ilustrasi bertengkar (pexels.com/Gustavo fring)
Melansir dari laman Verywell Mind, family stress theory atau teori stres keluarga adalah teori dikembangkan oleh sosiolog Reuben Hill pada tahun 1949. Teori ini menyelidiki perubahan dalam dinamika keluarga yang terjadi akibat peristiwa yang menimbulkan stres. Menguraikan bagaimana keluarga bereaksi terhadap pemicu stres ini dan bagaimana mereka dapat bangkit kembali dan mendapatkan kembali stabilitas.
Menyadari bahwa perpisahan dan reuni merupakan krisis dalam sistem keluarga, ia menemukan beberapa pola. Hill mencatat bagaimana sumber daya internal dan eksternal keluarga dapat meredam atau memperburuk peristiwa yang menegangkan, memengaruhi cara keluarga menafsirkan dan memaknai peristiwa yang memicunya. Ketiga faktor ini digabungkan, yakni peristiwa itu sendiri, sumber daya keluarga yang tersedia, dan persepsi keluarga terhadap peristiwa itu, berinteraksi untuk memengaruhi dan menentukan hasil dari krisis tersebut.