Comscore Tracker

Berbuat Baik Tanpa Membebani, Ini 5 Aturan Memberi Uang untuk Orangtua

Jangan perhitungan, tapi sesuaikan kemampuan! #IDNTimesLife

Gak semua orangtua memiliki kemampuan untuk punya dana pensiun sehingga bisa menjalani masa tuanya dengan nyaman. Sebagai anak yang baik dan berbakti, pasti gak akan mungkin tega, kan, membiarkan orangtuamu yang sudah lansia masih harus membanting tulang demi mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari?

Saat kamu masih lajang, memberi uang bulanan orangtua mungkin tak jadi soal. Beda halnya ketika kamu sudah punya tanggungan atau telah berkeluarga, apalagi jika kondisi keuangan keluarga kecilmu itu belum mapan-mapan benar. Kalau gak dikomunikasikan dengan pasangan, hal ini bisa bikin runyam.

Supaya perbuatan baikmu itu gak membebani keuangan kamu dan pasangan, berikut tips mengatur pemberian uang untuk orangtua. Disimak, ya!

1. Sebelum nikah, bicarakan dulu pada pasangan

Berbuat Baik Tanpa Membebani, Ini 5 Aturan Memberi Uang untuk Orangtuailustrasi pasangan diskusi (pexels.com/SHVETS production)

Masalah finansial ini sangat penting dibicarakan sebelum nikah supaya kalian nantinya punya bayangan pemasukan, pengeluaran, gaya hidup, dan tanggungan orangtua kalian. Apakah kamu atau pasangan tiap bulan menanggung uang bulanan mereka?

Bersikap terbukalah di awal pernikahan supaya masing-masing dari kalian punya gambaran keuangan bulanan rumah tangga. Jangan sampai pasangan baru tahu setelah menikah dan keberatan. Akhirnya, ini menjadi polemik dalam berumah tangga.

2. Sesuaikan dengan kondisi orangtua

Berbuat Baik Tanpa Membebani, Ini 5 Aturan Memberi Uang untuk Orangtuailustrasi ayah dan anak (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Gak semua orangtua butuh sokongan dari anak-anaknya. Kadang malah kondisi orangtuamu jauh lebih mapan.

Oleh sebab itu, sesuaikan dulu kondisi orangtuamu dan pasangan. Apakah memang mereka tipe yang perlu disokong total kebutuhan mereka tiap bulan, hanya perlu sedikit saja, atau bahkan tidak sama sekali.

3. Membuat catatan keuangan

Berbuat Baik Tanpa Membebani, Ini 5 Aturan Memberi Uang untuk Orangtuailustrasi uang (pexels.com/Karolina Grabowska)

Agar tahu jelas kondisi finansial yang kamu miliki, cobalah buat catatan pengeluaran dan pemasukan. Dari situ bisa terlihat pos-pos pengeluaran yang penting dan prioritas, misalnya cicilan rumah atau dana pendidikan anak.

Usahakan anggaran untuk uang bulanan orangtua gak mengganggu kebutuhan utama rumah tanggamu. Jangan sampai niat baikmu berbakti pada orangtua harus dibayar dengan kisruh dalam rumah tangga sendiri.

4. Jangan memaksakan keadaan

Berbuat Baik Tanpa Membebani, Ini 5 Aturan Memberi Uang untuk Orangtuailustrasi dua lansia (pixabay.com/belajatiraihanfahrizi)

Apabila memang ternyata kondisi keuanganmu gak sehat jika harus memberi jatah bulanan seperti biasanya saat masih melajang, jangan paksakan. Coba bicara dengan jujur pada orangtuamu. Mereka pasti mengerti.

Sebagai anak, kamu pasti diliputi rasa tidak enak hingga merasa bersalah karena belum bisa memberi dengan jumlah sesuai yang mereka butuhkan dan kamu inginkan. Jadikan apa yang kamu rasakan sebagai motivasimu untuk mencari tambahan penghasilan. Tujuannya agar kondisi finansialmu mapan, keluarga kecilmu nyaman, dan orangtuamu pun bisa tercukupi.

5. Bentuk pemberian gak harus bentuk uang tunai

Berbuat Baik Tanpa Membebani, Ini 5 Aturan Memberi Uang untuk Orangtuailustrasi belanja bahan makanan (pexels.com/Jack Sparrow)

Gak selamanya pemberian terhadap orangtua harus berbentuk uang tunai. Kamu pun bisa menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Misalnya, kamu bisa membantu membelikan berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti beras, gula, alat-alat toiletries, dan sebagainya. Kamu pun bisa membantu dengan membayarkan tagihan listrik mereka.

Itu karena gak semua orangtua merasa nyaman menerima pemberian anak. Kadang mereka lebih memilih kekurangan daripada harus menerima bantuan dari anak. Ada sebagian orangtua yang malu soalnya. Oleh karena itu, sebagai anak, kamu harus peka dan kreatif dalam membantu mereka.

Menafkahi orangtua janganlah dijadikan beban, apalagi sampai perhitungan. Selama kamu punya kemampuan, anggap saja hal itu sebagai bukti baktimu sekaligus tabungan amal baikmu.

Meski begitu, tetap lakukan sesuai dengan kemampuan. Jangan sampai hal itu malah mengorbankan keluarga kecilmu sendiri.

L A L A Photo Verified Writer L A L A

I fear not the man who has practiced 10,000 kicks once, but I fear the man who has practiced one kick 10,000 times (Bruce Lee)

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya