Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Parenting Ala Opah Upin Ipin untuk Hadapi Anak Gen Alpha

6 min read
5 Parenting Ala Opah Upin Ipin untuk Hadapi Anak Gen Alpha
ilustrasi gaya parenting Opah Upin Ipin yang bisa diterapkan orangtua zaman now (youtube.com/Les' Copaque Production)
  • Pendekatan ala Opah menekankan ketenangan saat anak tantrum: beri jeda agar emosi mereda, lalu sampaikan nasihat dengan lembut namun tegas.
  • Anak diberi ruang bereksplorasi dan mengekspresikan diri, sambil memahami batas, kebersihan, serta tanggung jawab melalui tugas harian sesuai usia.
  • Orang dewasa perlu memvalidasi perasaan anak dan meluangkan waktu tanpa distraksi layar untuk ngobrol, makan bersama, atau mendengarkan cerita.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menghadapi anak-anak zaman sekarang, baik itu anak sendiri, keponakan, atau sepupu yang masih Gen Alpha, rasanya emang penuh tantangan dan kejutan setiap harinya. Sering kali kamu pusing baca buku atau melihat media social parenting influencer cuma buat cari resep jitu menenangkan anak, padahal inspirasinya bisa datang dari tontonan masa kecil, kok. Sadar atau gak, menerapkan gaya parenting Opah Upin Ipin ternyata memberikan banyak insight positif yang sangat relevan buat dipraktikkan di dunia nyata.

Kalau kamu terus-terusan overthinking mencari metode asuh yang paling sempurna, kamu malah bisa stres sendiri dan bikin suasana rumah jadi ikutan kaku. Dampaknya, si kecil justru bisa ikut tegang dan makin susah buat diajak kompromi pas lagi rewel-rewelnya. Nah, biar kamu gak makin bingung dan bisa jadi figur pendamping yang keren buat mereka, yuk, simak obrolan santai soal trik asuh ala Opah di bawah ini!


  1. 1. Sabar hadapi tantrum tanpa ikutan emosi

    ilustrasi opah sabar menghadapi ketantruman upin ipin
    ilustrasi opah sabar menghadapi ketantruman upin ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Menghadapi anak kecil yang lagi tantrum atau banyak maunya emang butuh stok kesabaran ekstra luas. Kadang orangtua bawaannya ingin ikutan teriak atau langsung marah pas mereka mulai rewel dan nangis gak karuan di rumah. Nah, gaya asuh dari karakter nenek ikonik ini mengajarkan kamu buat tetap chill dan tenang waktu anak lagi di fase menyebalkan. Opah paham betul kalau merespons dengan emosi tinggi justru bikin anak makin meledak dan merasa gak dimengerti oleh orang dewasanya.

    Coba ingat-ingat lagi adegan di episode saat Upin dan Ipin merajuk soal rambut baru atau pas mereka nakal menjahili teman-temannya. Waktu si kembar ngeyel, Opah gak langsung menceramahi mereka panjang lebar apalagi sampai main tangan. Opah memberikan jeda waktu buat mereka tenang dulu, baru dinasihati pelan-pelan pakai nada yang halus tapi tetap tegas. Trik mindful parenting alias pengasuhan berkesadaran yang simpel ini bikin anak merasa aman, dan kamu juga gak perlu menambah dosa gara-gara darah tinggi.


  2. 2. Beri kebebasan berekspresi tapi tetap ada batasnya

    ilustrasi Upin Ipin diajak berkebun oleh Opah dan Kak Rose
    ilustrasi Upin Ipin diajak berkebun oleh Opah dan Kak Rose (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Anak zaman now, apalagi Gen Alpha, punya rasa ingin tahu yang luar biasa besar dan senangnya bereksplorasi setiap saat. Sayangnya, orang dewasa kadang terlalu protektif dan sering melarang ini-itu karena takut bajunya kotor, rumah berantakan, atau takut bahaya. Padahal, melarang terlalu keras malah bisa mematikan kreativitas dan bikin mereka tumbuh jadi anak yang serba penakut. Di sinilah pendekatan ala sosok keibuan ini sangat masuk akal buat kamu terapkan sehari-hari tanpa harus ribet mengekang mereka.

    Kalau kamu perhatikan adegan di episode saat berkebun atau pas mereka main di halaman rumah, Upin dan Ipin dibebaskan main tanah sampai kotor-kotoran bersama teman-temannya. Opah membiarkan mereka bereksplorasi sesuka hati mengenali alam sekitarnya, tapi tetap mengingatkan kalau setelah main harus cuci kaki dan mandi sampai bersih. Ini namanya konsep authoritative parenting, di mana anak dikasih ruang bebas tapi tetap ada aturan main yang jelas dan rasional. Jadi, anak bisa tumbuh jadi pribadi yang super kreatif tapi tetap tahu tanggung jawab, keren banget, kan?


  3. 3. Validasi perasaan anak walau terlihat sepele

    ilustrasi gaya parenting Opah Upin Ipin yang bisa diterapkan orangtua zaman now (
    ilustrasi gaya parenting Opah Upin Ipin yang bisa diterapkan orangtua zaman now (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Sering kali, orangtua tanpa sadar meremehkan kesedihan atau kekecewaan anak kecil karena menganggap masalah mereka itu cuma perkara sepele yang gak penting. Padahal, bagi anak-anak, kehilangan mainan atau gagal melakukan sesuatu itu rasanya seperti dunia mereka mau kiamat, lho. Mengabaikan emosi negatif mereka ini bisa bikin si kecil tumbuh jadi sosok yang susah mengekspresikan diri saat dewasa nanti. Untungnya, Upin Ipin selalu menekankan betapa pentingnya mendengarkan keluh kesah anak secara utuh.

    Ingat cerita di episode saat Ipin kehilangan kain merah kesayangannya yang bikin dia menangis sedih banget sampai gak mau makan? Alih-alih meremehkan dengan bilang "Yaelah, cuma kain doang, nanti bisa beli lagi", Opah justru memvalidasi kesedihan cucunya itu dan merangkulnya dengan hangat. Opah mengakui kalau kehilangan barang kesayangan itu emang bikin patah hati, sebuah bentuk emotional validation yang sangat krusial untuk kesehatan mental anak. Hal baik yang bisa dilakukan adalah mendengarkan dulu curhatan mereka sampai tuntas, jangan dipotong, biar mereka tahu kalau perasaannya itu berharga di mata kamu.


  4. 4. Ajarkan tanggung jawab lewat tugas kecil harian

    ilustrasi opah mengajarkan Upin Ipin untuk bertanggung jawab lewat tugas harian
    ilustrasi opah mengajarkan Upin Ipin untuk bertanggung jawab lewat tugas harian (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Salah satu PR terbesar menghadapi anak modern adalah bikin mereka mau lepas dari gadget dan mulai peduli sama lingkungan sekitarnya. Kalau gak dibiasakan beres-beres sejak dini, anak bisa tumbuh jadi sosok yang manja dan malas bergerak buat sekadar bantu urusan rumah tangga. Membangun kebiasaan baik ini tentu saja gak bisa lewat paksaan, melainkan lewat pembiasaan hal-hal kecil dan menyenangkan setiap hari. Nah, Opah punya cara jitu yang sangat alami dan gak terkesan seperti menyuruh paksa anak-anaknya bekerja.

    Contoh nyatanya bisa kamu tonton di berbagai episode saat Opah lagi sibuk di dapur memasak ayam goreng kesukaan si kembar. Upin dan Ipin selalu dilibatkan untuk bantu-bantu menyiapkan makanan, sekadar mengantarkan rantang ke tetangga, atau mengambilkan barang yang ringan-ringan. Opah ngasih mereka tugas yang sesuai sama porsi umurnya, jadi si kembar merasa bangga karena dianggap berguna dan bisa diandalkan keluarganya. Proses life skill training sederhana ini efektif banget buat memupuk kemandirian, kan? 


  5. 5. Selalu luangkan waktu untuk bonding berkualitas

    ilustrasi Upin Ipin, Opah, dan Kak Rose selalu makan malam bersama sebagai bentuk quality time
    ilustrasi Upin Ipin, Opah, dan Kak Rose selalu makan malam bersama sebagai bentuk quality time (pexels.com/Les' Copaque Production)

    Kesibukan kerja atau kuliah kadang bikin kamu cuma punya sisa tenaga untuk main bareng adik atau keponakan pas sampai rumah. Akibatnya, kamu jadi lebih sering menyodorkan tablet atau HP biar mereka anteng. Awas, screen time yang berlebihan tanpa pendampingan intens bisa bikin anak kurang empati secara sosial dan menunda perkembangannya. Maka dari itu, memberikan waktu yang benar-benar berkualitas alias quality time itu harganya gak bisa ditawar lagi buat masa depan mereka.

    Tak jarang saat momen malam hari santai atau mendengarkan dongeng sebelum tidur, Opah selalu hadir secara utuh buat anak-anak. Meskipun beliau sudah tua dan pasti capek banget mengurus rumah seharian, Opah rutin meluangkan waktu buat sekadar ngobrol ringan di ruang tamu atau makan malam bersama. Interaksi hangat dan tanpa distraksi layar ini menjadi kunci secure attachment yang bikin mental anak stabil dan merasa dicintai sepenuhnya. Jadi, sesibuk apa pun kamu hari ini, luangkanlah minimal 15 menit buat mengobrol dari hati ke hati sama si kecil tanpa pegang HP ya!

    Ternyata, mempelajari gaya parenting Opah Upin Ipin mengajarkan kamu kalau mendidik anak itu gak harus selalu pakai teori rumit, tapi cukup bermodalkan kesabaran dan cinta. Yuk, mulai terapkan pelan-pelan supaya kamu bisa terus menjadi sosok pendamping yang suportif buat masa depan mereka. Kamu pasti bisa jadi support system paling hebat buat si kecil, kok!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More