"Ini jadi huge part, aku makan 4 sehat 5 sempurna dan minum air cukup. Aku juga pas ngidam itu buah-buahan. Dari Kamari dalam kandungan, aku menjaga makan aku. Itu penting karena aku rasa anakku dapat nutrisi terbaik," katanya dalam sebuah video TikTok di akun @jennifer.coppen yang diunggah beberapa hari lalu, dikutip pada Senin (22/6/2026).
Tips Parenting ala Jennifer Coppen, Bikin Anak Anteng dan Behave!

Momen pernikahan Jennifer Coppen kemarin jadi perbincangan hangat di media sosial, tapi bukan cuma karena kemeriahan pestanya. Banyak warganet yang justru terpukau melihat Kamari, putri Jennifer, yang tampil sangat anteng dan behave sepanjang rangkaian acara. Di tengah keramaian dan euforia pesta pernikahan, sikap Kamari yang tenang dan tertib itu bikin banyak orang penasaran tentang parenting yang diterapkan Jennifer Coppen.
Ternyata Jennifer sendiri gak segan membagikan rahasia di balik tumbuh kembang Kamari yang membanggakan itu. Mulai dari perhatian ekstra soal nutrisi hingga penerapan kedisiplinan yang konsisten. Ia membagikannya beberapa waktu lalu lewat akun TikTok pribadinya. Penasaran apa saja tips parenting ala Jennifer Coppen? Yuk, simak selengkapnya!
1. Memberikan nutrisi yang seimbang, bahkan sejak di dalam kandungan

Bagi Jennifer, perhatian terhadap nutrisi Kamari sudah dimulai jauh sebelum ia lahir ke dunia. Selama masa kehamilan, Jennifer mengaku benar-benar menjaga pola makannya dengan menghindari high processing food dan junk food, lebih memilih masakan rumahan. Ia juga memastikan asupan hariannya memenuhi gizi yang seimbang. Bahkan saat ngidam pun, Jennifer memilih buah-buahan sebagai camilannya.
Menurutnya, kebiasaan ini bukan hal kecil. Jennifer percaya bahwa apa yang ia konsumsi selama kehamilan berdampak langsung pada kualitas nutrisi yang diterima Kamari sejak dalam kandungan. Fondasi kesehatan yang dibangun dari awal itulah yang ia yakini jadi salah satu kunci tumbuh kembang Kamari yang optimal hingga sekarang.
2. Nutrisi yang dikonsumsi anak menjadi kunci

Salah satu hal yang paling disorot dari parenting Jennifer adalah komitmennya menerapkan strict no-sugar untuk Kamari sebelum usia dua tahun. Saat ulang tahun pertama Kabari, Jennifer bahkan rela membuat kue ulang tahun sendiri tanpa gula atau pemanis buatan demi menjaga konsistensi tersebut. Bukan tanpa alasan, konsumsi gula berlebih pada balita diketahui dapat memicu lonjakan energi yang disusul fase lemas drastis, siklus yang rentan membuat anak mudah tantrum dan sulit diatur emosinya.
Seorang Dokter Gizi, Syifa Nur Azizah S.Gz dengan akun Threads @syifaanuraz turut mengatakan hal serupa, "(Hasil dari no-sugar) Penguasaan emosional, kosakata, dan kepekaan Kamari matang banget di usianya sekarang. Otaknya berkembang optimal karena tidak terdistraksi oleh kecanduan dopamin dari rasa manis berlebih," tulisnya dalam sebuah postingan Threads.
Selain bebas gula, Kamari juga dibiasakan mengonsumsi real food sejak masa MPASI, jauh dari makanan instan yang tinggi natrium dan pengawet. Pola makan ini berkaitan erat dengan kesehatan sistem pencernaan yang dalam dunia medis dikenal memengaruhi fungsi otak lewat koneksi gut-brain axis. Usus yang sehat berkontribusi pada produksi neurotransmiter penenang yang membuat anak lebih tenang dan mudah menyerap stimulasi, dan hasilnya terlihat jelas pada Kamari hari ini.
3. Menerapkan kedisiplinan secara konsisten

Jennifer menegaskan bahwa salah satu prinsip utamanya dalam membesarkan Kamari adalah tidak membiarkan kesalahan berlalu begitu saja. Baginya, anak perlu memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang keliru sejak dini, karena kebiasaan yang dibentuk di usia ini akan membawa dampak jangka panjang. Jennifer percaya, mendisiplinkan anak bukan berarti bersikap keras, tapi soal konsistensi dalam menegakkan batasan.
Prinsip ini pula yang ia pegang agar Kamari tumbuh menjadi anak yang paham aturan dan bisa mengelola perilakunya sendiri. Menurutnya, hukuman yang diberikan tidak perlu berlebihan, yang terpenting adalah ada efek jera yang membuat anak mengerti mana yang boleh dan mana yang tidak. Hasilnya pun terlihat, Kamari tumbuh jadi anak yang anteng dan behave bahkan di tengah acara besar sekalipun.
"Kalau Kamari salah, aku hukum. Supaya dia tau, dia salah dan dihukum itu gak enak. Jadi hukumnya itu gak berlebihan, supaya ada efek jera aja," katanya dalam video TikTok yang sama.
4. Metode timed out

Selain soal nutrisi, Jennifer juga dikenal menerapkan metode time-out dalam mendisiplinkan Kamari. Caranya sederhana, saat Kamari berbuat salah, Jennifer akan memerintahkan sang anak untuk berdiri atau duduk di sudut ruangan sebagai konsekuensi atas perilakunya. Metode "go to the corner!" ini rupanya jadi andalan Jennifer karena memberikan ruang bagi Kamari untuk merefleksikan kesalahannya tanpa harus melibatkan hukuman fisik.
Metode ini ternyata bukan sekadar tren parenting biasa. Penelitian yang dituliskan The Baker Center US, menunjukkan bahwa time-out yang diterapkan secara terstruktur terbukti aman dan efektif dalam mengurangi masalah perilaku pada anak. Bahkan, berbagai studi menemukan bahwa metode ini berkaitan dengan berkurangnya perilaku agresif, meningkatnya kepatuhan anak, serta terbentuknya perilaku yang lebih baik di berbagai situasi.
Demikian beberapa tips parenting yang diterapkan Jennifer Coppen kepada Kamari. Semoga bermanfaat, ya!


















