5 Strategi Bertahan sebagai Working Parent, Jangan Segan Minta Bantuan

Menyeimbangkan waktu untuk bekerja sekaligus tetap hadir menjadi sosok orangtua di rumah bukanlah pekerjaan mudah. Di satu sisi kamu dituntut untuk bisa tetap profesional menghasilkan performansi terbaikmu di tempat kerja, namun ketika kembali ke rumah, kamu gak bisa langsung beristirahat memulihkan tenaga. Masih ada anak yang minta diurus dan dipenuhi kebutuhannya, masih ada buah hati yang minta disayang dan butuh perhatian kamu. Akhirnya, kamu terpaksa mengorbankan waktu istirahat kamu.
Dilansir Life Hack, menurut Robert Locke, seorang penulis, memaksakan diri kamu untuk bisa terus ada memenuhi permintaan kedua belah pihak bisa membuatmu merasa frustrasi dan bersalah. Untuk itu, ini dia 5 strategi bertahan sebagai working parent.
1.Bersiap selalu untuk perubahan

Sebagai seorang working parent, perubahan adalah hal yang gak bisa dihindari, entah itu hal kecil maupun hal besar. Jadwal sekolah anak-anak berubah, pengurus untuk si kecil mendadak mengundurkan diri, tiba-tiba atasan kamu nyuruh kamu pergi ke luar kota untuk perjalanan bisnis, dan lain-lain. Kamu harus selalu siap akan perubahan-perubahan ini.
Biasakan diri untuk selalu mempersiapkan diri akan kondisi terburuk yang bisa terjadi. Kalau kamu mengganti pengurus si kecil, coba awasi dulu pekerjaannya selama beberapa hari pertama, kalau bisa di hari ketika kamu libur atau bekerja dari rumah. Ketika kamu mendadak harus keluar kota, pastikan pasanganmu atau keluargamu siap untuk membantu kamu mengurus si kecil. Intinya, selalu siapkan diri untuk skenario terburuk. Gak ada salahnya mempersiapkan diri buat masa depan.
2.Pisahkan pekerjaan dan kehidupan pribadimu

Kalau kamu masih bekerja dari rumah, pastikan untuk gak mencampur kehidupan pribadi dengan kehidupan profesionalmu. Meeting dengan atasan di ruang virtual sambil menggendong bayi agaknya kurang sopan. Kamu gak bisa memperhatikan meeting dengan baik, juga gak bisa memberikan perhatian sepenuhnya ke buah hatimu.
Selesaikan pekerjaan yang harus kamu selesaikan lalu baru buat waktu dengan si kecil. Matikan segala peralatan elektronikmu supaya kamu bisa menghabiskan quality time dengan si kecil. Kamu baru boleh lanjut kerjaan kalau memang masih ada ketika si kecil sudah tertidur.
3.Jangan segan minta bantuan

Gak mudah untuk bisa tetap bekerja sambil menjalankan peran sebagai orang tua. Apalagi kalau kamu orang tua tunggal. Kamu harus ingat bahwa si kecil memang butuh uang untuk bisa terus bertahan hidup. Tapi jauh dari itu, mereka juga butuh kasih sayang orangtuanya. Untuk itu, jangan segan untuk sesekali minta bantuan, entah itu ke orangtuamu, sahabat, atau tetangga sekalipun.
Minta bantuan mereka untuk menjaga si kecil ketika kamu sedang sibuk bekerja. Ketika kamu tau si kecil masih aman, tingkat stres dan beban pikiranmu akan berkurang.
4.Ajak si kecil untuk turut membantu

Biasakan buah hatimu untuk turut membantu pekerjaan sehari-hari, seperti belajar mencuci piring maupun mencuci pakaiannya sendiri. Selain mengajarkan kemandirian sejak dini, kamu juga belajar menanamkan kepercayaan padanya. Dengan demikian, si kecil bisa belajar lebih bertanggung jawab.
Selain itu, kamu juga mengangkat seenggaknya sebagian beban pekerjaan dari kamu. Kamu juga membantu mereka untuk bisa tumbuh dewasa dan lebih bertanggung jawab. Mereka juga bisa belajar banyak hal dari kegiatan tersebut.
Belajarlah pula untuk jujur di depan si kecil. Ketika dia tanya kenapa kamu gak pernah ada di rumah, jelaskan dengan jujur kalau kamu memang keluar untuk bekerja. Perlahan buat dia mengerti kalau kamu masih sayang sama dia dan kamu gak akan pergi meninggalkannya.
5.Habiskan waktu dengan si kecil

Waktu adalah hal yang berharga. Dalam sekejap, si kecil yang dulunya masih bisa digendong, kini bahkan udah bisa berangkat ke sekolah sendiri, dan tiba-tiba, dia udah pindah rumah dan pergi ke kampus. Anak-anak tumbuh dengan cepat, kamu gak akan menyangka seberapa cepat waktu berlalu. Untuk itu, jangan sampai kamu menyesal karena kurang membuat kenangan indah bersama buah hati.
Kamu bisa coba nemenin si kecil sebelum tidur dan bacakan dongeng, usahakan untuk selalu sarapan bersama sebelum bekerja, usahakan pula untuk selalu hadir ke setiap acara sekolahnya. Gak ada salahnya juga untuk mengajak si kecil kencan setiap bulannya untuk membangun hubunganmu dengannya sekaligus membuatnya merasa spesial. Kalau bisa, kamu juga boleh menunjukkan tempat kerjamu ke buah hatimu supaya mereka merasa lebih terlibat dan memahami apa yang kamu lakukan.
Itu dia 5 strategi bertahan sebagai working parent. Membagi waktu bekerja dengan waktu untuk anak harusnya bukan hal yang sulit asal kamu udah tau di mana prioritas kamu berada. Seorang anak memang butuh hal-hal bagus seperti mainan, pakaian, dan tempat tinggal. Tapi mereka juga butuh kehadiran kamu sebagai orangtua. Jangan lupa lakukan tanggung jawabmu sebagai orangtua untuk selalu ada bagi si kecil.