TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

6 Penyesalan Terkait Orangtua yang Kerap Dirasakan Saat Kamu Dewasa

Ketahui sekarang agar bisa dicegah

ilustrasi pria dan orangtuanya (pexels.com/cottonbro)

Masa dewasa adalah masa yang penuh ujian. Semua hal mengisi pikiranmu dan kamu tidak bisa lagi secuek ketika kamu masih remaja. Apalagi dalam kaitannya dengan orangtuamu dan hubungan kalian.

Perlahan tetapi pasti, keegoisanmu kian menurun. Kemampuanmu untuk berpikir dengan jernih pun meningkat. Sebagai dampaknya, penyesalan-penyesalan mulai dirasakan sebelum kamu mungkin tiba pada kebijaksanaan.

Ya, kebijaksanaan baru akan dimiliki jika kamu mampu mengambil pelajaran dari setiap penyesalan itu dan bangkit. Kalau kamu terus terpuruk, kamu tidak bakal sampai pada kebijaksanaan. Apa sajakah penyesalan itu? Yuk, simak pembahasannya berikut ini.

1. Tingginya kesibukanmu membuat orangtua kesepian

ilustrasi lansia bersama anjingnya (unsplash.com/Andrew Haimerl (andrewnef))

Satu sisi, kamu ingin punya lebih banyak waktu untuk bersama mereka. Namun di sisi lain, itu tidak mungkin mengingat tuntutan pekerjaanmu. Kamu bahkan harus tinggal jauh dari orangtua sehingga kamu tak dapat mendampingi mereka di usia senjanya.

Masih mending apabila kedua orangtuamu masih lengkap. Kalau tinggal salah satu dan ayah atau ibumu menghuni rumah sendirian, sudah pasti ia harus melawan rasa kesepian di setiap embusan napasnya.

Kalau sekarang hal ini belum terjadi padamu, cegahlah dengan sejak dini membicarakannya bersama orangtua. Misalnya, meminta mereka agar kelak mau ikut denganmu seandainya kamu mendapatkan pekerjaan di luar kota.

2. Tak sempat membahagiakan orangtua dengan materi

ilustrasi pria berjas yang murung (pexels.com/Victoria Borodinova)

Membahagiakan orangtua memang tak melulu dengan harta benda. Namun, ketiadaan kesempatan untuk kamu memberikan sebagian penghasilanmu buat mereka bisa membuatmu merasa hampa.

Peristiwa seperti ini biasanya terjadi jika orangtuamu meninggal dunia ketika kamu belum bekerja. Setelah kamu bisa mencari uang sendiri, kamu sudah tak punya orangtua untuk diajak ikut menikmati jerih payahmu sekaligus buah pengasuhan mereka atas dirimu selama ini.

Ini sekaligus menjadi bukti bahwa menafkahi orangtua tak selalu terasa memberatkan. Sebab ketiadaan mereka justru dapat membuatmu kurang bersemangat dalam bekerja dan kehilangan tujuan hidup.

Baca Juga: 5 Cara Atasi Penyesalan akibat Ekspektasi Gak Sesuai Kenyataan 

3. Belum meminta maaf atas pertengkaran terakhir

ilustrasi perempuan muda merenung (unsplash.com/Olga Bogdanova)

Faktanya, hubungan antara orangtua dan anak tak selalu berjalan mulus. Akan tetapi apa pun persoalannya, yang terpenting ialah ending-nya. Apakah kalian sempat memperbaiki hubungan itu dan meluruskan masalahnya atau tidak?

Dalam kondisi kamu tidak pernah punya kesempatan untuk meminta maaf pada mereka, ini dapat menjadi ganjalan terbesar dalam hatimu seumur hidup. Kedewasaan benar-benar mengujimu. Segala sikap yang dahulu terasa sangat benar bagimu, kini terlihat banyak kelirunya dan orangtuamu yang betul.

4. Terlalu mengutamakan orang lain sampai melawan orangtua

ilustrasi penyesalan (pexels.com/zhang kaiyv)

Orang lain itu bisa teman, pacar, atau keduanya. Penyesalan yang kuat bakal datang ketika orang yang kamu utamakan ternyata sesuai dugaan kedua orangtuamu yang dahulu tidak dipercaya olehmu.

Misalnya, mereka memberikan pengaruh buruk dalam kehidupanmu. Orangtua mungkin saja masih mampu menerima kamu kembali setelah perlawananmu terhadap mereka. Hanya saja, itu tak serta-merta menghapus akibat negatif dari sifat keras kepalamu.

5. Belum bisa mewujudkan keinginan mereka

ilustrasi pria yang menyesal (pexels.com/Lucas Pezeta)

Keinginan orangtua memang bisa menjadi beban berat buatmu. Namun bila suatu saat nanti kamu menyadari bahwa keinginan itu adalah demi kebaikanmu sendiri, kamu pasti akan menyesal lantaran telah mengabaikannya.

Kamu yang dahulu menuduh mereka egois kini telah mengerti bahwa yang egois dan bodoh hanyalah dirimu sendiri. Orangtuamu memikirkanmu sampai jauh ke masa depan, tetapi kamu tidak menghargai niat baik mereka karena tak kunjung memahaminya.

Baca Juga: 5 Tips Jika Orangtua Tak Setuju dengan Keinginanmu, Jangan Panik!

Verified Writer

Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya