Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Hal Ini Diremehkan tapi Berbahaya di RS, Orangtua Newbie Wajib Paham

6 Hal Ini Diremehkan tapi Berbahaya di RS, Orangtua Newbie Wajib Paham
Ilustrasi bayi di rumah sakit (freepik.com/Lifestylememory)

Beberapa waktu lalu viral mengenai seorang ibu yang hampir kehilangan bayinya di salah satu rumah sakit di Bandung. Hal ini mengingatkan bahwa rumah sakit bukan hanya soal pengobatan, tapi juga soal keamanan. Pihak rumah sakit telah menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen melakukan evaluasi. Ini jadi pengingat penting bahwa orangtua tetap harus waspada, karena pengawasan utama ada di tangan keluarga.

Ada beberapa hal yang sering dianggap sepele, padahal berpotensi berisiko jika diabaikan. Penting bagi orangtua, terutama yang baru memiliki bayi, untuk lebih peka dan memahami hal-hal dasar yang kerap luput dari perhatian. Yuk, simak agar bisa menghindari hal tersebut!

1. Terbiasa dengan kalimat “Cuma ditinggal sebentar”

Ilustrasi bayi di rumah sakit
Ilustrasi bayi di rumah sakit (freepik.com/KamranAydinov)

Banyak orangtua merasa tidak masalah meninggalkan bayi sebentar, entah untuk ke toilet, mengambil obat, atau sekadar berbicara dengan tenaga medis. Padahal, justru dalam momen singkat seperti inilah risiko bisa terjadi tanpa disadari.

Menurut pedoman American Academy of Pediatrics, bayi tidak boleh ditinggalkan tanpa pengawasan, bahkan dalam waktu singkat, karena berisiko terhadap keselamatan mereka. Bayi adalah individu yang belum bisa melindungi diri. Dalam hitungan menit, situasi bisa berubah drastis jika tidak ada pengawasan langsung. Sebisa mungkin, selalu pastikan ada orang terpercaya yang menjaga, atau ajak bayi saat harus berpindah tempat.

2. Terlalu percaya seragam

Ilustrasi bayi di rumah sakit
Ilustrasi bayi di rumah sakit (freepik.com/Lifestylememory)

Seragam sering kali menjadi simbol otoritas dan profesionalitas. Namun, tidak semua orang yang mengenakan atribut tertentu benar-benar bagian dari tenaga medis resmi rumah sakit.

Orangtua perlu tetap waspada dan tidak langsung percaya hanya karena penampilan. Pastikan setiap interaksi dengan petugas dilakukan dengan kesadaran penuh dan tidak ragu untuk bertanya jika ada hal yang terasa janggal.

Dilansir dari Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing, yang disusun oleh Patricia Beachy RN, MS, seorang pendidik perawat perinatal di Rumah Sakit Universitas pada Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Colorado di Denver dan Jane Deacon RNC, MS, NNP, seorang praktisi perawat neonatal di Rumah Sakit Anak di Denver, Colorado, menyebutkan,

"Seorang perempuan yang menculik bayi yang baru lahir cenderung menggunakan salah satu dari dua metode. Ia dapat menyamar sebagai perawat, masuk ke kamar ibu, dan memberikan alasan palsu untuk membawa bayi ke ruang perawatan (misalnya untuk suatu prosedur seperti menimbang bayi atau memberikan imunisasi yang diperlukan). Sejak tahun 1983, 57 persen dari seluruh kasus penculikan terjadi dengan cara ini. Metode lainnya adalah dengan mengambil bayi dari ruang perawatan bayi ketika staf tidak berada di area tersebut. Dalam setidaknya satu kasus, bayi yang baru lahir tersebut diambil."

3. Tidak mengecek ID petugas

Ilustrasi bayi di rumah sakit
Ilustrasi bayi di rumah sakit (freepik.com/freepik)

Hal sederhana seperti tidak memperhatikan kartu identitas petugas sering dianggap remeh. Padahal, ID adalah salah satu cara paling mudah untuk memastikan bahwa seseorang benar-benar memiliki kewenangan.

Biasakan untuk melihat dan memastikan nama serta jabatan petugas sebelum menyerahkan bayi atau mengikuti instruksi tertentu. Ini bukan bentuk ketidakpercayaan, melainkan langkah perlindungan yang wajar.

4. Membiarkan orang asing mendekat

Ilustrasi bayi di rumah sakit
Ilustrasi bayi di rumah sakit (freepik.com/studioredcup)

Tidak semua orang yang terlihat ramah memiliki niat baik. Terkadang, rasa sungkan membuat orangtua membiarkan orang asing mendekati atau bahkan menyentuh bayi tanpa pengawasan.

Menjaga batas adalah hal penting. Tidak perlu merasa tidak enak untuk menolak dengan halus jika ada orang yang ingin terlalu dekat dengan bayi tanpa alasan yang jelas.

5. Terlalu banyak pengunjung

Ilustrasi bayi di rumah sakit
Ilustrasi bayi di rumah sakit (freepik.com/freepik)

Kunjungan dari keluarga dan teman memang membawa dukungan emosional. Namun, terlalu banyak orang keluar-masuk ruangan justru dapat meningkatkan risiko, baik dari sisi keamanan maupun kesehatan.

Selain potensi penyebaran penyakit, kondisi ini juga membuat pengawasan menjadi lebih sulit. Batasi jumlah pengunjung dan pastikan hanya orang-orang terdekat yang benar-benar diperlukan saja yang datang.

6. Tidak paham prosedur RS

Ilustrasi bayi di rumah sakit
Ilustrasi bayi di rumah sakit (freepik.com/lifeforstock)

Setiap rumah sakit memiliki prosedur yang dirancang untuk menjaga keselamatan pasien. Sayangnya, tidak semua orangtua memahami atau mencari tahu alur tersebut sejak awal.

Mulai dari aturan keluar-masuk bayi, pemindahan pasien, hingga jam kunjungan, semua penting untuk dipahami. Dengan mengetahui prosedur, orangtua bisa lebih sigap mengenali jika ada sesuatu yang tidak sesuai.

Menjadi orangtua, terutama bagi yang baru pertama kali, memang penuh tantangan dan proses belajar. Dengan kewaspadaan serta pengetahuan yang cukup, banyak risiko sebenarnya bisa dicegah sejak awal. Tetap tenang, namun jangan sampai lengah karena keamanan si kecil selalu menjadi prioritas utama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us