5 Penyebab Anak Sulit Mempercayai Orang Lain, Kok Bisa?

Setiap anak memang memiliki karakter yang berbeda-beda, termasuk dalam merespon orang lain. Banyak dari mereka yang mungkin paada awalnya ragu-ragu saat didekati orang lain, namun ketika lama bercengkrama, maka mudah akrab.
Meski begitu ternyata ada saja anak yang justru cenderung takut dan sulit mempercayai orang lain di sekitarnya. Hal ini membuat mereka jadi terlihat lebih pasif dan sangat sulit didekati. Anak-anak bisa bereaksi seperti ini biasanya disebabkan karena beberapa hal berikut.
1. Pernah dikecewakan berlebihan

Tidak ada orang yang ingin dikecewakan, begitu pula anak. Mereka akan sangat mudah merasa kecewa dan menyimpan memori buruk tersebut di dalam kepalanya. Jelas saja hal ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi mereka, apalagi bila yang mengecewakannya adalah sosok terdekat seperti orangtua atau keluarga.
Banyak dari mereka yang kemudian jadi sulit mempercayai orang lain karena rasa kecewa tersebut. Mereka akan sangat mengantisipasi hal-hal yang dilakukan orang lain, sehingga menghindari diri dari rasa kecewa.
2. Berasal dari keluarga broken home

Jika boleh memilih, maka rasanya tak ada anak yang ingin berasal dari keluarga broken home. Namun, keadaanlah yang justru membuat anak jadi mau tak mau berasal dari keluarga yang seperti itu dan hal ini jelas sangat mengecewakannya.
Rasa sakit, sedih, dan kecewa pada akhirnya akan menyatu, serta seolah menjadi bagian dari dirinya. Hal inilah yang membuatnya sulit mempercayai orang lain lagi, sebab merasa hubungan orangtuanya saja bahkan mengecewakan mereka.
3. Memiliki orangtua yang abusive

Memang ada banyak tipe orangtua dengan perbedaannya tersendiri. Dalam hal ini biasanya setiap orangtua memiliki cara yang berbeda dalam memperlakukan anak-anaknya, sehingga membentuk karakter yang berbeda pula.
Ada orangtua yang lembut dan memperlakukan anak-anaknya dengan baik, namun ada pula yang justru abusive. Anak jelas akan merasa tersakiti dengan orangtua yang abusive. Dampaknya anak akan sulit untuk mempercayai orang lain, sebab merasa dikecewakan.
4. Korban perundungan

TidakPerundungan dalam bentuk apa pun memang tak bisa dibenarkan, sebab hal ini akan menyimpan trauma tersendiri pada anak. Entah melalui verbal atau tindakan, semuanya sama-sama menyebabkan rasa traumatik yang dapat memberikan dampak buruk untuk jangka panjangnya.
Tidak heran apabila anak-anak yang menjadi korban perundungan akan cenderung mudah sulit percaya pada orang lain. Mereka juga akan terlihat jauh lebih pasif dibandingkan dengan anak-anak lainnya, sebab inilah bentuk antisipasi yang mereka lakukan.
5. Berada dalam pola asuh yang terlalu otoriter

Pola asuh orangtua ternyata dapat berdampak khusus pada perkembangan diri anak. Termasuk dalam hal ini adalah kemampuannya dalam bersosial dengan orang-orang lain.
Secara umum anak yang berasal dari keluarga yang sangat otoriter dan mengatur ruang geraknya, tentu akan menunjukan reaksi yang berbeda di sosial. Mereka akan cenderung tertutup dan sulit percaya atau pun membuka diri untuk orang lain. Hal ini menyebabkan mereka juga tak nyaman dan terus dibayangi rasa takut akan orangtuanya.
Ada banyak penyebab anak jadi sulit mempercayai orang lain dan sulit bersosial. Jelas saja hal ini akan membuat anak jadi sulit untuk berbaur, serta terus saja bersikap pasif. Jangan sepelekan hal ini dari anak, ya!