Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Kesopanan yang Mesti Diajarkan pada Anak saat di Rumah Orang

7 Kesopanan yang Mesti Diajarkan pada Anak saat di Rumah Orang
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Anna Shvets)
Intinya Sih
  • Artikel menekankan pentingnya orangtua mengajarkan anak etika dasar saat bertamu, agar tidak membuat tuan rumah merasa terganggu atau tidak nyaman.
  • Tujuh kesopanan utama meliputi memberi salam, duduk tenang, menjaga kebersihan, tidak sembarangan masuk ruangan, serta menghormati kondisi rumah yang dikunjungi.
  • Pembiasaan perilaku sopan di rumah sendiri menjadi kunci agar anak otomatis bersikap tertib dan menghargai aturan di rumah orang lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bertamu di rumah orang, ada adab yang harus dijaga. Aturan-aturan di sana tentu berbeda dengan di rumahmu. Hal-hal yang di rumahmu terasa wajar bisa jadi sangat mengganggu tuan rumah.

Jangan menjadikan usia anak sebagai alasan ia berlaku tidak sopan ketika bertamu di rumah siapa pun. Orangtua yang mesti dengan tegas dan telaten selalu membimbingnya sampai bisa bersikap etis secara konsisten. Kalau anak belum mampu bersikap etis, mending jangan sering-sering mengajaknya ke rumah orang.

Perilaku serta ucapannya dapat tidak terduga. Kasihan pemilik rumah bila sampai pusing oleh tingkah anakmu. Selalu tekankan tujuh kesopanan yang mesti diajarkan pada anak saat bertamu berikut ini. Pastikan ia menyimaknya.

1. Ucapkan salam dan berjabat tangan dengan pemilik rumah

anak di rumah orang
ilustrasi anak di rumah orang (pexels.com/Kampus Production)

Saat anak hendak memasuki rumah sendiri saja mesti mengucap salam. Apalagi di rumah orang lain. Ia tidak boleh menyelonong dan mengejutkan pemilik rumah karena tahu-tahu anak sudah di dalam. Memang saat anak masih sangat kecil biasanya canggung untuk mengucap salam ke orang asing.

Namun, dirimu tetap harus mencontohkan serta membimbingnya buat menirumu. Karena ini di Indonesia, ajarkan juga buat anak bersalaman dengan tuan rumah. Utamanya, yang jauh lebih tua. Bila anak belum tergerak mengulurkan tangan, kamu yang mengarahkan tangannya.

2. Duduk tenang, jangan berlarian dan berisik

anak laki-laki
ilustrasi anak laki-laki (pexels.com/Nagy Szabi)

Banyak anak memang seperti punya tenaga tak terhingga. Mereka suka berlarian ke sana kemari. Bahkan tanpa melihat-lihat tempat. Kamu harus dengan tegas mencegah anak melakukannya di rumah orang. Ini bukan lapangan.

Banyak barang yang dapat bikin anak cedera jika membentur atau menyandungnya. Bahkan pemilik rumah melihat perilaku anak saja sudah pusing. Belum lagi anak terus-menerus berisik. Suaranya yang nyaring benar-benar meningkatkan stres. Kalau rumah berada di lingkungan yang tenang, tuan rumah sampai gak enak dengan tetangga.

3. Jangan mengotori rumah orang

melempar ke keranjang
ilustrasi melempar ke keranjang (pexels.com/Keira Burton)

Inilah pentingnya orangtua mengajarkan kebersihan sejak dini pada anak-anak. Supaya anak tidak membawa kebiasaan joroknya ketika bertamu di rumah orang lain. Misalnya, anak biasa bila makan sampai berantakan di lantai.

Anak juga bersikap masa bodoh dengan sampah jajanannya. Ini masih bisa didisiplinkan, kok. Sebaik-baiknya pemilik rumah pasti sebal. Ia sudah rutin membersihkan setiap sudut rumah sampai sedemikian rupa. Masa anakmu dengan seenaknya mengotori? Bila pun tuan rumah berkata tidak apa-apa, aslinya pasti jengkel.

4. Jangan sembarangan memasuki ruangan-ruangan

bersama anak-anak
ilustrasi bersama anak-anak (pexels.com/August de Richelieu)

Anak biasanya punya rasa penasaran yang tinggi. Dia ingin mengeksplorasi semua hal di sekitarnya. Namun, jangan lantas ia keluar masuk ruangan-ruangan di rumah orang. Bahkan tuan rumah sama sekali tidak mengajaknya buat melihat-lihat.

Apabila anakmu gemar menyelonong ke kamar tidur, kamar kerja, dapur, serta ruangan-ruangan lain; pemilik rumah pasti gak enak buat melarang. Apalagi ada kamu. Nanti dirimu yang tersinggung. Padahal, sebenarnya dia langsung menilai anakmu nakal serta tidak sopan.

5. Jangan bilang rumahnya jelek, kotor, atau menyeramkan

menikmati minuman
ilustrasi menikmati minuman (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Seperti apa pun kondisi rumah yang didatangi, tegaskan pada anak untuk gak mengomentarinya. Terlebih komentar yang negatif. Seperti rumahnya kotor, menyeramkan, atau jelek. Tak seperti rumah kalian yang bagus.

Anak cuma boleh memuji. Misalnya, memuji tanaman hias di halaman yang cantik-cantik. Meski masih kecil, anak kudu paham bahwa pemilik rumah akan tersinggung kalau komentarnya sembarangan. Toh, bila ada hal-hal yang tak sesuai ekspektasi anak nanti bisa dibahas setelah kalian pulang.

6. Lepas alas kaki di depan

anak perempuan
ilustrasi anak perempuan (pexels.com/www.kaboompics.com)

Buruk sekali apabila orangtua seperti menganggap alas kaki anak selalu bersih. Meski area jelajahnya terbatas, begitu anak melangkah pasti ada kotoran yang menempel. Tanpa tuan rumah meminta, setiap tamu baik dewasa maupun anak-anak mesti melepas alas kaki.

Kecuali, pemilik rumah benar-benar keras melarang kalian melepas alas kaki atau lantai rumah masih tanah. Bahkan anak yang banyak digendong, tapi sudah dipakaikan sepatu atau sandal juga mesti dilepas. Jangan sampai nanti alas kakinya mengotori sofa, karpet, dan sebagainya.

7. Hindari minta suguhan yang gak ada

menikmati minuman
ilustrasi menikmati minuman (pexels.com/www.kaboompics.com)

Kebanyakan orang sudah menyiapkan suguhan ala kadarnya di meja tamu. Agar kapan pun ada tamu, tak perlu repot mengambilnya di belakang. Terkadang tuan rumah juga membeli suguhan dadakan bila penjualnya tak jauh dari rumah.

Anak mesti sejak dini belajar menghargai ini. Apa pun yang disediakan oleh tuan rumah kudu dinikmati. Kalau pemilik rumah bertanya anak ingin apa, jawab saja ini sudah cukup. Atau, anak menunjuk salah satu kudapan. Jangan malah anak minta hidangan yang tak tersedia di meja makan.

Menerapkan kesopanan yang mesti diajarkan pada anak bisa saja mudah atau sulit, tergantung pada kebiasaan kalian di rumah. Jika anak sudah diajari perilaku tertib walau di rumah sendiri, di rumah orang pun otomatis sama. Jangan malah orangtua bangga bila anak terlalu aktif di rumah orang sampai mengabaikan batasan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More