Di sebuah rumah kayu mungil di tengah hutan yang rindang, Masha, gadis kecil berkerudung merah mulai membuat kekacauan di pekarangan Si Beruang. "Bear, bear, bear!," teriaknya mengganggu momen istirahat beruang sirkus yang tenang.
Masha berhasil membuat Bear mengelus dada karena tingkah ajaibnya. Namun, selalu ada momen ketika riuhnya rumah itu mendadak surut, digantikan suara sapu yang menyapu lantai dan gemericik air sabun. Ya, momen Si Beruang yang merapikan semua kekacauan tersebut.
Dengan gaya khasnya yang penuh gelak tawa dan imajinasi, Masha justru mengikuti gerak-gerik Si Beruang tersebut. Ia menganggap kalau menyapu, mengelap meja, dan merapikan mainan bukan beban, melainkan sebagai petualangan baru yang seru.
Dari kekacauan menuju kerapian, kebiasaan bersih-bersih rumah ala Masha and The Bear bisa jadi contoh buat anak. Aktivitas ini dapat menanamkan rasa tanggung jawab pada anak, tidak harus lewat omelan, melainkan melalui keseruan bermain yang bakal ditiru anak dengan senang hati. Lantas, bagaimana orangtua bisa menjadikan tontonan anak sebagai inspirasi untuk membangun kebiasaan hidup bersih sejak dini?
