Ilustrasi anak bermain bersama orang tua (pexels.com/Werner Pfennig)
Daripada melakukan kegiatan yang padat setiap hari, otak anak yang sedang berkembang akan mendapat manfaat besar dari waktu bermain yang tidak terstruktur (unstructured playtime). Ini memberikan anak lingkungan yang aman untuk menyerap, memproses, dan menerapkan informasi baru.
Sementara itu, mengurangi paparan anak terhadap teknologi merupakan cara lain untuk mendorong permainan dan eksplorasi bebas. Memberikan anak-anak pilihan untuk mengejar minat juga merupakan hal yang penting. Harga diri anak-anak harus didasarkan pada lebih dari sekadar prestasi sekolah.
"Orangtua sering menyalahkan diri sendiri karena melakukan kesalahan di setiap kesempatan. Kunci untuk menghilangkan pikiran negatif ini adalah menjadi ingin tahu dan tidak selalu benar. Tunjukkan kepada anak-anak bahwa kamu tidak sempurna namun bersedia mencoba lagi," saran terapis keluarga Colette Brown, mengutip laman Today.
Anak-anak mungkin mengalami kesulitan mengenali tanda-tanda Hurried Child Syndrome. Ini merupakan tugas orangtua yang harus mengamati mereka dengan saksama. Mengenali tanda-tanda ini sejak dini dapat membantu orangtua memperlambat langkah dan menurunkan risikonya. So, semoga fenomena ini membuat kita lebih perhatian terhadap anak, ya!