Comscore Tracker

#MahakaryaAyahIbu: Sejuta Kenangan Menjelang Tidur

Di kala hening malam, aku tersenyum sendiri mengingat kenangan bahagia bersama Ayah dan Ibu tercinta.

Artikel ini merupakan karya tulis peserta kompetisi storyline "Mahakarya untuk Ayah dan Ibu" yang diselenggarakan oleh IDNtimes dan Semen Gresik. 


Untuk ayah dan ibu yang selalu memberikan kasih sayang kepadaku dan saudara-saudaraku. Izinkanlah jemariku ini menuliskan kenangan yang pernah engkau lukiskan di hatiku. Jari-jari mungilku yang dulu engkau genggam, kini telah menjadi jari-jari kokoh tak tertandingi yang ingin menuliskan sebuah kisah. Kisah pengasuhan dengan ketulusan yang engkau curahkan. Kisah indah dimasa kecilku yang tak terlupakan.

Mereka adalah ayah dan ibuku. Sosok yang indah nan mulia yang senantiasa merawatku sedari kecil. Mereka laksana malaikat yang selalu menjagaku dan saudara-saudaraku. Meski hidup dalam kesederhanaan, namun tidak membuat kehangatan kasih sayang dalam keluarga kami memudar. Kehangatan kasih sayang yang dibangun oleh ayah dan ibuku justru semakin kokoh tak tertandingi dari waktu kewaktu.

Ku teringat  betapa bahagianya masa kecilku. Mereka mencurahkan kasih sayang sepenuhnya untukku dan saudara-saudaraku hingga satu persatu dari kami tumbuh dewasa dan menjadi insan yang berguna. Ingin rasanya memutarbalikkan waktu, agar aku bisa kembali mengulang masa kecilku.

Tak terasa 17 tahun sudah waktu berlalu. Masih terbayang jelas dalam ingatanku. Diusiaku yang menginjak 4 tahun, Ayah dan ibu mulai mengajarkanku membaca, menulis, dan bernyanyi. Mereka mengajariku dengan telaten dan penuh kesabaran. Saat itulah mereka melukiskan sebuah kenangan terindah yang hingga saat ini masih teringat dibenakku. Saat hari menjelang malam, di teras rumah Ayah dan ibu mengajarkanku bernyanyi lagu anak-anak. Kami duduk di bangku sembari memandangi indahnya langit yang dihiasi oleh bintang-bintang.

Masih tergambar jelas, Aku duduk ditengah-tengah mereka. Ayah di samping kanan-ku dan Ibu duduk di samping kiri-ku. Aku bersandar di pangkuan ibu sambil bernyanyi “Prok... prok... prok... bunyi sepatu... sepatuku sepatu baru... kudapat dari ibu... karena rajin membantu..., kring... kring... kring... ada sepeda... sepedaku roda dua… kudapat dari ayah... karena rajin membaca...”. Kami bernyanyi bersama-sama sambil bertepuk tangan. Kami tertawa riang gembira. Alangkah bahagianya perasaanku waktu itu.

Kulihat senyum kebahagiaan terpancar dari wajah ayah dan ibuku. Seketika Ayah mencium pipi dan keningku sambil mengusap rambut kepalaku. Hari semakin malam, Ibu mendekapku dipangkuannya. Kemudian mereka menyanyikan lagu tidur untukku hingga aku terlelap.

Aku bersyukur kepada Allah Swt karena telah memberikanku orang tua seperti mereka. Mereka adalah Mahakarya terindah yang Allah Swt ciptakan untukku dan saudara-saudaraku. Mahakarya ciptaan Allah Swt yang senantiasa memberikan kasih sayang takterhingga kepada anak-anaknya.

Hanu_Rohman Photo Writer Hanu_Rohman

lahir di Nganjuk 28 Desember 1996. bukan orang yang terbaik namun apa salahnya jika berusaha melakukan yang terbaik. ingin menjadi manusia yang menikmati kebebasan, kebebasan dalam berkarya tanpa terikat oleh apapun. mencoba untuk membagikan ide atau gagasan. mencoba untuk berbagi cerita kehidupan. mencoba untuk share pengalaman, mencobat menyuratkan apa yang tersirat di hati.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ernia Karina

Berita Terkini Lainnya