Ilustrasi conscious parenting (pexels.com/RDNE Stock project)
Berbeda dengan metode tradisional yang sering kali berfokus pada kontrol dan disiplin, conscious parenting mengedepankan kesadaran diri, empati, dan koneksi emosional antara orangtua dan anak. Orangtua yang menerapkan conscious parenting berusaha memahami pengaruh-pengaruh dalam hidup mereka.
Misalnya, bagaimana mereka dibesarkan oleh orangtua mereka sendiri atau pengalaman sehari-hari di tempat kerja maupun di masyarakat luas. Hal tersebut memengaruhi cara mereka mengasuh anak.
Constance Walsh, MSW, EdD, anggota fakultas di Pacific Oaks College School of Cultural & Family Psychology, mengatakan bahwa orangtua yang mempraktikkan conscious parenting harus cukup sadar diri untuk melakukan perubahan, dan ini membutuhkan banyak usaha.
“Conscious parenting sering kali mengharuskan kita untuk melepaskan praktik pengasuhan yang digunakan saat kita masih kecil. Untuk membuat perubahan dalam pengasuhan, kita harus memahami mengapa kita mengasuh dengan cara tertentu dan bagaimana kita ingin mengubah gaya pengasuhan kita, yang dapat dicapai melalui refleksi diri," jelasnya dilansir Parents.