Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal di sekitar mereka, termasuk ketika melihat seseorang yang memiliki kondisi fisik, cara berkomunikasi, atau kebutuhan yang berbeda. Dalam situasi seperti ini, respons orang tua sangat berpengaruh terhadap cara anak memahami disabilitas sejak dini.
Karena itu, penting untuk menjelaskan disabilitas kepada anak dengan cara yang sederhana, jujur, dan tidak menimbulkan stigma. Dengan pendekatan yang tepat, anak dapat belajar menghargai perbedaan sekaligus memahami bahwa setiap orang memiliki kemampuan dan kebutuhan yang beragam. Berikut beberapa cara menjelaskan disabilitas kepada anak tanpa menimbulkan stigma.
