"Bermain memungkinkan anak-anak untuk menggunakan kreativitas mereka sambil mengembangkan imajinasi, ketangkasan, serta kekuatan fisik, kognitif, dan emosional mereka. Bermain penting untuk perkembangan otak yang sehat," tulis laporan tersebut.
"Melalui bermain, anak-anak sejak usia sangat dini terlibat dan berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka. Bermain memungkinkan anak-anak untuk menciptakan dan menjelajahi dunia yang dapat mereka kuasai, menaklukkan ketakutan mereka sambil mempraktikkan peran orang dewasa, terkadang bersama dengan anak-anak lain atau pengasuh dewasa," lanjutnya.
5 Aktivitas yang Dapat Melatih Kreativitas dan Problem Solving Anak

Kreativitas dan kemampuan problem solving merupakan dua keterampilan penting yang perlu dilatih sejak usia dini. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, anak tidak hanya dituntut mampu menghafal informasi, tetapi juga mampu berpikir kreatif, mencari solusi, dan beradaptasi dengan berbagai situasi baru.
Kemampuan ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka saat menghadapi tantangan di sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Berikut aktivitas bermain sederhana yang efektif untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan problem solving.
1. Bermain balok dan lego

Bermain balok atau Lego menjadi salah satu aktivitas yang sangat efektif untuk melatih kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah anak. Saat menyusun berbagai bentuk bangunan, anak ditantang untuk merencanakan, mencoba berbagai kemungkinan, serta memperbaiki kesalahan ketika konstruksi yang dibuat tidak sesuai harapan.
Menurut hasil penelitian berjudul "Permainan Lego dan Kreativitas Anak: A Scoping Review" dalam jurnal Indonesian Journal of Early Childhood, permainan Lego secara konsisten mampu meningkatkan kreativitas anak, terutama dalam aspek kelancaran ide, fleksibilitas berpikir, dan orisinalitas. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa aktivitas konstruktif seperti Lego berkontribusi terhadap perkembangan kemampuan kognitif dan sosial anak.
2. Bermain peran (role play)

Bermain peran seperti menjadi dokter, koki, guru, atau penjual memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan imajinasi mereka secara maksimal. Anak belajar menciptakan cerita, menentukan alur permainan, serta menemukan cara menghadapi berbagai situasi yang muncul selama bermain.
Ketika bermain peran bersama teman atau anggota keluarga, anak juga belajar bernegosiasi dan bekerja sama. Misalnya, mereka harus menentukan siapa yang menjadi dokter dan siapa yang menjadi pasien, atau bagaimana menyelesaikan konflik ketika memiliki ide yang berbeda.
Dalam jurnal resmi American Academy of Pediatrics (AAP) berjudul "The Importance of Play in Promoting Healthy Child Development and Maintaining Strong Parent-Child Bonds" disebutkan bahwa bermain memungkinkan anak menggunakan kreativitas sambil mengembangkan imajinasi. Selain itu juga mengembangkan kemampuan kognitif dan keterampilan sosial.
3. Eksperimen sains sederhana

Eksperimen sains sederhana di rumah dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus edukatif. Contohnya membuat gunung meletus dari baking soda dan cuka, mengamati benda yang mengapung dan tenggelam, atau menanam kacang hijau dalam kapas basah.
Saat melakukan eksperimen, anak diajak untuk membuat prediksi, mengamati hasil, dan mencari penjelasan atas apa yang terjadi. Proses ini mendorong mereka berpikir kritis dan terbiasa memecahkan masalah berdasarkan pengamatan nyata.
"Melalui permainan dan aktivitas bermain, anak-anak dapat berlatih dan memperkuat keterampilan fungsi eksekutif penting yang akan membantu mereka sepanjang hidup, termasuk belajar memfokuskan perhatian, memperkuat memori kerja, dan mengembangkan pengendalian diri dasar," dikutip dari laporan Pusat Pengembangan Anak Universitas Harvard (Center on the Developing Child at Harvard University).
4. Membuat karya seni dari barang bekas

Mengubah kardus, botol plastik, kertas bekas, atau tutup botol menjadi karya seni merupakan aktivitas yang sangat baik untuk merangsang kreativitas anak. Mereka ditantang untuk melihat benda-benda biasa dari sudut pandang yang berbeda dan menemukan fungsi baru yang lebih menarik.
Saat membuat karya, anak perlu menentukan desain, memilih bahan yang sesuai, dan mencari solusi ketika ide awal tidak berjalan sesuai rencana. Proses tersebut mengajarkan fleksibilitas berpikir sekaligus meningkatkan rasa percaya diri terhadap hasil karya mereka sendiri.
5. Bermain loose parts dan berburu harta karun

Loose parts adalah permainan yang menggunakan benda-benda lepas seperti batu, ranting, tutup botol, kerikil, kancing, atau benda alam lainnya. Tidak ada aturan baku dalam permainan ini sehingga anak bebas berkreasi sesuai imajinasinya.
Anak dapat menyusun pola, membuat bangunan mini, menciptakan kendaraan, atau merancang permainan mereka sendiri. Karena tidak memiliki bentuk dan fungsi yang tetap, benda-benda tersebut mendorong anak untuk berpikir kreatif dan menemukan berbagai kemungkinan penggunaan.
Penelitian berjudul "Exploring the Use of Loose Parts Boxes in Developing Creativity and Problem-Solving Skills in Early Childhood" menyimpulkan bahwa pendekatan bermain menggunakan loose parts memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi ide. Mereka juga mengekspresikan kreativitas, serta mengembangkan kemampuan problem solving melalui pengalaman bermain yang bermakna.
"Bermain loose parts menyediakan bahan terbuka yang dapat dipindahkan, digabungkan, dimodifikasi, dan direkonstruksi oleh anak-anak. loose parts mengembangkan kreativitas dan keterampilan pemecahan masalah," demikian bunyi laporan tersebut.
Melatih kreativitas dan kemampuan problem solving anak tidak selalu membutuhkan alat yang mahal atau kegiatan belajar yang formal. Aktivitas sederhana dengan benda-benda di sekitar rumah dapat menjadi sarana belajar yang sangat efektif. Yang terpenting adalah memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi, mencoba ide baru, dan belajar dari kesalahan mereka.



















