Memberikan reward sering menjadi strategi andalan orangtua untuk memotivasi anak. Namun, tidak semua reward bekerja efektif jika diberikan tanpa pertimbangan yang tepat. Jika salah pilih, reward justru bisa kehilangan makna dan tidak lagi memberi dampak positif.
Setiap anak memiliki karakter, minat, dan cara termotivasi yang berbeda. Karena itu, orangtua perlu memahami bahwa reward bukan sekadar hadiah, melainkan bentuk apresiasi yang bisa menginspirasi perilaku positif. Lalu, bagaimana cara memilih reward yang tepat agar anak tetap termotivasi? Yuk, cari tahu lewat artikel berikut ini!
