Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

FOMO Piala Dunia Bisa Bikin Kantong dan Mental Terkuras, Lho!

FOMO Piala Dunia Bisa Bikin Kantong dan Mental Terkuras, Lho!
ilustrasi orang menyaksikan pertandingan sepak bola (pexels.com/Vitaly Gariev)
Intinya Sih
  • Piala Dunia FIFA 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan jumlah peserta meningkat menjadi 48 tim, menciptakan euforia besar di kalangan penggemar.
  • Fenomena FOMO membuat banyak orang ikut nobar atau mendukung tim hanya demi validasi sosial, bukan karena kecintaan pada sepak bola itu sendiri.
  • FOMO Piala Dunia dapat memicu stres, kelelahan fisik, hingga masalah finansial; penting untuk menikmati ajang ini sesuai minat pribadi tanpa tekanan sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Piala Dunia FIFA 2026 dijadwalkan berlangsung dari tanggal 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Hal menarik dari piala dunia tahun ini adalah keterlibatan tiga negara sebagai tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ini adalah kali pertamanya dalam sejarah Piala Dunia diadakan di tiga negara sekaligus. Selain itu, di tahun ini, jumlah tim yang bertanding pun diperluas hingga 48 tim.

Melihat dan merasakan euforia ini, apakah kamu termasuk orang yang antusias dengan ajang pertandingan sepak bola bergengsi ini? Bagi banyak orang, datang ke acara nonton bareng atau nobar Piala Dunia adalah bentuk kebahagiaan dan loyalitas pada tim jagoan. Namun, gak sedikit juga yang nobar hanya ikut-ikutan alias FOMO.

1. FOMO Piala Dunia demi validasi sosial

ilustrasi orang menyaksikan pertandingan sepak bola
ilustrasi orang menyaksikan pertandingan sepak bola (pexels.com/Eslam Mohammed Abdelmaksoud)

Nyatanya, FOMO sudah menyelami tiap aspek kehidupan manusia di zaman modern ini, segala hal seakan gak lepas dari FOMO, termasuk event Piala Dunia 2026. Di event besar nan bergengsi ini pun, julukan FOMO Piala Dunia tetap ada. Julukan ini umumnya diberikan kepada mereka yang mendadak jadi pecinta sepak bola demi gak ketinggalan tren. Fenomena ini lantas melahirkan suporter abal-abal atau karbitan.

Dalam dunia sepak bola, jenis suporter ini dikategorikan sebagai suporter palsu atau sementara, biasanya seorang suporter karbitan hanya ikut-ikutan mendukung suatu tim karena mayoritas orang mendukung tim itu, terlepas dia suka dengan tim itu atau gak. Maka, saat seseorang hanya FOMO Piala Dunia, fokus mereka bukan pada taktik lapangan atau loyalitas tanpa batas, melainkan ajang berburu pengakuan. Gak heran, di masa Piala Dunia ini, akan ada orang yang tiba-tiba update skor di status media sosialnya, atau update hal apa pun yang menyangkut Piala Dunia hanya agar dianggap kekinian.

2. Bagi kaum FOMO, nobar adalah harga yang harus dibayar

ilustrasi orang menyaksikan pertandingan sepak bola
ilustrasi orang menyaksikan pertandingan sepak bola (pexels.com/Vitaly Gariev)

Kamu sebenarnya gak suka nobar, kamu gak suka ada di antara kerumunan yang berisik, dan yang paling penting adalah kamu gak suka bola. Namun, karena rasa gengsi itu lebih tinggi dibanding ketidaksukaanmu, kamu rela bangun malam demi bisa nongkrong bareng Piala Dunia. Sebab, menolak ajakan nobar dari teman atau rekan kerja rasanya jadi suatu hal yang tabu dan seakan merusak citra sosialmu. Kamu mungkin takut akan dicap sebagai orang yang gak asyik, gak seru, atau kurang gaul. Masa sih mau dibilang “Hari ini gak tahu Piala Dunia?”

Menariknya, bagi kaum FOMO, ketidaksukaan dan ketidaknyamanan yang harus mereka lalui bisa dibayar oleh sesuatu yang sepadan. Ketika lingkungan sosial memberikan validasi sesuai dengan yang mereka harapkan, mereka pun akan merasa puas yang teramat. Inilah yang menjadi alasan kenapa mereka rela menderita demi gak dinilai ketinggalan zaman.

3. Dampak negatif FOMO Piala Dunia dan cara mengatasinya

ilustrasi orang mengobrol (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi orang mengobrol (pexels.com/Mikhail Nilov)

Sikap FOMO itu didasari oleh ketakutan dan kecemasan ketinggalan tren. Nah, segala sesuatu yang didasari oleh ketakutan tertinggal tentu punya konsekuensi tersendiri. Dilansir laman Alodokter, dampak negatif dari FOMO secara umum meliputi meningkatnya rasa cemas dan kesepian, meningkatnya risiko gangguan psikologis seperti kecemasan hingga depresi, menurunnya tingkat kepercayaan diri, dan berkurangnya produktivitas. Begitu pula yang terjadi saat seseorang FOMO di ajang Piala Dunia 2026 ini. Selain dampak itu, kamu bisa saja mengalami kelelahan fisik, kanker alias kantong kering, dan rentan mendapat cyberbullying.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Ingat ya bahwa gak semua yang banyak disukai orang itu membawa kesenangan. Piala Dunia adalah pesta olahraga yang seharusnya dinikmati oleh orang yang memang ingin menikmatinya, bukan beban sosial. Maka, jangan ragu menolak ajakan teman untuk nobar kalau kamu memang gak mau. Kalaupun untuk sekadar seru-seruan, gak masalah.

Dunia gak lantas runtuh kok hanya karena kamu gak paham soal apa yang jadi tren, termasuk ketika kamu gak tahu tim mana yang menang semalam di Piala Dunia. Hidupmu hanya kamu yang menjalani dan pilihan ada di tanganmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya

Related Articles

See More