Comscore Tracker

Tanda Toxic, Ini 6 Dosa Orangtua pada Anak yang Sering Gak Disadari

#IDNTimesLife Menuntut anak jadi dewasa sebelum waktunya

Belajar jadi orangtua yang baik memang butuh waktu sepanjang hidup. Jika ingin anak tumbuh sehat dan bahagia, orangtua harus perhatikan segala aspek mulai dari fisik, psikologis, hingga sosial dari awal masa tumbuh secara seimbang. 

Namun, gak jarang pengasuhan yang keliru pada anak menyisakan bekas luka yang akan dibawa hingga dewasa. Tanda toxic, ini 6 dosa orangtua terhadap anak yang sering gak disadari.  

1. Orangtua dengan pola asuh otoriter yang terlalu mengekang anak

Tanda Toxic, Ini 6 Dosa Orangtua pada Anak yang Sering Gak Disadaripexels.com/Julia M Cameron

Ketakutan pada pergaulan bebas, gak lantas membenarkan orangtua berhak bersikap posesif. Anak yang terlalu dikekang sejak kecil, justru pada nantinya akan mengalihkan emosi dan energi pada perilaku yang salah. 

Jika anak ingin melakukan hal yang disenangi, mulai sekarang beri mereka kelonggaran setelah melakukan kewajiban. Kebebasan bermain atau mempelajari hal-hal yang ia suka, sangat dibutuhkan untuk mengetahui potensi terbaik. 

2. Berprasangka buruk dengan selalu berpikiran negatif terhadap perilaku anak

Tanda Toxic, Ini 6 Dosa Orangtua pada Anak yang Sering Gak Disadaripexels.com/Kamaji Ogino

Sebagai orangtua, tentu kamu mau buah hati tumbuh bahagia seperti teman-teman seusianya. Di saat yang sama, role model utama yang dilihat anak adalah orangtua. Orangtua yang selalu berkomentar negatif dan memberi kritik pedas, akan secara gak langsung ditiru sehingga menjadi bagian dari karakter.

Maka alih-alih terus mengkritik dan menuduh berbuat nakal, orangtua perlu memberi kepercayaan. Sebagai orangtua demokratis, anak justru butuh penghargaan saat melakukan perilaku benar dan diberi tahu konsekuensi ketika melakukan kesalahan.

3. Membandingkan anak dengan anak lain

Tanda Toxic, Ini 6 Dosa Orangtua pada Anak yang Sering Gak Disadaripexels.com/August de Richelieu

Anak yang terus dibandingkan, lama-lama akan melahirkan sikap membangkang. Mereka justru rentan mengembangkan pribadi yang rendah diri dan sulit masuk dalam pergaulan karena menganggap dirinya selalu kurang. 

Hal yang perlu diingat orangtua dalam mengasuh anak adalah menyadari bahwa setiap anak memiliki kelebihan masing-masing. Jika suatu waktu anak tak pandai dalam satu mata pelajaran, bukan berarti pada mata pelajaran lain ia demikian.

Alih-alih menghakimi, orangtua berperan sebagai pembimbing untuk menunjukkan kelebihan atau kekuatan anak sehingga mereka dapat memaksimalkan potensinya. 

Baca Juga: 5 Tips Parenting Penting untuk Anak Usia Bawah 5 Tahun

4. Kurang memahami perasaan anak

Tanda Toxic, Ini 6 Dosa Orangtua pada Anak yang Sering Gak Disadaripexels.com/ Gustavo Fring

Membiasakan komunikasi yang sehat adalah awal dari pengasuhan yang tepat. Sebaliknya, komunikasi satu arah pada anak membuat mereka merasa terbuang seakan tak ada yang memahami.

Tak hanya orang dewasa, setiap anak juga bisa sakit hati ketika ucapannya disela atau tak didengar oleh orangtua. Meski kesannya sepele, anak yang tumbuh dengan orangtua toxic ini, akan lebih mudah minder, bahkan bisa mengalami masalah dalam bersosialisasi. 

5. Kurang menghargai keinginan anak

Tanda Toxic, Ini 6 Dosa Orangtua pada Anak yang Sering Gak Disadaripexels.com/Julia M Cameron

Hal yang klise tapi masih ditemui pada pola asuh orangtua modern adalah memaksakan kehendak pada anak. Perilaku ini justru mematikan kepercayaan diri anak karena baru memulai saja, mereka sudah dilarang untuk melakukan sesuatu yang mereka sukai.

Tuntutan yang tak realistis dari orangtua juga membuat anak rentan stres, bahkan kesulitan menemukan identitas diri saat dewasa. Maka sebelum memaksakan kehendak, orangtua seharusnya mendengarkan kemauan anak dan mencari titik tengah dengan diskusi. 

6. Menuntut anak menjadi dewasa sebelum waktunya

Tanda Toxic, Ini 6 Dosa Orangtua pada Anak yang Sering Gak Disadaripexels.com/August de Richelieu

Tuntutan yang berlebihan pada anak, membuatnya kehilangan masa bersenang-senang bersama teman sebaya. Padahal, masa ini juga dibutuhkan untuk perkembangan sosial anak.

Orangtua setidaknya tahu bagaimana membimbing anak untuk melakukan tugas sesuai dengan perkembangan usia. Jangan membiasakan mereka buat memikul tanggung jawab terlalu besar karena ini akan mematikan jiwa anak secara perlahan.

Itu tadi dosa orangtua terhadap anak yang sering gak disadari. Mulai sekarang, yuk sama-sama belajar jadi orangtua yang mau memahami anak dengan memberi pengasuhan dengan benar!

Baca Juga: 5 Pelajaran Parenting yang Diajarkan dalam KDrama 'Start-Up'

Topic:

  • Fajar Laksmita Dewi
  • Febriyanti Revitasari
  • Septi Riyani

Berita Terkini Lainnya