Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bayi Nyaris Dibawa Orang di RS, Ini Tanda Oknum yang Harus Diwaspadai

Bayi Nyaris Dibawa Orang di RS, Ini Tanda Oknum yang Harus Diwaspadai
ilustrasi menimang anak bayi (pexels.com/mateusz-dach)

Kasus bayi yang nyaris dibawa oleh orang tak dikenal kembali jadi pengingat bahwa kewaspadaan di lingkungan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan gak boleh kendor. Di tengah momen bahagia menyambut kelahiran, ada celah yang bisa dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab. Karena itu, penting banget bagi orang tua dan keluarga untuk mengenali tanda-tanda mencurigakan sejak awal.

Bukan sekadar soal keamanan, tapi juga tentang melindungi bayi yang masih sangat rentan. Oknum pelaku sering kali terlihat meyakinkan, bahkan menyerupai tenaga medis. Nah, biar kamu gak lengah, berikut beberapa tanda yang wajib diwaspadai!

1. Tidak memakai ID resmi

ilusrasi memotret bayi baru lahir
ilusrasi memotret bayi (pexels.com/jonathanborba)

Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah tidak adanya identitas resmi yang dikenakan. Di rumah sakit, setiap tenaga medis wajib memakai ID card yang terlihat jelas. Kalau ada seseorang yang mengaku petugas tapi tanpa identitas, kamu patut curiga.

Selain itu, ID resmi biasanya dilengkapi nama, foto, dan logo institusi. Jika atribut tersebut tidak ada atau terlihat tidak meyakinkan, jangan langsung percaya. Lebih baik konfirmasi ke perawat atau petugas lain sebelum mengambil keputusan.

Dilansir dari Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing, yang disusun oleh Patricia Beachy RN, MS, seorang pendidik perawat perinatal di Rumah Sakit Universitas pada Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Colorado di Denver dan Jane Deacon RNC, MS, NNP, seorang praktisi perawat neonatal di Rumah Sakit Anak di Denver, Colorado, menyebutkan,

" Ia dapat menyamar sebagai perawat, masuk ke kamar ibu, dan memberikan alasan palsu untuk membawa bayi ke ruang perawatan (misalnya untuk suatu prosedur seperti menimbang bayi atau memberikan imunisasi yang diperlukan). Sejak tahun 1983, 57 persen dari seluruh kasus penculikan terjadi dengan cara ini."

2. Terlihat buru-buru

ilustrasi menimang anak bayi (pexels.com/mateusz-dach)
ilustrasi menimang anak bayi (pexels.com/mateusz-dach)

Oknum yang berniat jahat sering kali menunjukkan sikap terburu-buru agar korban tidak sempat berpikir panjang. Mereka bisa mendesak dengan alasan darurat atau kondisi medis tertentu. Padahal, prosedur rumah sakit umumnya dilakukan dengan tenang dan terstruktur.

Sikap tergesa-gesa ini bisa jadi cara untuk menghindari pertanyaan atau pemeriksaan lebih lanjut. Kamu perlu waspada jika seseorang memaksa mengambil bayi dengan cepat tanpa penjelasan detail. Ingat, keselamatan bayi jauh lebih penting daripada mengikuti tekanan situasi.

Masih dilansir dari Dilansir dari Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing, "Metode lainnya adalah dengan mengambil bayi dari ruang perawatan bayi ketika staf tidak berada di area tersebut. Dalam setidaknya satu kasus, bayi yang baru lahir tersebut diambil."

3. Memberi instruksi tanpa penjelasan jelas

ilustrasi bayi menangis (pexels.com/sarahchai)
ilustrasi bayi menangis (pexels.com/sarahchai)

Instruksi yang diberikan tanpa alasan yang masuk akal juga patut dicurigai. Biasanya, tenaga medis akan menjelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan pada bayi. Jika seseorang langsung memberi perintah tanpa konteks, itu bisa jadi tanda bahaya.

Apalagi jika penjelasan yang diberikan terkesan mengambang atau tidak konsisten. Jangan ragu untuk meminta detail lebih lanjut tentang tujuan tindakan tersebut. Komunikasi yang jelas adalah bagian dari prosedur standar di fasilitas kesehatan.

4. Tidak mau ditanya balik

ilustrasi bayi memegang jari orang dewasa
ilustrasi bayi memegang jari orang dewasa (pexels.com/pixabay)

Oknum mencurigakan cenderung menghindari pertanyaan dari orang tua atau keluarga. Mereka bisa terlihat defensif atau bahkan kesal saat dimintai penjelasan. Sikap ini berbeda dengan tenaga medis profesional yang justru terbuka terhadap pertanyaan.

Jika seseorang tidak mau menjawab atau memberikan respons yang tidak meyakinkan, sebaiknya segera waspada. Kamu berhak tahu siapa yang menangani bayi dan apa yang akan dilakukan. Jangan ragu untuk melibatkan petugas resmi jika situasi terasa janggal.

5. Meminta bayi tanpa prosedur yang jelas

ilustrasi menggendong bayi
ilustrasi menggendong bayi (pexels.com/helenalopes)

Permintaan untuk membawa bayi tanpa mengikuti prosedur adalah tanda paling serius. Di rumah sakit, setiap perpindahan bayi harus melalui tahapan yang jelas, termasuk verifikasi identitas. Jika hal ini dilewati, kemungkinan besar ada sesuatu yang tidak beres.

Biasanya, proses pengambilan bayi juga melibatkan pencocokan gelang identitas antara bayi dan orang tua. Jika seseorang mengabaikan langkah ini, kamu wajib menolak. Pastikan semua proses berjalan sesuai aturan demi keamanan si kecil.

Kewaspadaan sederhana bisa jadi kunci mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan pernah ragu untuk bertanya, menolak, atau mencari bantuan jika menemukan hal mencurigakan. Karena pada akhirnya, menjaga keamanan bayi adalah tanggung jawab bersama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us