"Ada dua hal yang perlu diingat orangtua mengenai perubahan perkembangan ini: berkurangnya komunikasi verbal bukan berarti hilangnya rasa sayang dari remaja tersebut, dan berkurangnya interaksi verbal bukan berarti orangtua tidak bisa lagi menemukan cara untuk tetap menjalin kedekatan dengan anak remajanya," jelasnya.
"Biasanya, perubahan pola komunikasi dengan orangtua saat masa remaja dimulai ini berkaitan dengan tiga faktor: diferensiasi, privasi, dan kemandirian," lanjut Carl.
Anak Mulai Jarang Cerita ke Orangtua? Jangan Langsung Anggap Dia Berubah

Take a Deeper Reads

Dulu, anak mungkin selalu punya banyak cerita setiap kali pulang sekolah. Mulai dari pengalaman bermain bersama teman, kejadian lucu di kelas, hingga hal-hal kecil yang membuatnya kesal. Namun seiring bertambahnya usia, kebiasaan tersebut mungkin bisa berubah. Anak yang dahulu begitu terbuka kepada orangtua kini lebih sering menghabiskan waktu di kamar dan menjawab pertanyaan dengan singkat.
Perubahan ini terkadang membuat orangtua khawatir. Tak sedikit yang menganggap anak mulai tertutup, tidak lagi nyaman berada di rumah, atau bahkan sengaja menjauh dari keluarga. Padahal, berkurangnya komunikasi tidak selalu menandakan hubungan orangtua dan anak bermasalah.
1. Anak mulai membutuhkan privasi dan ruang untuk dirinya sendiri

ilustrasi parenting (Pexels.com/Julia M Cameron) Ketika memasuki masa remaja, wajar jika anak mulai mengalami perubahan dalam cara berpikir, merasakan emosi, dan membangun hubungan sosial. Mereka mulai memiliki pandangan sendiri tentang berbagai hal serta ingin menentukan pilihan tanpa selalu melibatkan orangtua.
Salah satu bentuk perubahan tersebut adalah keinginan untuk memiliki ruang pribadi, termasuk tidak menceritakan seluruh pengalaman sehari-hari kepada keluarga. Psikolog Carl E. Pickhardt, Ph.D., dalam artikelnya di Psychology Today menjelaskan bahwa berkurangnya komunikasi antara anak dan orangtua merupakan hal yang umum terjadi ketika anak memasuki masa remaja.
Dalam kondisi ini, orangtua perlu belajar membedakan antara memberikan ruang dan membiarkan anak merasa sendirian. Anak tetap membutuhkan perhatian, tetapi bentuk perhatian tersebut mungkin tidak lagi sama seperti ketika mereka masih kecil.
2. Perubahan lingkungan sosial bisa membuat anak lebih nyaman bercerita kepada teman

ilustrasi parenting (pexels.com/cottonbro studio) Semakin bertambah usia, kehidupan sosial anak biasanya semakin luas. Mereka mulai memiliki teman dekat, mengikuti kegiatan di luar rumah, dan membangun hubungan yang lebih kompleks dengan orang-orang di sekitarnya.
Tidak mengherankan jika anak kemudian lebih sering membagikan pengalaman dan perasaannya kepada teman sebaya dibandingkan kepada orangtua. Menurut panduan UNICEF berjudul Parenting of Adolescents, remaja cenderung semakin mandiri dan mulai membangun hubungan sosial di luar keluarga.
"Masa remaja merupakan tahap perkembangan penting yang menandai transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Masa ini ditandai dengan munculnya rasa identitas diri; eksplorasi minat, keyakinan, nilai, dan tujuan pribadi; peningkatan kemandirian dan otonomi di luar lingkungan keluarga; tanggung jawab yang kian besar; peningkatan keterlibatan dalam perilaku berisiko; munculnya seksualitas; peran teman sebaya yang semakin penting; penguatan stereotip gender; serta perubahan dinamika hubungan dengan orangtua dan pengasuh," demikian laporan UNICEF.
Dalam proses tersebut, hubungan dengan orangtua juga mengalami penyesuaian. Orangtua perlu menghargai perkembangan kemandirian anak sekaligus mempertahankan komunikasi yang terbuka dan saling menghormati. Orangtua tidak perlu langsung merasa tersisih. Sebaliknya, cobalah menunjukkan ketertarikan terhadap kehidupan sosial anak tanpa menginterogasinya.
3. Anak mungkin takut dianggap salah atau diadili ketika bercerita

ilustrasi parenting (pexels.com/Kindel Media) Salah satu alasan anak enggan bercerita kepada orangtua adalah kekhawatiran terhadap respons yang akan diterimanya. Pengalaman dimarahi, dibandingkan dengan orang lain, atau langsung diberi nasihat ketika sedang mengungkapkan masalah bisa membuat anak merasa tidak nyaman.
Akibatnya, mereka mungkin memilih menyimpan masalah sendiri daripada menghadapi reaksi yang dianggap tidak menyenangkan. Dokter Hina Talib, seorang dokter anak sekaligus spesialis kedokteran remaja, membagikan sejumlah tips komunikasi dengan anak melalui UNICEF.
"Sadarilah bahwa reaksi awal orangtua seperti komentar, memutar bola mata, atau helaan napas, dapat berdampak besar pada anak dan percakapan mengenai perasaan di masa mendatang. Cobalah untuk menarik napas dalam-dalam atau menahan diri sejenak sebelum merespons jika diperlukan," sarannya.
"Terakhir, ingatlah untuk menjalin kerja sama dengan anak dan mintalah izin mengenai bagaimana mereka ingin Anda merespons sebelum langsung memberikan nasihat. Mereka mungkin hanya ingin mencurahkan isi hati atau ingin mencari tahu langkah selanjutnya sendiri, dengan bimbingan Anda sebagai pendukung. Hal terpenting adalah mengingatkan mereka bahwa Anda selalu berada di pihak mereka, apa pun yang terjadi," tambah dokter Hina Talib.
4. Jangan abaikan kemungkinan anak sedang menghadapi masalah emosional

ilustrasi parenting (pexels.com/Ketut Subiyanto) Meskipun kebutuhan akan privasi merupakan bagian dari perkembangan anak, orangtua tetap perlu memperhatikan perubahan perilaku yang terjadi secara tiba-tiba. Anak yang sebelumnya ceria dan senang berbicara mungkin menjadi lebih pendiam karena sedang menghadapi masalah di sekolah, konflik dengan teman, perundungan, atau tekanan akademis.
Dalam beberapa situasi, perubahan tersebut juga dapat berkaitan dengan masalah kesehatan mental. UNICEF Amerika Serikat menjelaskan bahwa perubahan suasana hati dan perilaku yang berlangsung terus-menerus perlu diperhatikan oleh orangtua.
Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain kehilangan minat terhadap kegiatan yang sebelumnya disukai, perubahan pola tidur, menarik diri dari teman dan keluarga, serta kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Jika perubahan tersebut berlangsung selama beberapa minggu atau mulai mengganggu kehidupan anak, orangtua disarankan mempertimbangkan bantuan profesional.
5. Bangun kembali kedekatan dengan percakapan yang tidak memaksa

ilustrasi parenting (pexels.com/Kaboompics.com) Ketika anak mulai jarang bercerita, orangtua tidak harus selalu memulai percakapan dengan pertanyaan serius. Kedekatan justru bisa dibangun melalui kegiatan sederhana, seperti makan bersama, menonton film, memasak, atau berjalan-jalan.
Momen santai tersebut dapat membuat anak merasa lebih nyaman untuk berbicara tanpa merasa sedang diinterogasi. Psikolog Lisa Damour, Ph.D., yang dikenal sebagai penulis dan pakar psikologi remaja, menjelaskan dalam panduan UNICEF bahwa mendengarkan dan menunjukkan empati merupakan cara penting untuk mendukung anak ketika mereka sedang mengalami emosi yang sulit.
"Saat remaja mengungkapkan bahwa mereka sedang merasa sedih atau kesal, orang dewasa mungkin tergoda untuk langsung memberikan nasihat, kata-kata penyemangat, atau pertanyaan. Hal-hal tersebut memang bisa berguna, namun sering kali yang paling mereka butuhkan adalah empati," jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa remaja tidak selalu membutuhkan solusi. Terkadang, mereka hanya ingin didengarkan dan diberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya. Orangtua juga bisa mulai menggunakan pertanyaan terbuka yang tidak menuntut jawaban panjang.
"Saat remaja berbagi perasaan yang menyakitkan, cobalah untuk menanggapi dengan penuh pengertian terlebih dahulu. Mengatakan hal seperti 'Aku turut sedih kamu merasa seperti itu' atau 'Wajar saja jika kamu merasa kesal' sering kali memberikan dukungan yang mereka cari sekaligus menjaga saluran komunikasi tetap terbuka," saran Lisa.
Anak yang mulai jarang bercerita kepada orangtua tidak selalu sedang mengalami perubahan hubungan yang buruk. Bisa jadi, mereka sedang belajar mengenali diri sendiri, membutuhkan privasi, atau menghadapi persoalan yang belum siap dibagikan. Namun, orangtua tetap perlu peka terhadap perubahan perilaku yang berlangsung lama dan berpotensi mengganggu keseharian anak.
























