Keputusan seorang ibu untuk meninggalkan karier profesional demi lebih fokus pada keluarga, kerap dipersepsikan sebagai bentuk pengorbanan yang akan menghapus arah hidupnya. Tolok ukur keberhasilan masih sering dilekatkan pada jabatan, penghasilan, dan pengakuan publik, seolah itu satu-satunya bukti pencapaian hidup. Cara pandang seperti ini membuat banyak ibu diliputi keraguan saat ingin memilih jalur berbeda.
Padahal, pilihan tersebut justru menghadirkan perubahan nyata dalam kualitas hubungan di rumah. Waktu yang tercurah bersama keluarga dalam membangun kedekatan emosional, tidak bisa digantikan oleh pencapaian apa pun. Dari pilihan itu, ada beberapa pelajaran hidup yang bisa dipetik untuk lebih memaknai arti kehadiran, prioritas, dan kebahagiaan. Yuk, disimak!
