ilustrasi parenting (pexels.com/Timur Weber)
Pola pengasuhan yang inkonsisten memiliki relasi yang kuat terhadap kemampuan seseorang dalam membangun hubungan romantis ketika dewasa. Cara seseorang membangun kedekatan emosional, rasa aman, hingga komitmen kerap kali dipengaruhi oleh pengasuhan yang diterimanya semacam kecil.
Dalam fenomena cowok bingung, hal yang paling di-highlight adalah kemampuan seseorang dalam keenggannya mengambil keputusan dan tanggung jawab. Orang yang berhadap dengan sosok yang dianggap 'cowok bingung' merasa lawan bicaranya diliputi keraguan atau kekhawatiran ketika dihadapkan pada komitmen
Putri membenarkan adanya keterkaitan antara hubungan romantis ketika dewasa dengan pengasuhan yang diterima, "Pola kedekatan orang dewasa ketika menjalin sebuah hubungan, salah satunya dipengaruhi oleh kelekatan serta pola asuh orang tuanya. Pendekatan yang paling ideal hingga saat ini dalam hal kelekatan adalah kelekatan secure atau aman dalam istilah pola asuh adalah pendekatan demokratis atau suportif."
Putri menuturkan, dalam istilah psikologi, kelekatan atau attechement akan menentukan bagaimana anak merasa dicintai, belajar mempercayai orang lain dan membentuk persepsi apakah dirinya layak dipercaya. Pola pengasuhan yang saling terikat dengan attachment style ini juga dapat membangun kepercayaan seseorang terhadap orang lain.
"Pola asuh atau kelekatan akan tertanam dan menjadi semacam blueprint dalam dirinya. Ketika dewasa dan menjalin hubungan, ia akan menggunakan blueprint tersebut. Contoh, anak yang dulu pola asuhnya otoriter, pihak dominan pada orang tua, tidak memberikan kesempatan pada anak untuk berpendapat, harus nurut, dan sebagainya, akan membuatnya memiliki pemahaman bahwa mengungkapkan keinginan itu bukan sesuatu yang baik. Maka dia akan lebih memilih menurut, atau tidak terbuka karena takut di kritik," ujar Putri lebih lanjut.