Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Santai Hadapi Kritik Orangtua soal Parenting Biar Gak Baper

ilustrasi berkumpul bersama keluarga
ilustrasi berkumpul bersama keluarga (freepik.com/pressfoto)
Intinya sih...
  • Dengarkan kritik dengan tenang dan berikan respon yang sopan.
  • Pilih momen yang tepat untuk diskusi agar komunikasi efektif.
  • Ambil hal positif dari kritik dan buang hal buruknya untuk pengasuhan yang sehat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengurus anak memang bukan hal mudah, apalagi kalau sering dapat kritikan dari orangtua. Meskipun kritikannya membangun, tapi tetap bikin kita merasa terpojok atau kurang percaya diri. Terlebih, orangtua zaman dulu punya cara sendiri dalam mendidik anak yang pasti gak sama dengan gaya kita. Tapi, bukan berarti kita harus menerima kritik tersebut atau tersinggung setiap kali diberi masukan.

Kunci utamanya adalah bagaimana kita bisa bersikap bijak menyikapi kritik tersebut tanpa mengorbankan pola parenting. Dengan sikap tepat, kritik orangtua justru jadi bahan masukan yang positif. Gak perlu tersinggung, yang penting tahu cara menyaring mana saran yang berguna dan mana yang harus dilewati. Supaya tetap nyaman, kamu bisa coba lima tips santai berikut ini.

1. Dengarkan dulu baru kasih respon

Ilustrasi mendengarkan nasihat ayah
Ilustrasi mendengarkan nasihat ayah (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Sebelum jawab atau memberikan pembelaan, tarik napas dulu dan dengarkan kritikannya. Jangan gampang tersulut emosi, mungkin maksud orangtua cuma pengen berbagi pengalaman. Dengan mendengarkan, kita bisa menangkap poin yang bermanfaat tanpa emosi. Ingat ya, gak semua kritik harus diikuti, tapi semua kritik layak buat didengar.

Setelah itu, mulai pikirkan jawaban dan sampaikan dengan sopan dan jelas. Fokus sama inti kritikan, jangan terganggu dengan nada atau gaya penyampaian orangtua. Cara ini bikin kita tenang dan orangtua tetap merasa dihargai. Selain itu, anak tetap dalam pengasuhan yang konsisten.

2. Pilih momen yang tepat

Ilustrasi ngobrol dengan orangtua dari hati ke hati
Ilustrasi ngobrol dengan orangtua dari hati ke hati (pexels.com/RENE Stock project)

Diskusi soal pengasuhan bisa panas kalau dilakukan saat tubuh lagi capek atau sibuk. Jadi, pilih momen yang pas buat ngobrol, misalnya saat lagi santai bareng. Dengan suasana tenang, kita bisa menjelaskan alasan dan pilihan kita tanpa debat panjang. Orangtua biasanya lebih terbuka kalau suasana gak tegang.

Kita juga bisa lebih fokus mendengarkan dan menilai saran yang mereka berikan. Pemilihan waktu yang tepat bikin komunikasi lebih efektif dan hubungan tetap harmonis meski dengan dua pendapat yang berbeda. Selain itu, kita juga gak mudah tersinggung dengan nasihat yang diberikan orangtua. Ini cara simpel tapi ampuh banget untuk mengurangi konflik.

3. Ambil hal positif lalu buang hal buruknya

Ilustrasi ibu menasehati soal parenting
Ilustrasi ibu menasehati soal parenting (pexels.com/RDNE Stock project)

Setiap kritikan pasti punya nilai positif, meski kadang cara penyampaiannya kurang tepat. Fokus sama kritikan yang bisa membantu kita jadi orangtua yang lebih baik. Misal, kritikan soal pola makan anak bisa kita ambil sarannya, tapi nada nyinyirnya lebih baik diabaikan aja. Dengan begitu, kita tetap belajar jadi orangtua hebat tanpa merasa diserang.

Ini bikin energi kita gak habis cuma buat marah atau kesal. Pilih kritikan yang bermanfaat, sisanya dibuang aja. Anak tetap mendapatkan pengasuhan yang sehat dan orangtua juga tetap jadi orang yang penting. Gak ada yang dirugikan, kan? Semua happy, termasuk kamu!

4. Tetapkan batasan dengan cara elegan

Ilustrasi mengamati parenting lintas generasi
Ilustrasi mengamati parenting lintas generasi (pexels.com/Karola G)

Kita gak harus ikutin semua saran orangtua, tapi penting untuk membicarakan soal batasan. Katakan dengan santai dan sopan kalau kita punya cara sendiri yang tetap aman dan sehat. Misal soal tidur atau aktivitas anak, kita bisa jelaskan alasan pilihan tersebut. Dengan bahasa yang lembut tapi tegas, orangtua lebih ngerti dan gak terus mengulang kritik.

Ini bikin kita lebih percaya diri dengan keputusan pengasuhan yang diambil. Kita juga bisa menerapkan pola asuh konsisten yang penting untuk tumbuh kembang anak. Batasan bukan bentuk larangan, tapi bentuk perlindungan terhadap kehidupan kita sendiri. Kita tetap menghormati orangtua tanpa mengorbankan kenyamanan sendiri.

5. Kritik jadi peluang buat refleksi

Ilustrasi mendengarkan kritikan orangtua
Ilustrasi mendengarkan kritikan orangtua (pexels.com/Karola G)

Jangan tersinggung dengan kritik yang diterima, lebih baik jadikan kritik sebagai bahan refleksi. Tanyakan ke diri sendiri, ada gak yang harus diperbaiki dari cara kita urus anak? Kalau iya, lakukan perubahan kecil dengan cara yang masuk akal. Kalau gak, yakinkan diri bahwa kita punya cara sendiri yang aman dan sehat untuk tumbuh kembang anak.

Dengan mindset ini, kritik gak bakal berat, tapi jadi dorongan buat jadi lebih baik. Kita juga lebih fleksibel dan gak gampang baper dengan omongan orang lain. Anak dapat manfaat dari pengasuhan yang lebih matang. Orangtua tetap merasa dihargai dan dilibatkan dalam mengambil keputusan. Sehingga, hubungan keluarga tetap harmonis dan semua pihak tetap merasa nyaman.

Kritikan orangtua kadang bikin deg-degan, tapi kalau disikapi dengan bijak, bisa jadi alat belajar yang ampuh. Dengan kelima tips-tips ini, kita bisa menjaga hubungan harmonis sekaligus punya pola asuh yang konsisten. Setiap orangtua punya cara berbeda, jadi kita berhak menentukan pilihan yang terbaik. Bukan berarti anti kritikan, tapi bijak dalam menyikapinya.

Dengan begitu, anak bisa tumbuh lebih nyaman. Orangtua juga tetap dihargai, dan pengasuhan gak bikin stres. Mengurus anak memang penuh tantangan, tapi bijak menghadapi kritik bikin semuanya lebih ringan dan bermakna. Yuk, langsung praktek lima cara ini supaya semua happy.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Cara Santai Hadapi Kritik Orangtua soal Parenting Biar Gak Baper

30 Nov 2025, 16:15 WIBLife