Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bayi tidur di dalam stroller (pexels.com/yankrukov)
ilustrasi bayi tidur di dalam stroller (pexels.com/yankrukov)

Masalah tidur bayi menjadi tantangan yang hampir pasti dialami orangtua, terutama di tahun pertama kehidupan. Pola tidur yang belum stabil sering membuat bayi sulit terlelap atau mudah terbangun di malam hari.

Meski melelahkan, kondisi ini umumnya masih tergolong normal dan bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat. Berikut beberapa masalah tidur bayi yang paling sering terjadi, lengkap dengan cara mengatasinya. Yuk, langsung scroll!

1. Bayi hanya bisa tidur jika digendong atau diayun

ilustrasi menimang anak bayi (pexels.com/mateusz-dach)

Banyak bayi terbiasa tertidur saat digendong atau diayun karena merasa aman dengan sentuhan orangtua. Kebiasaan ini wajar, tetapi bisa menyulitkan ketika bayi perlu tidur sendiri di tempat tidurnya. Jika dibiarkan terus-menerus, bayi bisa kesulitan membangun kemandirian tidur.

Dikutip dari Parents, Ann Douglas, penulis Sleep Solutions for Your Baby, Toddler, and Preschooler, menjelaskan bahwa bayi perlu menguasai dua keterampilan dasar agar bisa tidur sendiri. Salah satu solusi yang disarankan adalah menciptakan asosiasi tidur baru, seperti suara white noise, agar bayi tetap merasa nyaman meski tidak digendong.

“Agar bayi belajar tidur mandiri, mereka harus mampu tertidur di tempat selain lengan orangtua dan tanpa digoyang,” ujar Ann Douglas.

2. Bayi mudah tertidur di luar rumah, tapi sulit tidur di rumah

ilustrasi bayi tidur di dalam stroller (pexels.com/yankrukov)

Sebagian bayi justru tertidur lelap saat berada di mobil atau stroller, tetapi terbangun ketika dipindahkan ke rumah. Kondisi ini sering membuat orangtua bingung, terutama ketika jadwal tidur jadi berantakan. Padahal, hal ini bisa menjadi tanda bahwa bayi sebenarnya kurang tidur.

Dikutip dari Parents, Marc Weissbluth, M.D., seorang dokter anak dan penulis Healthy Sleep Habits, Happy Child, menyebutkan bahwa bayi yang sering tertidur saat perjalanan singkat biasanya sedang kelelahan. Orangtua disarankan untuk memperhatikan tanda-tanda kantuk dan menyesuaikan jadwal aktivitas agar tidak terlalu dekat dengan waktu tidur.

“Jika bayi tertidur di perjalanan singkat, kemungkinan besar mereka tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup secara keseluruhan,” jelas Marc Weissbluth.

3. Bayi mudah tertidur, tetapi cepat terbangun

ilustrasi bayi menangis (pexels.com/sarahchai)

Ada bayi yang bisa tertidur dengan cepat, namun hanya tidur singkat dan terbangun kembali dalam waktu 20–30 menit. Setelah bangun, bayi tampak masih lelah dan mudah rewel. Kondisi ini sering membuat waktu tidur siang menjadi tidak efektif.

Rutinitas tidur malam yang konsisten juga sangat dibutuhkan bayi. Bayi yang terlalu lelah justru akan lebih sulit tidur dengan baik. Oleh karena itu, memperbaiki kualitas tidur malam dan menciptakan lingkungan tidur siang yang serupa dapat membantu bayi tidur lebih lama.

4. Bayi mulai menolak tidur siang

ilustrasi balita dan bayi (unsplash.com/nate_dumlao)

Penolakan tidur siang sering terjadi ketika bayi memasuki usia sekitar 10–12 bulan. Bayi tampak lebih aktif dan seolah tidak membutuhkan tidur tambahan. Padahal, perubahan ini bisa menjadi fase transisi alami dalam pola tidurnya.

Menurut Marc Weissbluth, M.D., usia 11 bulan memang tergolong muda untuk mengurangi waktu tidur siang, tetapi tetap mungkin terjadi. Ia menyarankan orangtua mengamati suasana hati bayi di sore hari untuk menilai kebutuhannya. Jika bayi tampak rewel dan mudah lelah, bisa jadi ia masih membutuhkan tidur siang tambahan.

5. Bayi sulit tidur jika rutinitas berubah

ilustrasi anak balita perhatian dengan adik bayi (pexels.com/kampus)

Rutinitas tidur yang konsisten memang membantu bayi tidur lebih nyenyak, tetapi bisa menjadi tantangan saat berada di luar rumah. Perubahan lingkungan, suara, dan cahaya sering membuat bayi sulit beradaptasi. Akibatnya, waktu tidur jadi tidak optimal.

Solusi terbaik adalah meniru rutinitas tidur di rumah semirip mungkin saat bepergian. Membawa barang familiar seperti selimut, boks bayi portabel, atau mesin white noise dapat membantu bayi merasa lebih aman. Dengan begitu, bayi tetap mendapatkan sinyal yang sama bahwa sudah waktunya beristirahat, meski berada di tempat berbeda.

Masalah tidur bayi memang kerap menguras energi orangtua, tetapi sebagian besar masih tergolong normal dan bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat. Dengan memahami pola tidur si kecil dan menjaga rutinitas yang konsisten, kualitas tidur bayi pun dapat berangsur membaik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team