Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Tips Memilih Pakaian untuk Bayi Newborn agar Tetap Nyaman

4 Tips Memilih Pakaian untuk Bayi Newborn agar Tetap Nyaman
ilustrasi botol susu bayi (pexels.com/Helena Lopes)
Intinya Sih
  • Pemilihan pakaian bayi newborn harus memperhatikan bahan lembut seperti katun organik agar kulit sensitif bayi tetap aman dan tidak mudah iritasi.
  • Desain pakaian yang praktis, seperti model one piece dengan kancing depan atau perekat, membantu orangtua mengganti baju dan popok lebih cepat serta nyaman.
  • Ukuran fleksibel dan kualitas jahitan halus penting untuk mendukung kenyamanan gerak bayi serta mencegah risiko iritasi atau bahaya dari detail longgar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Memilih pakaian yang tepat untuk bayi newborn sebetulnya bukan hanya sekadar soal tampilan atau gaya, tetapi juga berkaitan dengan keamanan, kenyamanan, dan kepraktisan dalam mengenakannya pada si kecil. Bayi yang baru lahir biasanya memiliki kulit yang cenderung sensitif, sehingga memerlukan pemilihan pakaian dengan bahan dan desain yang lembut dan juga aman.

Pertumbuhan bayi yang cepat bisa membuat pemilihan pakaian harus dipertimbangkan dengan matang, termasuk ukuran dan juga fungsi jangka pendek agar tidak sampai cepat terbuang. Oleh sebab itu, orangtua perlu memperhatikan beberapa tips memilih pakaian untuk bayi newborn agar tetap nyaman serta aman.

1. Pilih bahan yang lembut

ilustrasi bayi newborn
ilustrasi bayi newborn (pexels.com/Isaac Taylor)

Kulit bayi newborn ternyata sangat rentan sekali mengalami iritasi, sehingga bahan pakaiannya tentu harus lembut, tidak kasar, dan mampu menyerap keringat dengan baik. Biasanya bahan seperti katun organik atau katun murni dianggap sebagai pilihan yang cukup efektif karena tidak mengandung bahan kimia tambahan yang mungkin bisa memicu timbulnya alergi atau ruam.

Bahan yang bisa bernapas memungkinkan sirkulasi udaranya baik serta memastikan suhu tubuh bayi pun tetap stabil, terutama apabila berada di kondisi iklim tropis yang lembap. Hindari pula pemilihan bahan sintetis, seperti nilon atau poliester, karena bisa menyebabkan kulit bayi jadi mudah berkeringat dan pada akhirnya memicu biang keringat.

2. Utamakan model yang praktis dan mudah dipakai

ilustrasi bayi sedang minum susu
ilustrasi bayi sedang minum susu (pexels.com/Sarah Chai)

Pakaian bayi memiliki desain yang terlihat sederhana dan tetap fungsional, seperti kancing di bagian depan atau perekat yang memang memudahkan proses mengganti popok atau baju. Hindari pakaian yang terlalu banyak detail atau aksesori berlebih, sebab bisa mengganggu kenyamanan dan memperlambat proses berpakaian.

Biasanya model one piece, seperti jumper atau bodysuit, sangat disarankan karena bisa menutup seluruh tubuh bayi tanpa harus repot-repot membuka perut dan punggungnya. Desain yang praktis juga dapat membantu orangtua untuk mengganti pakaian dengan lebih cepat, khususnya pada malam hari atau ketika harus bepergian.

3. Perhatikan ukuran yang sesuai dan fleksibel

ilustrasi orangtua dan bayi
ilustrasi orangtua dan bayi (pexels.com/Laura Garcia)

Ukuran pakaian untuk bayi newborn memang semestinya tidak terlalu ketat atau terlalu longgar agar tidak sampai membatasi pergerakan atau menimbulkan risiko tersedak pada bagian leher. Sebaiknya pilihlah ukuran dengan label newborn atau berdasarkan usia bayi agar tetap memiliki kelenturan yang cukup untuk mengikuti pertumbuhan bayi yang biasanya berlangsung dengan cepat.

Pastikan terdapat cukup ruang pada bagian lengan dan kaki untuk bisa memberikan kenyamanan ekstra pada bayi pada saat bergerak atau menggeliat. Ada beberapa merek yang memang menyediakan pakaian dengan sistem ukuran berdasarkan berat badan, sehingga bisa saja dijadikan sebagai acuan tambahan ketika memilih pakaian.

4. Cermati kualitas jahitan dan keamanan detail

ilustrasi menggendong bayi
ilustrasi menggendong bayi (unsplash.com/Kelly Sikkema)

Jahitan yang halus dan tidak menonjol ternyata merupakan langkah penting agar tidak sampai menggesek kulit bayi yang kondisinya masih tipis dan mudah terluka. Periksa pula apakah memang ada label atau bagian dalam yang bertekstur kasar, sebab hal-hal kecil seperti itu bisa menimbulkan iritasi.

Pastikan bahwa semua kancing telah dijahit dengan kuat dan tidak sampai mudah lepas, sebab bisa jadi berbahaya tersedak. Setidaknya memeriksa kualitas pakaian secara keseluruhan sebelum memutuskan untuk membelinya dapat menjadi langkah bijak untuk memastikan bahwa pakaian tersebut benar-benar aman untuk si kecil.

Memilih pakaian untuk bayi newborn memang memerlukan perhatian khusus terhadap berbagai hal, termasuk kenyamanan, keamanan, dan kepraktisan. Dengan mempertimbangkan tips memilih pakaian untuk bayi newborn agar tetap nyaman, orangtua bisa memberikan perlindungan terbaik sejak hari pertama kehidupan buah hati. Jangan sampai keliru dalam membeli baju untuk bayi newborn.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo

Related Articles

See More