Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Rutinitas Malam yang Memperkuat Ikatan Keluarga

ilustrasi keluarga sedang berkumpul
ilustrasi keluarga sedang berkumpul (unsplash.com/Pablo Merchán Montes)
Intinya sih...
  • Rutinitas malam memberi ruang kebersamaan yang memperkuat kedekatan emosional keluarga.
  • Aktivitas sederhana, seperti makan tanpa gawai, bersyukur, dan membaca dongeng, membangun komunikasi hangat.
  • Rutinitas malam yang konsisten menciptakan fondasi cinta, kepercayaan, dan rasa memiliki dalam keluarga.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah hidup yang serbadinamis, malam hari sering jadi satu-satunya waktu ketika seluruh anggota keluarga benar-benar berada di rumah. Setelah seharian disibukkan oleh pekerjaan, sekolah, dan berbagai aktivitas di luar, momen malam kerap berlalu begitu saja tanpa disadari. Padahal, waktu ini menyimpan potensi besar untuk membangun kedekatan emosional yang sulit tergantikan oleh momen lain dalam sehari.

Rutinitas malam yang dilakukan secara konsisten bukan hanya membantu tubuh beristirahat dengan lebih baik, melainkan juga berperan penting untuk memperkuat ikatan keluarga. Dari kebiasaan kecil pada malam hari, hubungan keluarga tumbuh lebih hangat dan solid sekaligus menjadi fondasi emosional yang kuat untuk jangka panjang. Yuk, kita lihat apa saja rutinitas malam yang memperkuat ikatan keluarga!

1. Ciptakan jam makan malam bebas HP atau tablet

ilustrasi makan malam bersama
ilustrasi makan malam bersama (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Tawa menggema di antara suapan. Anak remaja benar-benar mendengar dan melakukan kontak mata. Inilah suasana yang akan didapatkan jika seluruh anggota keluarga menikmati momen makan malam tanpa kehadiran HP atau tablet.

Menciptakan ruang sakral ini membutuhkan usaha. Awalnya, anak-anak atau mungkin pasanganmu akan menolak hal ini. Namun, kamu harus berusaha menetapkan batasan yang jelas.

Dengan makan malam tanpa gawai, percakapan akan jadi semakin mendalam, lelucon internal muncul, dan koneksi yang tulus menggantikan gangguan digital. Sama seperti toilet training untuk anak yang membutuhkan usaha konsisten, menciptakan ritual makan malam keluarga yang bebas gawai juga butuh usaha dan konsistensi. Namun, hasilnya ialah fondasi emosional rumah tangga yang lebih kuat.

2. Berkumpul untuk mengucap syukur bersama

ilustrasi keluarga sedang berkumpul
ilustrasi keluarga sedang berkumpul (unsplash.com/Pablo Merchán Montes)

Setelah makan malam, saatnya mengumpulkan keluarga untuk mengucap rasa syukur bersama. Meski tampak sakral, ritual ini tidak memerlukan properti mewah atau aturan yang rumit. Yang dibutuhkan hanyalah hati yang tulus dan kemauan untuk meluangkan sedikit waktu. Cara ini mendukung perkembangan emosional anak sambil mengajarinya untuk mensyukuri hal-hal yang sudah mereka dapatkan, sekecil apa pun itu.

Rasa syukur mengubah momen biasa menjadi momen sakral. Mulailah dengan membuat lampu jadi redup. Ciptakan keintiman. Minta semua orang duduk dengan nyaman di lantai atau di sekitar meja dapur. Mulailah dengan pertanyaan sederhana, “Apa yang membuat kamu tersenyum hari ini” Perhatikan wajah anak yang lebih berseri-seri saat mereka benar-benar didengarkan. 

3. Membaca dongeng

ilustrasi ibu dan anak sedang membaca buku bersama
ilustrasi ibu dan anak sedang membaca buku bersama (pexels.com/Kindel Media)

Berbagi cerita melalui membaca menciptakan benang tak terlihat yang menghubungkan hati lintas generasi. Perhatikan mata anak yang melembut saat mereka mendengarkan cerita favorit. Perhatikan juga bagaimana si bungsu terkikik saat mendengarkan adegan yang menurutnya lucu.

Orangtua tidak harus selalu berperan sebagai pembaca cerita. Biarkan anak memilih cerita dan membaca dengan lantang. Cara ini mengajarkan anggota keluarga menghargai setiap suara dan merangkul ketidaksempurnaan, entah itu kata yang terbata-bata, intonasi yang kurang jelas, dan masih banyak lagi.

4. Mengerjakan pekerjaan rumah tangga bersama

ilustrasi anak kecil membantu mengelap piring
ilustrasi anak kecil membantu mengelap piring (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Kegiatan ini mungkin tidak tampak menyenangkan. Namun, menyelesaikan pekerjaan rumah tangga bersama-sama membuat tugas berjalan jauh lebih cepat, mempererat ikatan keluarga, bahkan dapat membuat tugas tersebut sedikit lebih menyenangkan. Pada awalnya, kamu dapat menyiapkan hadiah kecil untuk menumbuhkan motivasi anak-anak. Lama-kelamaan, mereka akan terbiasa melakukannya dan menyadari bahwa momen ini akan menciptakan lebih banyak waktu kebersamaan keluarga.

Buat daftar pekerjaan rumah tangga dan minta setiap anggota keluarga memilih tugas mereka. Ingatkan mereka bahwa bekerja bersama mempercepat proses dibandingkan dengan mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendirian. Selain itu, mengerjakan pekerjaan rumah tangga sebagai keluarga dapat membangun rasa kerja sama tim, terutama ketika seseorang selesai lebih awal dan membantu orang lain menyelesaikan tugas mereka.

5. Mempersiapkan hari esok bersama

ilustrasi ibu menemani anak belajar (pexels.com/Julia M Cameron)
ilustrasi ibu menemani anak belajar (pexels.com/Julia M Cameron)

Mempersiapkan hari esok bersama merupakan rutinitas malam yang sederhana, tapi berdampak besar bagi keharmonisan keluarga. Aktivitas ini bisa dimulai dengan menyiapkan pakaian, perlengkapan sekolah, hingga membahas agenda penting yang akan dijalani keesokan hari. Dengan melakukannya bersama, setiap anggota keluarga merasa dilibatkan dan dihargai, bukan sekadar menjalankan tugas masing-masing secara terpisah.

Selain membantu pagi hari berjalan lebih tertata dan minim stres, kebiasaan ini juga melatih rasa tanggung jawab serta kerja sama dalam keluarga. Anak-anak belajar merencanakan kegiatan dan memahami prioritas, sementara orang dewasa dapat memberi arahan tanpa kesan menggurui. Momen kebersamaan ini juga membuka ruang komunikasi ringan sehingga keluarga dapat saling mendukung dan menguatkan sebelum menghadapi aktivitas esok hari.

Ritual malam ini bukan hanya aktivitas biasa, melainkan juga benang emas yang menghubungkan anggota keluarga. Momen-momen sederhana ini membangun sesuatu yang luar biasa, seperti fondasi cinta, kepercayaan, dan rasa memiliki. Ini akan menjadi jangkar bagi keluarga melewati setiap badai yang akan datang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Life

See More

11 Inspirasi Nail Art Tema Imlek 2026, Rayakan dengan Meriah!

19 Jan 2026, 22:18 WIBLife