Comscore Tracker

5 Cara Bangkitkan Percaya Diri Anak yang Terlanjur Insecure

Bantu pecahkan masalah dan validasi perasaan anak, ya

Insecure pada anak bisa membuatnya meremehkan keterampilan yang dia miliki dan berpikir, bahwa dia tidak bisa belajar. Mengembalikan kepercayaan diri anak yang sudah rusak karena trauma atau pola asuh yang keliru, butuh proses dan waktu yang cukup lama. 

Dr. Jim Taylor, Ph.D, seorang psikolog dan penulis buku parenting menjelaskan, bahwa insecure pada anak adalah masalah internal yang bisa dilihat lewat tanda-tanda seperti perfeksionisme, selalu takut gagal, cemas, stres, ragu dan khawatir berlebihan.

Untungnya, ada banyak cara untuk mendukung anak yang insecure supaya kembali percaya diri pada kemampuan mereka. Apa saja? Simak ulasannya, ya!

1. Bantu anak menemukan tantangan kecil yang bisa ia perjuangkan

5 Cara Bangkitkan Percaya Diri Anak yang Terlanjur Insecureilustrasi ibu mengajari anak membuat kue (Pexels.com/Gustavo Fring)

Anak yang insecure lebih sensitif atas penilaian orang lain. Dia bisa mendeteksi mana pujian yang tulus dan hanya pura-pura. Dr. Paula K. Rauch dari Massachusetts General Hospital menjelaskan bahwa anak yang menghadapi pengalaman baru atau mengalami masa sulit sebenarnya punya dampak baik untuk membangun kepercayaan diri. Jadi, bantu anak menemukan tantangan sederhana yang bisa dia perjuangkan.

Bentuk tantangannya tentu setiap anak berbeda. Pikirkan apa yang paling anak kuasai. Misalnya, kepintaran membaca dan berhitung, sabar dan penyayang pada adiknya, atau mungkin membantu orangtua. Bantu anak melakukan sesuatu yang lebih rumit, dan lihat apa yang mereka capai.

Orangtua bisa memberi pujian yang tulus atas keberhasilan mereka menyelesaikan tantangan. Pujian tulus itu mampu membangun kepercayaan diri anak. Coba temukan dan lakukan lagi tantangan lainnya, dan bangun rasa percaya diri anak sedikit demi sedikit. 

2. Cari tahu penyebab insecure anak, jika perlu konsultasikan pada tenaga ahli

5 Cara Bangkitkan Percaya Diri Anak yang Terlanjur Insecureilustrasi anak membaca tulisan (Pexels.com/Monstera)

Ada banyak alasan yang melatarbelakangi insecure pada anak. Bisa karena peristiwa traumatis seperti kematian keluarga atau perundungan di sekolah. Bisa juga karena anak tumbuh dalam keluarga yang kasar, pemarah dan kerap mengancam, sehingga anak merasa tidak aman dan tidak dihargai.

Insecure adalah masalah yang terkait dengan kesehatan mental yang mungkin memerlukan bantuan terapis atau tenaga profesional. Jika orangtua tidak yakin dengan langkah apa yang harus dilakukan, berkonsultasi pada psikolog tumbuh kembang anak sangat dianjurkan. Apalagi jika tingkat insecure pada anak terlihat parah.

3. Jangan biarkan anak merasa sendirian menghadapi masalahnya

5 Cara Bangkitkan Percaya Diri Anak yang Terlanjur Insecureilustrasi anak perempuan yang muram (Pexels.com/Misha Voguel)

Anak akan mengalami masa-masa sulit untuk membuatnya berkembang. Saat itu terjadi, ia butuh perhatian dan dukungan orang dewasa. Tantangan hidup memang membuat anak lebih kuat dan percaya diri, dengan syarat ia berada dalam hubungan keluarga yang penuh kasih sayang dan rasa peduli. Masalah jadi peluang untuk membangun kepercayaan diri anak menghadapi rintangan di masa depan.

Tapi berbeda jika anak merasa terisolasi atau sendirian saat menghadapi masa-masa sulitnya. Alih-alih membuat kuat, anak justru akan merasa kawalahan dengan tuntutan hidup. Dampaknya, masalah menjadi trauma yang membuat anak selalu merasa takut menghadapinya.

Baca Juga: 8 Fakta Kotaro Minami Si Ksatria Baja Hitam, Idola Anak-anak 90-an

4. Ajak anak bicara dan validasi perasaan mereka

5 Cara Bangkitkan Percaya Diri Anak yang Terlanjur Insecureilustrasi ayah menyentuh hidung putranya (Pexels.com/Anete Lusina)

Jalin hubungan yang dekat dengan anak dan bantulah mereka untuk mengungkap perasaannya. Ketika anak mau bercerita tentang ketakutannya, saat itu anak terbantu untuk memproses emosi mereka. Jangan buru-buru melontarkan kalimat untuk memperbaiki kesalahan anak, tapi cobalah untuk jadi pendengar yang baik.

Validasi emosi anak dengan mengulangi apa yang dikatakannya. Bersikaplah seolah orangtua juga merasakan berada di posisi anak. Ajukan pertanyaan lain untuk tahu perasaan anak lebih dalam. Dr. Taylor mengingatkan, bahwa penting untuk memberi anak perasaan diterima dan diberi kesempatan saat mereka merasa insecure.

5. Ajarkan anak mindset bahwa setiap keahlian bisa dicapai dengan latihan

5 Cara Bangkitkan Percaya Diri Anak yang Terlanjur Insecureilustrasi ayah berbicara pada putranya (Pexels.com/August de Richelieu)

Pola pikir anak tentang sebuah pencapaian, bisa berpengaruh pada sebaik apa proses anak mencapai keahlian tersebut dan cara anak memandang dirinya sendiri. Ada anak yang percaya, bahwa keterampilan hanya berasal dari bakat atau bawaan. Lantas ia merasa lemah dan menganggap dirinya tak mampu. 

Berbeda dengan anak yang percaya, bahwa keahlian berasal dari usaha dan latihan untuk terus menumbuhkan kemampuan. Anak yang diajarkan pola pikir untuk berkembang, akan mampu belajar dan percaya diri meraih keberhasilannya.

Jadi, duduklah dengan si kecil dan ingatkan ia, bahwa keterampilan apa pun bisa diraih dengan latihan. Bantu anak agar tak terjebak dalam kekurangan yang mereka miliki, sebab setiap anak pasti punya kelebihan.

Baca Juga: 5 Tips Menjadi Ibu yang Sabar, Disayang Anak-anak!

Nita Nurfitria Photo Verified Writer Nita Nurfitria

Hai !

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya