan kebutuhan ibadah yang kerap kali tidak bisa maksimal, menjaga kesabaran atau manajemen emosi, serta munculnya rasa bersalah karena ekspektasi peran yang tinggi.

Banyak ibu muda sering merasa stres karena sibuk membandingkan diri. Perlu diingat, bahwa yang seharusnya kamu temukan adalah spiritual motherhood, yaitu kekuatan batin untuk mendidik anak sekaligus menenangkan diri sendiri secara bersamaan.

3. Ukur kesiapan finansialmu

ilustrasi ibu menghitung uang (pexels.com/www.kaboompics.com)

Menjadi seorang ibu muda dituntut untuk pandai mengatur keuangan, terlebih dengan hadirnya buah hati akan menambah pengeluaran tentunya. Yang tadinya tidak beli peralatan bayi jadi harus beli peralatan bayi misalnya. Nah, agar pengeluaran tidak lebih besar dari pendapatan, maka dibutuhkan kejelian seorang ibu dalam membelanjakan uangnya.

Memanfaatkan momen promosi dan diskon tentu jadi solusi. Selain itu, ketika kamu membutuhkan peralatan bayi seperti babywalker atau tempat tidur bayi, kamu bisa membeli barang preloved. Bisa juga dengan memanfaatkan jasa sewa yang sekarang banyak bermunculan. Pasalnya, buah hati akan tumbuh cepat dan membeli barang-barang baru tentu jadi keputusan yang kurang bijak.

4. Gak ada salahnya bertanya pada yang lebih berpengalaman

ilustrasi mengobrol dengan ibu (pexels.com/Elina Fairytale)

Mintalah saran pada teman yang sudah berumah tangga untuk menambah pengetahuanmu. Terkadan, ilmu dari teman-teman yang sudah berumah tangga akan sangat berguna dan membantu kamu menjadi seorang ibu muda yang lebih siap mengatasi masalah.

Selama kamu bisa belajar dari pengalaman bahkan kesalahan teman-temanmu, maka kamu akan siap dan lebih tenang untuk menjadi ibu muda. Contoh ketika bayi demam, kamu sudah tahu tindakan yang harus segera dilakukan setelah sharing dengan teman-temanmu yang lebih dulu sudah menjadi ibu.

Nah, itu tadi empat hal yang bisa kamu persiapkan sebelum menjadi seorang ibu muda. Asalkan bisa melakukan persiapan dengan baik, menjalankan peran baru tidak akan seberapa menakutkan, kok. Selamat mencoba!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team