Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

9 Kiat Mengenalkan Makanan Halal dan Haram kepada Anak 

9 Kiat Mengenalkan Makanan Halal dan Haram kepada Anak
ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Monstera)

Menanamkan pemahaman terkait makanan halal dan haram kepada anak sejak usia dini terbilang penting. Dengan pemahaman yang didapat, anak akan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dalam kehidupan sehari-harinya. Mereka akan berhati-hati dalam mengonsumsi sesuatu dan menjaga dirinya dari perkara yang tidak bermanfaat.

Pengenalan semacam ini merupakan upaya orang tua juga lingkungan sekitar anak untuk membentuk kepribadian anak yang baik dengan menjunjung tinggi nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Lantas, bagaimana mengenalkan makanan halal dan haram kepada anak? Berikut penulis rangkum sederet kiat yang bisa diterapkan!

1.Mengenalkan logo atau label halal

ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Monstera)
ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Monstera)

Anak dapat mengenal makanan halal melalui logo atau label halal yang terdapat dalam makanan ataupun minuman kemasan. Misalnya, ketika ke supermarket dan membeli jajanan yang sudah mendapatkan sertifikasi halal, orang tua bisa menunjukkan logo halalnya pada anak. Biarkan anak mencermati logo tersebut sambil parents memberikan penjelasan.

Memperkenalkan label atau logo halal terbilang penting untuk mendidik anak agar berhati-hati sebelum membeli. Namun, hal tersebut bukan berarti yang tidak berlabel halal merupakan makanan yang haram, ya! Orang tua bisa menjelaskan bahwa produk halal dapat diketahui salah satunya melalui label halal.

2.Memperlihatkan poster barang yang haram

ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Monstera)
ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Monstera)

Anak visual akan lebih optimal memahami sesuatu melalui apa yang dilihat, seperti halnya melalui gambar. Orang tua bisa memperlihatkan poster barang yang haram untuk mengenalkan mereka terkait halal haramnya produk.

Ada banyak poster yang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya poster anti narkoba. Kenalkan pada anak bahwa narkoba merupakan barang yang haram karena terdapat bahaya yang ditimbulkan.

3.Memberikan contoh terbaik

ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Monstera)
ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Monstera)

Anak adalah peniru yang baik, maka orang tua dapat mengenalkan makanan halal dan haram kepada anak dengan memberikan contoh terbaik. Jika orang tua kerap berkelakuan A, maka anak juga akan cenderung berkelakuan A.

Orang tua yang bergaya hidup halal membuat anak mengikuti untuk bergaya hidup halal pula. Lingkungan sekitar anak memang berpengaruh dalam membentuk kepribadiannya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua ataupun orang dewasa di sekitar anak untuk berperilaku positif.

4.Mengunjungi pameran produk/barang halal

ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Monstera)
ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Monstera)

Jika memiliki kesempatan, anak bisa diajak mengunjungi pameran produk halal. Kegiatan semacam ini tentunya akan sangat menyenangkan. Dengan mengunjungi pameran tersebut, anak menjadi paham bahwa ada banyak makanan halal yang dapat dikonsumsi dan baik untuk tubuhnya.

Di pameran akan disajikan berbagai macam makanan, minuman, maupun barang yang umumnya sudah mendapat sertifikat halal. Anak dapat berkeliling mengunjungi setiap booth seraya orang tua menjelaskan mengenai kebaikan produk tersebut.

5.Mengenalkan dalil tentang makanan halal dan haram

ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Monstera)
ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Monstera)

Kiat ini juga bisa memupuk nilai agama dalam diri anak. Orang tua dapat mengenalkan makanan halal dan haram melalui dalil yang membicarakan perkara tersebut, melalui ayat Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW.

Ajak anak untuk mendengarkan, ikut membacanya, mengkajinya, bahkan menghafalnya. Kegiatan ini tidak hanya membuat anak belajar, tetapi kita juga bisa kembali mengingat dalil-dalil tersebut.

6.Menunjukkan makanan halal dan haram melalui media sosial

ilustrasi muslimah mengirimkan ucapan Maulid Nabi (pexels.com/Cedric Fauntleroy)
ilustrasi muslimah mengirimkan ucapan Maulid Nabi (pexels.com/Cedric Fauntleroy)

Internet menjadi kebutuhan primer di zaman sekarang. Orang tua dapat memanfaatkan perkembangan teknologi di zaman modern seperti saat ini lewat media sosial secara bijak. Misalnya, dengan menunjukkan makanan halal dan haram melalui media sosial kepada anak.

Hal ini juga bisa membuat anak memahami bahwa gawai tidak hanya digunakan untuk bermain game, tetapi juga dapat digunakan untuk menggali informasi serta pengetahuan yang bermanfaat. Kegiatan tersebut pun tidak kalah menyenangkan.

7.Memupuk komitmen

ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Monstera)
ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Monstera)

Komitmen dibutuhkan untuk mengajarkan kebiasaan konsumsi halal kepada anak. Tanpa komitmen, pemahaman itu tidak bisa diperoleh secara utuh. Komitmen ini dapat dimulai dari diri sendiri yang bergaya hidup halal.

Kita harus mampu menjaga diri dari menginginkan makanan atau minuman yang subhat. Jaga diri untuk tidak tergoda mengonsumsinya dan mencari yang sudah jelas halalnya.

8.Mengenalkan makanan halal melalui kegiatan makan bersama

ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Monstera)
ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Monstera)

Ketika makan bersama, anak akan mengamati makanan yang tersaji di atas meja. Di acara makan bersama ini, orang tua bisa menjelaskan kepada anak mengenai manfaat dan sisi kehalalan yang terdapat dalam makanan yang disajikan.

Tanamkan rasa syukur kepada anak serta ajari pula mengenai adab makan dan minum sesuai ajaran agama. Hal ini dapat dilakukan secara perlahan dan konsisten.

9.Membuat kliping bersama terkait makanan dan minuman halal

ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Gustavo Fring)

Selain mengenalkan makanan halal dan haram kepada anak, kegiatan ini juga mampu membangun hubungan antara orang tua dan anak serta mengasah kreativitas anak. Melansir kalsel.kemenag.go.id, pembuatan kliping terkait materi bahan makanan/minuman halal dan haram bertujuan untuk menanamkan pemahaman kepada anak agar dapat membedakan mana yang halal dan yang haram sesuai dengan Al-Quran dan Hadis.

Kegiatan semacam ini tentunya menyenangkan. Orang tua dapat mencobanya ketika memiliki waktu luang atau saat quality time dengan anak.

Tiap mengajarkan atau menanamkan pemahaman kepada seseorang, termasuk anak, kita pun bisa merefleksi diri sendiri dan membuat komitmen untuk terus berupaya melakukan apa yang kita ajarkan. Oleh karena itu, mengajari anak bukan hanya bermanfaat bagi anak semata, tetapi juga bermanfaat bagi diri kita sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us