5 Potensi Bahaya saat Anak Tidur, Wajib Diwaspadai Orangtua

- Cedera leher akibat bantal terlalu tinggi
- Gak bisa bernapas karena hidung tertutup bantal, guling, atau boneka
- Jatuh dari tempat tidur dan menghantam benda keras
Anak-anak butuh tidur lebih lama daripada orang dewasa agar pertumbuhannya optimal. Demikian pula bayi masih lebih banyak tidur daripada terjaga. Orangtua juga senang kalau melihat anak tidur pulas.
Tidur yang nyenyak bikin anak gak rewel. Kamu dan pasangan pun dapat mengerjakan hal-hal lain. Jika anak melek terus, kalian repot mesti terus mengajaknya bermain. Namun, hindari pemikiran bahwa selama anak tidur berarti aman untukmu melakukan apa saja.
Ketika anak tidur, orangtua tetap perlu mengawasi. Tempat tidurnya pun mesti dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai potensi bahaya saat anak tidur di bawah ini menimpa dirinya. Orangtua baru wajib tahu.
1. Cedera leher akibat bantal terlalu tinggi

Hampir semua orang dewasa gak bisa tidur tanpa bantal. Malah beberapa orang tidak cukup cuma memakai satu bantal. Kadang dua bantal ditumpuk. Atau, satu bantal tetapi tebal sekali.
Namun, jangan menerapkan hal yang sama pada bayi. Bayi gak butuh bantal. Cukup tempat tidur yang datar. Bantal apalagi terlalu empuk malah membahayakan bayi. Saat ia telungkup dapat tidak bisa bernapas.
Butuh waktu untuk bayi belajar membalikkan kembali tubuhnya saat merasa tak nyaman. Demikian pula bantal untuk anak jangan terlalu tinggi. Sesuaikan dengan tubuhnya yang masih kecil. Bantal yang ketinggian akan membuat lehernya mengalami cedera.
2. Gak bisa bernapas karena hidung tertutup bantal, guling, atau boneka

Seperti disinggung di poin pertama, bantal dapat membahayakan keselamatan bayi. Selain cedera leher juga bisa menutupi hidungnya. Namun, bukan cuma bantal yang dapat menutup jalan napas anak.
Semua benda yang umum ada di tempat tidur anak berpotensi menyebabkan peristiwa serupa. Seperti guling dan boneka. Kasur bayi mesti bersih dari bantal, guling, serta boneka. Sementara buat anak-anak, ketiganya masih boleh.
Namun, ukurannya jangan terlalu besar. Anak yang kejatuhan boneka besar persis di wajahnya saat tidur belum tentu segera terbangun. Jangan sampai refleks yang lambat membahayakan nyawa anak. Boneka besar bisa ditaruh di karpet atau kursi.
Cukup boneka kecil atau sedang yang menemaninya tidur. Selalu ingatkan anak untuk tidak menutupi hidungnya dengan boneka, guling, atau bantal. Ketiganya maksimal menyentuh dagu anak. Biasakan hal ini sekalipun anak paling suka bau khas boneka kesayangannya.
3. Jatuh dari tempat tidur dan menghantam benda keras

Mungkin kamu saat kecil juga sering terjatuh dari tempat tidur. Walau sebenarnya tempat tidur cukup luas, anak-anak biasanya sulit mengontrol gerakannya ketika tidur. Tak hanya terguling dari kasur.
Posisi kepala anak juga dapat berubah menjadi di posisi kaki dan sebaliknya. Asal tempat tidur tak terlalu tinggi dan tidak ada benda keras di sekitarnya umumnya masih aman. Lain halnya kalau di dekat kasur terdapat meja.
Apalagi sudut-sudutnya lancip. Anak yang terjatuh dari tempat tidur kemudian kepalanya terbentur benda keras amat berbahaya. Lapisi lantai dengan karpet, matras, atau kasur lipat. Biar ketika anak terjatuh masih ada pelindung di bawahnya. Jauhkan juga meja atau benda keras dan lancip lainnya dari sekitar kasur anak.
4. Tidur sambil berjalan

Tidur sambil berjalan atau somnambulisme kerap dialami anak-anak. Penyebabnya bisa anak kurang tidur di siang hari atau malam sebelumnya. Dapat pula anak merasa stres atau sedang demam. Meski terlihat lucu, tidur sembari berjalan dapat berbahaya.
Anak bisa saja berjalan sampai keluar rumah. Kalau di rumah masih ada sumur tanpa penutup, anak pun dapat terjatuh ke sana. Terkadang somnambulisme juga diikuti gerakan lain yang tidak disadari.
Seperti anak berjalan ke dapur kemudian menyalakan kompor dan meninggalkannya begitu saja. Ini sebabnya pintu-pintu wajib dikunci termasuk pintu dapur. Tutup juga lubang sumur yang berpotensi mencelakakan anak.
Kalau anak masih sering mengalami somnambulisme, orangtua perlu menemaninya tidur. Dapat pula orangtua tidur dengan kasur lipat di depan pintu kamar anak. Supaya sewaktu-waktu anak terbangun dan berjalan sambil tidur, kalian cepat mengetahuinya.
5. Tersedak karena tidur sambil ngedot

Anak yang masih minum susu atau air putih dengan dot juga mesti esktra diperhatikan. Kamu jangan membiarkan apalagi sengaja kasih dot dalam posisi anak telentang atau tidur miring. Ini sangat rawan membuatnya tersedak.
Minuman pun dapat masuk ke saluran telinga dan membuat anak mengalami infeksi. Anak juga bisa berlebihan meminumnya sehingga kembung. Memang anak kerap menangis di tengah tidur karena haus dan lapar.
Namun jika dirimu hendak memberinya susu, anak diposisikan duduk atau setengah duduk dulu. Sangga tubuh anak hingga ia selesai minum. Biarkan anak dalam posisi tersebut beberapa waktu. Anak jangan langsung dibaringkan kembali sebab bisa mengakibatkan refluks asam lambung.
Tidur baik untuk anak. Akan tetapi, dalam keadaan anak tidur pun dapat muncul sejumlah bahaya. Pastikan dirimu tidak lengah atau menyepelekan lima potensi bahaya saat anak tidur demi keselamatannya, ya!



















