Kisah dalam memoar Broken Strings karya Aurélie Moeremans membuka mata banyak orang tentang bagaimana luka emosional, manipulasi, dan kekerasan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Relasi yang abusif sering kali berakar dari pola asuh dan dinamika keluarga, terutama pada anak laki-laki. Cara seorang anak dibesarkan, bagaimana ia diajarkan memandang diri sendiri, perempuan, kekuasaan, dan emosi, akan sangat menentukan sosoknya saat dewasa.
Dari cerita Aurélie, kita belajar bahwa parenting bukan sekadar soal kasih sayang, tetapi juga tentang batasan, tanggung jawab, dan keberanian orangtua untuk tidak membenarkan perilaku salah. Anak laki-laki yang dibesarkan tanpa empati dan kesadaran emosional berisiko tumbuh dengan sikap posesif bahkan abusive. Karena itu, penting bagi orangtua untuk memahami bagaimana membesarkan anak laki-laki dengan sehat. Bukan untuk menjadi 'raja kecil', tetapi menjadi pribadi yang aman, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab atas tindakannya. Yuk, simak di bawah ini, beberapa tips parenting untuk anak laki-laki!
