"Pembelajaran bagi anak-anak usia dini didorong oleh interaksi manusia. Yang dibutuhkan mereka adalah banyak pengalaman yang dibangun berdasarkan kontingensi, jadi seorang anak melakukan sesuatu dan orang dewasa mengatakan sesuatu sebagai tanggapan. Ini adalah interaksi timbal balik. Penting bagi anak-anak untuk mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan memiliki efek. Dan mereka akan mendapatkan respons," kata Pasnik, dikutip dari Child Mind Institute.
Kebiasaan Bersih-bersih Rumah ala Masha and The Bear, Contoh buat Anak

- Tayangan seperti Masha and The Bear dapat menginspirasi kebiasaan bersih-bersih sejak dini bila orangtua mendampingi, berdiskusi, dan mengajukan pertanyaan saat menonton.
- Anak belajar melalui pengamatan dan peniruan; mereka bisa dilibatkan dalam tugas sederhana seperti merapikan mainan, memilah kaus kaki, atau membersihkan permukaan rendah.
- Orangtua disarankan menjelaskan proses, membuat rutinitas, menghindari kebersihan sebagai hukuman, serta menjadikannya aktivitas keluarga atau permainan agar anak memahami tanggung jawab.
Di sebuah rumah kayu mungil di tengah hutan yang rindang, Masha, gadis kecil berkerudung merah mulai membuat kekacauan di pekarangan Si Beruang. "Bear, bear, bear!," teriaknya mengganggu momen istirahat beruang sirkus yang tenang.
Masha berhasil membuat Bear mengelus dada karena tingkah ajaibnya. Namun, selalu ada momen ketika riuhnya rumah itu mendadak surut, digantikan suara sapu yang menyapu lantai dan gemericik air sabun. Ya, momen Si Beruang yang merapikan semua kekacauan tersebut.
Dengan gaya khasnya yang penuh gelak tawa dan imajinasi, Masha justru mengikuti gerak-gerik Si Beruang tersebut. Ia menganggap kalau menyapu, mengelap meja, dan merapikan mainan bukan beban, melainkan sebagai petualangan baru yang seru.
Dari kekacauan menuju kerapian, kebiasaan bersih-bersih rumah ala Masha and The Bear bisa jadi contoh buat anak. Aktivitas ini dapat menanamkan rasa tanggung jawab pada anak, tidak harus lewat omelan, melainkan melalui keseruan bermain yang bakal ditiru anak dengan senang hati. Lantas, bagaimana orangtua bisa menjadikan tontonan anak sebagai inspirasi untuk membangun kebiasaan hidup bersih sejak dini?
1. Tontonan bisa jadi inspirasi untuk membangun kebiasaan bersih-bersih sejak dini, asal didampingi (co-viewing)

Cuplikan serial kartun Masha and The Bear (youtube.com/Masha and The Bear) Para orangtua sering berpikir kalau waktu menonton itu buruk bagi anak, karena terlalu banyak acara di media yang tidak baik untuk mereka. Tetapi banyak pakar mengungkapkan bahwa jika orangtua benar-benar menonton bersama anak usia pre-school atau SD, waktu menonton mungkin tidak seburuk itu. Sebaliknya, selama orangtua berpartisipasi aktif, hal itu dapat memiliki banyak manfaat.
Menurut Shelley Pasnik, direktur Center for Children & Technology, orang dewasa dapat memainkan peran penting dalam memberikan contoh "penonton aktif", yaitu, mendorong anak-anak untuk secara aktif terlibat dengan konten yang mereka lihat.
Interaksi timbal balik semacam ini disebut keterlibatan bersyarat (contingent engagement) dan hal ini dapat terjadi dengan layar jika orangtua ikut berpartisipasi. Adapun istilah untuk menonton TV bersama anak disebut co-viewing, artinya berarti kamu menonton acara yang sama.
Strategi yang secara aktif melibatkan anak selama waktu menonton, yaitu mengajukan pertanyaan terbuka. Awalnya, cukup dorong percakapan lalu ketahui kapan harus menghentikan pemutaran, misalnya untuk mengajukan pertanyaan, agar anak-anak berpikir tentang apa yang mereka lihat.
2. Anak belum bisa membersihkan, tetapi mereka tetap bisa membantu dengan cara meniru

Cuplikan serial kartun Masha and The Bear (youtube.com/Masha and The Bear) Sering membuat kekacauan adalah ciri khas anak aktif seperti Masha. Namun, peran Si Beruang layaknya orangtua, kesal dengan sikapnya, tetapi tetap memberi contoh membersihkan kekacauan tersebut. Di situlah Masha sering meniru Si Beruang dengan antusias untuk merapikan segala kekacauan yang dibuatnya.
Anak-anak belajar dari mengamati dan meniru anggota keluarga. Jika melihat orang-orang membersihkan rumah, maka mereka juga ingin melakukan hal yang sama.
Anak kecil mana yang memiliki perhatian dan kemampuan untuk benar-benar membersihkan? Hanya sedikit jumlahnya. Tetapi, mereka tetap dapat membantu dan seperti yang dikatakan Sonja Meehan, seorang penata organisasi profesional, anak-anak biasanya sangat ingin terlibat dalam aktivitas apa pun, termasuk merapikan.
“Manfaatkan momen membersihkan rumah dan bantu mereka membentuk kebiasaan baik selagi mereka masih sangat antusias dalam bekerja. Temukan cara agar mereka dapat berpartisipasi dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga, seperti memilah kaus kaki, membersihkan debu di permukaan yang rendah, menekan tombol mesin cuci, merapikan mainan, dan lain sebagainya," kata Meehan, dikutip dari NBC News.
Saat sedang mengerjakan hobi, membaca buku, atau bahkan saat makan siang bersama, anak akan melihat orang dewasa di sekitarnya mengembalikan barang-barang ke tempatnya setelah selesai menggunakannya. Ini adalah contoh yang sangat berharga, karena anak-anak ingin menjadi dewasa dan melakukannya sendiri.
3. Tips mengajarkan anak bersih-bersih

Cuplikan serial kartun Masha and The Bear (youtube.com/Masha and The Bear) Sementara itu, Lauren Schapiro, seorang psikoterapis dan pendiri Take Time Therapy di New York City, mengatakan ada sejumlah cara yang dapat dilakukan orangtua untuk memotivasi anak-anak punya kebiasaan bersih-bersih rumah atau kamarnya.
“Salah satu cara untuk mendorong anak-anak melakukan pekerjaan rumah adalah dengan mengubah bahasa yang digunakan. Alih-alih pekerjaan rumah, mungkin bisa disebut tanggung jawab. Pergeseran bahasa ini dapat membantu anak-anak merasa bahwa mereka membantu diri mereka sendiri dan orang lain di sekitar," ungkap Schapiro, dikutip dari Care.com.
Masha bisa dijadikan contoh bahwa anak perlu belajar bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri. Ketika ia membuat kekacauan saat bermain atau melakukan sesuatu di rumah Bear, momen membereskan kembali barang-barang yang berantakan dapat menjadi pelajaran bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.
Untuk orangtua, berikut ada tips mengajarkan anak bersih-bersih sejak dini:
- Jelaskan proses pembersihannya
Orang tua perlu menceritakan proses pembersihan yang dilakukan, sehingga anak dapat belajar. Jelaskan sambil praktikkan, misalnya, 'ibu/ayah memasukkan semua mainan kembali ke dalam wadah ini agar nanti gampang kalau kamu ingin main lagi. Kalau sudah main, masukkan mainan kembali ke tempatnya karena di situlah tempatnya'. - Jadikan itu rutinitas
Buat jadwal mingguan kapan anak-anak harus membersihkan kamar atau ruangan di rumah lainnya. Jika memungkinkan, mereka sebaiknya dilibatkan dalam perencanaan dengan membiarkannya memilih tugas mana yang akan mereka lakukan dan kapan. - Singkirkan konsep membersihkan sebagai hukuman
Sampaikan ke anak-anak bahwa membersihkan rumah bukanlah hukuman atau tugas yang membosankan. Jika orangtua bersikap negatif dengan menekankan hal yang 'harus dilakukan' anak-anak dengan nada kesal, mereka juga akan ikut kesal. - Sampaikan mengapa kebersihan itu penting dari sudut pandang higienis
Sampaikan pada anak tentang bagaimana rumah yang berantakan dapat menyebabkan masalah yang lebih besar. Cara itu tampaknya berhasil dalam menggambarkan 'mengapa' kita perlu membersihkan sehingga anak mengerti dan bahkan bisa menjelaskannya kepada orang lain. - Jadikan bersih-bersih sebagai acara keluarga
Daripada membiarkan anak membersihkan sendirian, lakukanlah bersama-sama. Tetapkan waktu 'pembersihan total', di mana anggota keluarga menetapkan waktu 10 menit dan semua orang melakukan bagiannya masing-masing dan dapat menikmati hasilnya bersama-sama. - Buatlah perlombaan bersih-bersih
Ciptakan momen bersih-bersih jadi permainan yang bisa dinikmati keluarga. Orangtua dapat memasang timer saat membersihkan rumah. Cara ini dapat membantu membangkitkan semangat kompetitif anak.
Kebiasaan bersih-bersih rumah ala Masha and The Bear bisa jadi contoh buat anak dengan pendampingan dari orangtua yang aktif melakukan tanya jawab saat menonton, khususnya di episode tentang bersih-bersih. Praktiknya dapat diawali dengan contoh yang dibarengi penjelasan, lalu jadikan rutinitas sehari-hari.
Anak bisa happy saat meniru karakter kartun favoritnya dan orangtua bisa tenang saat anaknya mengikuti kebiasaan positif dalam tayangan tersebut. Menurutmu, kartun apalagi yang bisa dijadikan contoh buat aktivitas bersih-bersih rumah?
- Jelaskan proses pembersihannya

















![[QUIZ] Dari Situasi Upin & Ipin Ini, Kamu Seberapa Jago Menekan Gengsi?](https://image.idntimes.com/post/20261014/img_20261014_144802_e0b96ea8-3a57-4872-ad9e-86a5e467aa7b.jpg)




