Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi ibu membantu bayi belajar berjalan (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi ibu membantu bayi belajar berjalan (pexels.com/Gustavo Fring)

Langkah pertama anak merupakan salah satu momen berharga yang pasti ditunggu oleh setiap orangtua. Sebagai orangtua mendampingi proses anak ketika berlatih berjalan merupakan hal yang wajib disiapkan agar tidak salah tindakan. Selain membimbing anak dengan penuh kesabaran, pemberian stimulasi, dan motivasi yang positif juga perlu dilakukan.

Umumnya anak mulai bisa berjalan tanpa bantuan ketika berusia 12 bulan ke atas, namun bisa dilatih sejak anak berusia 7 hingga 9 bulan. Ada 3 faktor yang mempengaruhi proses belajar anak, yaitu dari dalam anak sendiri, faktor lingkungan, dan faktor aktivitas anak. Untuk memperlancar proses tersebut, berikut beberapa cara efektif dan aman menstimulasi anak agar cepat berjalan.

1. Bimbing proses belajar berjalan anak

ilustrasi orangtua membantu proses belajar berjalan anak (pexels.com/Keira Burton)

Di awal proses belajar berjalan, bimbingan dari orangtua sangat dibutuhkan karena anak mempelajari sesuatu yang baru baginya. Anak mulai belajar berdiri dan berjalan di usia 7 bulan, di fase ini orangtua bisa membantu anak untuk mengangkat tubuhnya.

Saat anak mulai berdiri dengan stabil, coba untuk melepaskan pegangan secara perlahan agar anak belajar keseimbangan. Ajarkan juga posisi duduk yang benar, yaitu dengan menekuk lulut terlebih dahulu untuk mengurangi risiko cedera.

2. Biarkan anak berjalan tanpa sepatu

ilustrasi bayi belajar berjalan tanpa sepatu (pexels.com/MART PRODUCTION)

Saat proses belajar biarkan anak berjalan tanpa menggunakan sepatu atau barefoot untuk mempermudah mobilitas dan meningkatkan kekuatan otot. Berjalan tanpa sepatu bisa meningkatkan koordinasi tubuh dan melatih keseimbangan anak, sehingga bisa meminimalisir cedera.

Perkembangan sensorik dan motorik anak juga bisa lebih optimal saat menerapkan barefoot karena reseptor di kaki bisa merasakan permukaan bidang yang digunakan saat berjalan.

3. Pastikan tempat berlatih berjalan aman

ilustrasi bayi berlatih berjalan di tempat yang aman (pexels.com/MART PRODUCTION)

Untuk memastikan proses belajar berjalan aman, pastikan tidak ada faktor yang bisa menyebabkan anak cedera. Hindarkan faktor yang berisiko mencederai, seperti furniture yang menghalangi dan benda yang mudah pecah. Pastikan juga sudah memberikan pengaman di bagian rumah yang kurang aman, seperti bagian atas dan bawah tangga.

4. Siapkan media untuk membantu berjalan

ilustrasi bayi belajar berjalan di baby box (pexels.com/MART PRODUCTION)

Sebagian besar orangtua pasti sudah mengetahui jika baby walker sudah dilarang penggunaannya karena berisiko mencederai anak. Namun masih ada beberapa media yang bisa dimanfaatkan untuk membantu anak berjalan, seperti baby play fence atau baby box.

Orangtua bisa mengajarkan anak untuk berpegangan pada pagar, kemudian biarkan anak mulai berjalan dengan menyusuri pagar. Proses belajar berjalan menjadi lebih terbantu dan aman karena anak tidak akan keluar dari area dan saat terjatuh ada alas yang empuk.

5. Berikan motivasi dan apresiasi agar anak aktif bergerak

ilustrasi ibu memberikan pelukan untuk anak yang berhasil berjalan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Salah satu faktor yang mempengaruhi proses berjalan anak adalah aktivitas fisik, maka dari itu orangtua harus memberikan pola asuh yang sesuai. Untuk mempercepat proses berjalan anak, pastikan untuk memberi motivasi dan apresiasi dari setiap perkembangan yang dilalui anak. Biarkan anak untuk aktif bergerak dan melakukan eksplorasi agar kekuatan otot dan kemampuan berjalan bisa meningkat.

Untuk memancing anak agar mau berjalan dengan hati yang gembira bisa menggunakan mainan favorit mereka. Selanjutnya beri apresiasi positif dari setiap perkembangan yang dilalui anak, misalnya dengan memberikan pelukan saat anak berhasil melangkah dan berjalan.

Setelah mengusahakan untuk memberi stimulasi terbaik agar anak cepat berjalan, selanjutnya jangan memasang target. Jangan sampai proses belajar berjalan menjadikan anak tertekan dan merasa kelelahan karena tenaganya terlalu diforsir. Setiap anak itu unik dan mempunyai kemampuan tumbuh kembang yang tidak sama, jadi jangan jadikan bahan perbandingan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team