Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Cara Menyimpan Kuas Cat agar Bulu Kuas Gak Cepat Rusak

5 Cara Menyimpan Kuas Cat agar Bulu Kuas Gak Cepat Rusak
ilustrasi seseorang memegang kuas cat (pexels.com/n-voitkevich)
Share Article

Setelah selesai mengecat rumah atau mengerjakan proyek DIY, banyak orang biasanya langsung fokus membereskan area kerja dan lupa merawat kuas cat. Padahal, cara menyimpan kuas punya pengaruh besar terhadap kondisi bulunya saat dipakai lagi nanti. Kalau asal disimpan, bulu kuas bisa mengeras, bengkok, bahkan mudah rontok.

Kuas cat yang terawat sebenarnya bisa dipakai berkali-kali tanpa mengurangi kualitas hasil pengecatan. Selain lebih hemat, kamu juga gak perlu repot membeli kuas baru hanya karena bulunya sudah rusak duluan. Nah, supaya kuas tetap awet dan nyaman dipakai, ada beberapa cara penyimpanan yang perlu diperhatikan. Yuk, simak artikel berikut!

1. Bersihkan kuas segera setelah dipakai

ilustrasi kuas cat
ilustrasi kuas cat (pexels.com/rabbig)

Membiarkan sisa cat menempel terlalu lama bisa membuat bulu kuas mengeras dan sulit dibersihkan. Apalagi kalau cat sudah mengering di bagian pangkal bulu, kuas biasanya jadi kaku dan gak nyaman digunakan lagi. Karena itu, kuas sebaiknya langsung dicuci setelah selesai dipakai.

“Membersihkan dan menyimpan semua alat cat dengan benar itu penting. Saya selalu berusaha mencuci kuas segera setelah selesai digunakan,” ujar Rick Watson, direktur informasi produk dan layanan teknis di Sherwin-Williams, dikutip dari Real Simple.

Gunakan air hangat dan sabun untuk membersihkan cat berbahan dasar air, sedangkan cat minyak membutuhkan cairan pelarut khusus. Pastikan seluruh sisa cat benar-benar hilang sampai air bilasan terlihat bening. Dengan begitu, bulu kuas tetap lembut dan bentuknya gak mudah berubah.

2. Pastikan bulu kuas benar-benar kering sebelum disimpan

ilustrasi kuas cat
ilustrasi kuas cat (pexels.com/maria-mileta)

Banyak orang langsung menyimpan kuas dalam keadaan masih lembap karena ingin cepat beres-beres. Padahal, kondisi lembap bisa memicu munculnya jamur dan membuat lem perekat bulu kuas jadi cepat rusak. Akibatnya, bulu kuas lebih mudah rontok saat digunakan.

Sebelum disimpan, rapikan dulu bulu kuas menggunakan tangan agar bentuknya kembali seperti semula. Setelah itu, keringkan kuas di tempat terbuka dengan posisi menggantung atau tegak supaya air bisa turun sempurna. Hindari juga menjemur kuas di bawah sinar matahari langsung karena bisa membuat bulu kuas cepat kaku.

“Gantung kuas pada bagian gagangnya dan posisikan roller secara tegak saat dikeringkan,” jelas Ryan Parr, CEO Nashville Painting Professionals, dikutip dari Martha Stewart.

3. Bungkus bagian bulu kuas agar bentuknya tetap rapi

ilustrasi kuas cat
ilustrasi seseorang memegang kuas cat (pexels.com/n-voitkevich)

Menyimpan kuas tanpa pelindung sering bikin bulunya berubah bentuk karena tertekan barang lain. Kalau dibiarkan terus-menerus, bulu kuas bisa melebar ke samping dan hasil sapuan cat jadi kurang presisi. Padahal, bentuk bulu kuas sangat memengaruhi hasil akhir pengecatan.

“Simpan pelindung asli bawaan kuas saat pertama kali membelinya. Pelindung itu sangat berguna untuk menjaga bentuk bulu kuas tetap rapi dan mempertahankan bentuk aslinya,” ujar Rick Watson.

Supaya tetap rapi, bungkus bagian bulu kuas menggunakan kertas koran, tisu dapur, atau plastik wrap sebelum disimpan. Setelah itu, ikat perlahan memakai karet gelang agar pembungkusnya gak mudah lepas. Cara sederhana ini cukup membantu menjaga bentuk kuas tetap bagus meski lama disimpan.

4. Simpan kuas dalam posisi tegak

ilustrasi seseorang memegang kuas cat
ilustrasi seseorang memegang kuas cat (pexels.com/shvetsa)

Posisi penyimpanan ternyata juga berpengaruh pada daya tahan kuas cat. Menaruh kuas sembarangan di dalam kotak atau menumpuknya dengan alat lain bisa membuat bulu kuas bengkok permanen. Kalau sudah begitu, kuas akan sulit menghasilkan sapuan cat yang rapi dan halus.

Karena itu, usahakan menyimpan kuas dalam posisi vertikal atau tegak. Kamu bisa memakai wadah seperti kaleng, gelas tinggi, atau tempat penyimpanan khusus kuas. Yang penting, jangan menyimpan terlalu banyak kuas dalam satu wadah supaya bulunya gak saling menekan.

5. Hindari tempat yang lembap dan terlalu panas

ilustrasi kuas cat
ilustrasi kuas cat (pexels.com/mian-rizwan)

Garasi atau gudang memang sering jadi tempat menyimpan perlengkapan cat, tetapi belum tentu cocok untuk kuas. Tempat yang terlalu lembap bisa memicu jamur, sementara suhu panas berlebih dapat membuat bulu kuas cepat kering dan rapuh. Kalau dibiarkan, kualitas kuas bisa menurun lebih cepat.

Sebaiknya simpan kuas di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari paparan matahari langsung. Kalau ruangan terasa lembap, kamu juga bisa menambahkan silica gel di dekat area penyimpanan untuk membantu menyerap kelembapan. Dengan kondisi penyimpanan yang tepat, kuas akan lebih awet dan tetap nyaman digunakan kapan saja.

Merawat kuas cat sebenarnya gak membutuhkan usaha besar, tetapi sering dianggap sepele setelah pekerjaan selesai. Padahal, kebiasaan kecil seperti membersihkan dan menyimpan kuas dengan benar bisa membuat alat ini bertahan jauh lebih lama. Jadi, mulai sekarang jangan asal menaruh kuas setelah dipakai kalau ingin bulunya tetap rapi dan tahan lama, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

5 Jurus Presentasi di Depan Bos agar Percaya Diri, Anti Grogi!

01 Jun 2026, 17:31 WIBLife