Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Ampuh Kamar Bebas Jamur saat Musim Hujan, Jauhi Masalah Kesehatan
Ilustrasi kamar (freepik.com/freepik)
  • Musim hujan bikin kamar lembap dan jadi sarang jamur yang bisa memicu gangguan kesehatan seperti asma, alergi, serta iritasi kulit.
  • Langkah pencegahan utama meliputi mengeringkan area basah segera, menjaga ventilasi udara tetap lancar, dan menggunakan dehumidifier untuk kontrol kelembapan.
  • Pemeriksaan kebocoran rutin serta mengurangi barang penyerap air membantu mencegah pertumbuhan jamur dan menjaga kamar tetap sehat selama musim hujan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim hujan yang turun hampir seharian, memang bikin udara sejuk dan rumah terasa nyaman tanpa perlu AC (Air Conditioner). Tapi, hujan terus-menerus juga bikin kamar lembap dan jadi tempat favorit jamur atau black mold. Jamur bisa muncul di dinding, plafon, perabotan, bahkan kusen, lantas meninggalkan noda gelap dan merusak tampilan kamar. Lebih dari itu, spora jamur yang terhirup bisa memicu asma, batuk, alergi, atau gatal-gatal pada kulit.

Saat hujan deras terus turun, menjaga kamar tetap kering memang tantangan. Berikut beberapa cara mudah agar kamar tetap nyaman dan bebas jamur!

1. Segera keringkan lantai dan area basah

Ilustrasi kamar (freepik.com/freepik)

Saat hujan terus turun, lantai kamar maupun area dekat jendela dan kamar mandi sering menjadi lembap akibat rembesan atau genangan air. Kondisi lembap yang dibiarkan terlalu lama, dapat menjadi tempat ideal bagi jamur, lumut, dan bakteri untuk berkembang. Di samping itu, bisa membuat lantai licin dan berisiko membahayakan penghuni.

Oleh karena itu, segera lap genangan air dengan kain atau pel setelah terlihat rembesan. Gunakan juga keset atau karpet yang mudah dicuci untuk menyerap sisa kelembapan dan mempercepat proses pengeringan lantai.

Menurut studi Journal of Environmental Health, lantai yang tetap basah lebih dari 24 jam dapat meningkatkan pertumbuhan jamur hingga 70 persen. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk segera mengeringkan area basah dalam 24–48 jam agar jamur tidak sempat tumbuh.

2. Ventilasi rutin meski hujan

Ilustrasi kamar (freepik.com/teksomolika)

Udara dalam kamar dapat menjadi pengap dan lembap jika tidak ada sirkulasi udara yang baik, terutama saat hujan turun terus-menerus. Udara yang tidak bergerak, mempermudah kelembapan menempel di permukaan dinding dan perabotan sehingga jamur pun bisa tumbuh lebih cepat.

Oleh karena itu, cobalah membuka jendela secara berkala ketika hujan reda atau bahkan ketika hujan ringan. Bila kondisi tidak memungkinkan, gunakan kipas angin atau exhaust fan untuk menjaga udara tetap bergerak dan membantu mengurangi kelembapan. Ventilasi yang baik dapat mengurangi risiko pertumbuhan jamur hingga 60 persen.

3. Gunakan dehumidifier untuk kontrol kelembapan

Ilustrasi kamar (freepik.com/freepik)

Cuaca hujan panjang membuat kamar dingin dan lembap. Kondisi tersebut ideal bagi jamur berkembang biak. Kelembapan relatif yang tinggi merupakan faktor utama yang membuat jamur mudah tumbuh di kamar. WHO menyarankan suhu ideal 18–20°C dan kelembapan 50–60 persen untuk mencegah jamur.

Jika kelembapan tinggi, buka jendela saat hujan reda, gunakan kipas angin, atau pertimbangkan dehumidifier. Alat ini menyerap air dari udara, menjaga kamar kering, dan mengurangi risiko jamur hingga 80 persen bila digunakan rutin.

4. Perbaiki kebocoran sejak dini

Ilustrasi kamar (freepik.com/jannoon028)

Jamur sering tumbuh bukan hanya karena kelembapan umum, tetapi juga karena adanya kebocoran air yang tidak terlihat jelas. Kebocoran dari atap, pipa air, atau sambungan dinding dapat membuat area tertentu menjadi lembap terus‑menerus, sehingga jamur pun mudah tumbuh di sana.

Untuk itu, periksa secara berkala area yang berpotensi rembesan, terutama setelah hujan deras, dan segera perbaiki bila ditemukan kebocoran. Jangan biarkan rembesan air menumpuk di balik dinding karena ini bisa menjadi tempat pertumbuhan jamur yang sulit dibersihkan. Membersihkan talang air secara rutin juga membantu mencegah air hujan masuk kembali ke tembok rumah.

5. Kurangi barang yang menahan kelembapan

Ilustrasi kamar (freepik.com/freepik)

Barang‑barang seperti kain, tumpukan buku, kardus, atau karpet tebal cenderung menyerap air dan kelembapan lebih lama. Barang‑barang ini bila diletakkan di kamar yang lembap, dapat membuat jamur lebih mudah berkembang di permukaannya.

Oleh karena itu, minimalkan menumpuk barang‑barang yang mudah menyerap air di area kamar yang rentan lembap. Gunakan rak yang aerasinya baik dan pastikan barang‑barang basah atau lembap seperti handuk, dibersihkan serta dikeringkan segera setelah digunakan.

Menjaga kamar tetap kering saat hujan memang menantang, tetapi bisa diatasi dengan kebiasaan sederhana seperti segera mengeringkan area basah, menjaga ventilasi tetap baik, menggunakan dehumidifier, serta rutin membersihkan area rawan lembap. Dengan mengontrol kelembapan secara konsisten, kamar akan tetap nyaman, rapi, dan kesehatan penghuni rumah lebih terlindungi dari risiko jamur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team