“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa humor adalah proses kompleks yang terus berkembang selama empat tahun pertama kehidupan,” ujar Elena Hoicka, seorang psikolog perkembangan dan Profesor di Sekolah Pendidikan Universitas Bristol, dikutip dari Parents.
Orangtua Harus Tahu, Hebatnya Bayi Baru Lahir yang Jarang Disadari

Menjadi first time mom sering kali membuat banyak orangtua fokus pada hal-hal dasar seperti menyusui, jam tidur, atau cara menenangkan bayi. Padahal di balik tubuh mungilnya, bayi baru lahir ternyata sudah memiliki kemampuan luar biasa yang jarang disadari. Mulai dari merespons musik, mengenali wajah, hingga membentuk memori, otak bayi sebenarnya sudah aktif belajar sejak hari-hari pertama kehidupannya.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa newborn bukan sekadar bayi yang belum mengerti apa-apa. Justru, interaksi sederhana dari orangtua bisa menjadi stimulasi penting untuk mendukung perkembangan emosi, bahasa, hingga kemampuan sosial si kecil sejak dini. Kira-kira apa saja hebatnya bayi baru lahir yang jarang disadari? Yuk, ketahui lewat artikel berikut!
1. Merespons musik sejak lahir

Tangisan bayi yang langsung tenang saat mendengar lagu tertentu ternyata bukan sekadar kebetulan. Penelitian dari Italian Institute of Technology menemukan bahwa newborn mampu mendeteksi dan memprediksi pola ritme dalam musik melalui aktivitas otaknya.
Mengutip dari The Guardian, penulis utama penelitian, Roberta Bianco, menyebut bahwa ritme mungkin merupakan bagian dari perangkat biologis kita, sehingga tidak heran jika bayi terlihat lebih nyaman saat mendengar suara atau lagu yang familiar. Karena itu, musik bisa menjadi stimulasi sederhana yang bermanfaat untuk bayi sejak dini.
Orangtua dapat memutarkan lagu dengan ritme lembut, menyanyikan lullaby, atau mengajak bayi berbicara dengan intonasi tenang untuk membantu stimulasi sensorik sekaligus memperkuat bonding emosional. Namun, hindari volume terlalu keras atau musik yang terlalu ramai karena pendengaran newborn masih sangat sensitif.
2. Bisa belajar bahasa kedua sejak dini

Meski belum bisa berbicara, otak bayi ternyata sudah mulai mengenali pola bahasa sejak masih berada di dalam kandungan. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications Biology menemukan bahwa newborn mampu menunjukkan respons otak terhadap bahasa yang sering mereka dengar sebelum lahir, termasuk bahasa asing.
Peneliti senior studi tersebut, Anne Gallagher, dikutip dari Parents, menegaskan bahwa bayi memang belum “belajar bahasa” sepenuhnya, tetapi otak mereka sudah mulai membentuk jejak terhadap suara dan pola bahasa tertentu. Masa awal kehidupan bayi pun bisa menjadi waktu yang baik untuk mengenalkan lebih dari satu bahasa secara alami.
Orangtua dapat membiasakan bayi mendengar dua bahasa lewat percakapan sederhana, membacakan buku cerita, atau menyanyikan lagu setiap hari. Meski begitu, orangtua tidak perlu memaksakan stimulasi berlebihan karena yang paling penting adalah interaksi yang hangat, konsisten, dan membuat bayi merasa nyaman.
3. Sudah bisa menikmati humor

Tawa kecil bayi saat diajak bercanda ternyata bukan sekadar refleks semata. Penelitian dari University of Bristol menemukan bahwa bayi sudah mulai menunjukkan respons terhadap humor sejak usia sangat dini. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa bayi di bawah usia satu tahun lebih menyukai humor fisik dibanding humor verbal.
Karena itu, orangtua bisa mulai memberikan stimulasi sederhana lewat permainan cilukba, ekspresi wajah lucu, atau intonasi suara ceria yang membuat bayi tertawa. Selain membantu perkembangan emosi, momen tertawa bersama juga dapat memperkuat bonding antara bayi dan orangtua. Namun, stimulasi humor tetap perlu dilakukan secara lembut agar bayi tidak overstimulasi.
4. Mengenali wajah

Kontak mata yang sering dilakukan bayi kepada orangtuanya ternyata menjadi bagian penting dari proses belajar mereka. Penelitian dari psikolog perkembangan Alan Slater menemukan bahwa bayi berusia sekitar 2,5 hari lebih lama menatap wajah yang dianggap menarik dibanding wajah lain. Hal ini menunjukkan bahwa bayi sudah mampu memproses pola wajah manusia sejak awal kehidupannya.
“Bayi yang baru lahir akan melihat lebih lama pada wajah yang lebih menarik dari dua pilihan wajah yang diberikan,” ujar Alan Slater, dikutip dari The Guardian.
Kemampuan mengenali wajah ini penting untuk membangun ikatan emosional antara bayi dan orangtua. Karena itu, orangtua disarankan lebih sering melakukan kontak mata, tersenyum, dan berbicara langsung saat menggendong bayi. Interaksi sederhana seperti bermain cilukba atau menunjukkan ekspresi lucu juga bisa membantu stimulasi sosial dan emosional si kecil.
5. Mampu menciptakan memori

Banyak orang mengira bayi baru lahir belum mampu menyimpan ingatan apa pun tentang dunia di sekitarnya. Padahal, penelitian dari Columbia University menemukan bahwa hippocampus, bagian otak yang berperan penting dalam memori, ternyata sudah aktif sejak bayi berusia sangat dini. Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman awal bayi jauh lebih bermakna daripada yang selama ini dipikirkan banyak orangtua.
“Penelitian kami menunjukkan bahwa memori spesifik sebenarnya bisa masuk ke dalam otak bayi,” ujar Tristan S. Yates, seorang peneliti ilmu saraf kognitif yang berafiliasi dengan Departemen Psikologi di Universitas Columbia, dikutip dari Parents.
Meski bayi mungkin tidak akan mengingat detail kejadian saat dewasa nanti, pengalaman emosional yang mereka rasakan tetap tersimpan dalam otak dan tubuh mereka. Karena itu, pelukan, kontak mata, rutinitas tidur, hingga respons orangtua saat menenangkan bayi ternyata ikut membantu membentuk rasa aman dan keterikatan emosional. Interaksi hangat sehari-hari juga menjadi stimulasi penting untuk perkembangan sosial dan emosional bayi di masa depan.
Di balik tubuh kecil dan tingkah menggemaskannya, bayi baru lahir ternyata sudah memiliki kemampuan belajar yang luar biasa sejak hari pertama kehidupannya. Karena itu, interaksi sederhana yang penuh kehangatan dari orangtua bisa menjadi fondasi penting untuk perkembangan emosi, sosial, dan kognitif si kecil di masa depan.



















